
Festival Pretzels di Brussels
Ajeng tampak bahagia bisa melihat bagaimana banyaknya Pretzels disana dengan berbagai macam ukuran dan toping. Ada yang gurih dan ada yang manis. Ajeng bersama Arsya pun saling mencari pretzels yang mereka inginkan membuat keduanya melupakan protokoler kerajaan. Otto dan Sarah yang bertugas menjaga pangeran Arsya, merasa menjaga dua anak kecil karena sepupu ipar Ratu Belgia itu sama hebohnya dengan sang pangeran.
Bayu hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat istrinya heboh sana sini bersama dengan keponakannya, seolah manner dan ajaran istana bubar jalan karena sama hebohnya.
"Ajeng itu kadang dewasa, punya pengetahuan luas tapi kalau ketemu sama cah cilik macam Arsya, ya jadi anak kecil..." kekeh Zinnia sambil berjalan bersama Bayu yang menggendong Alisha karena meminta digendong oleh Oomnya, tidak mau digandeng Zinnia atau duduk di stroller nya.
"Istriku itu memang gado-gado sifatnya mbak" kekeh Bayu.
"Bayu, kamu udah pantas lho gendong anak. Tuh Alisha sampai nempel sama kamu" kekeh Zinnia melihat putrinya merebahkan kepalanya di ceruk leher Bayu.
"Aamiin. Doanya mbak. Aku dan Ajeng sih inginnya secepatnya tapi kalau misalnya dikasih nya masih nanti, ya diterima lah..."
"Hu um. Mbak Zee dulu waktu usaha dapat si kembar juga nunggu sekitar setahun setelah rujuk sama Sean. Baru deh dapat si kembar..." Zinnia menepuk bahu Bayu. "Nikmati pacaran legal dulu, soalnya nanti kalau sudah ada buntut, harus acara curi-curi bisa berduaan."
"Yup mbak..." Bayu melihat Sean dan Avaro asyik berjalan berdua di depan mereka dengan dikawal Gregg dan dua pengawal lainnya sedangkan dirinya dan Zee dikawal oleh Jasmine dan Terry.
"Ya ampun Sean, iya tahu Avaro juga penggemar pretzels tapi nggak banyak juga ambil nya !" gerutu Zinnia sambil melihat Sean membawa lima pretzels.
Bayu tertawa. "Wong dikasih kok mbak."
"Hadeehhh..." keluh Zinnia.
***
Acara festival pretzels ditutup dengan paling banyak makan pretzels dan Ajeng pun dengan cueknya ikut membuat suami dan para iparnya melongo. Arsya lah yang paling heboh mensupport tantenya. Tapi dasar Ajeng yang meskipun sudah lama tinggal di New York tapi perut tetap wong Jowo, wanita itu hanya mampu makan tiga pretzels.
"Kok nggak habis Jeng?" goda Zinnia yang tertawa melihat iparnya tampak kekenyangan.
"Wareg ndiaaaaa ( kenyang chuy )" jawab Ajeng dengan bahasa Jawa khas Semarangan membuat Zinnia dan Bayu terbahak sedangkan Sean dan Arsya hanya menatap ketiganya bingung.
"Apa maksudnya Zee?" tanya Sean.
"Kenyang banget..." gelak Zinnia.
"Mas Bayu, tulungi. Aku nggak kuat jalan..." rengek Ajeng membuat Bayu naik ke panggung dan memapah istrinya.
"Sudah tahu perut kamu itu bukan perut bule, kok ya gaya ikutan game makan paling banyak !" omel Bayu gemas.
"Nek ora ngene tho mas, aku ora tahu rasane ( kalau nggak begini mas, aku tidak tahu rasanya )" jawab Ajeng cuek sambil menepuk-nepuk perutnya. "Ayo ndang medun, Ndang metu ( ayo segera turun, segera keluar )."
__ADS_1
Bayu mendelik. "Jorok ih !"
"Lha seperti ini kan kudu ditokke mas Ben lambung ku jek Ono tempat nggo maem liyane ( seperti ini harus dikeluarkan biar lambungku masih ada tempat untuk maem lainnya )" alibi Ajeng membuat Bayu semakin gemas dengan istrinya.
"Wis ... Wis ... Wis " gerutu Bayu.
***
Sehari sebelum ke Inggris, Bayu dan Ajeng menyempatkan ke museum Hergé. Ajeng tampak antusias melihat bangunan yang memiliki arsitektur antik disana.
Museum Hergé
"Opa Hergé, Ajeng datang!" ucap wanita itu heboh.
"Kamu memang mau lihat apa Jeng di dalam?" tanya Bayu sambil menggandeng tangan istrinya.
"Lihat roketnya Tintin. Kata Shinichi, pernah membuat percobaan pakai roket yang dibuat mirip plek sama roketnya profesor Calculus."
"Oh roket itu... Iya memang mirip kok sama punya Tintin. Katanya biar kelihatan..." gumam Bayu.
Keduanya dengan dikawal dua pengawal dari Sean pun masuk ke dalam museum. Ajeng tampak terkagum-kagum dan berusaha menurunkan kadar kendesoannya yang selalu excited melihat sesuatu yang merupakan kesenangan nya.
"Mas Bayu, kayaknya aku bakalan minta kembali kesini deh... Aku senang disini..."
"Kamu kan baru lihat museum ini, museum Doraemon dan Detective Conan. Besok kita ke London, aku ajak ke museum Sherlock Holmes dan Harry Potter. Mau?" tawar Bayu.
"Mau lah !" jawab Ajeng sumringah sambil memeluk lengan Bayu. "Nggak sabar ke London !"
"Nanti setelah di Manchester, sebelum kita nonton pertandingan Manchester United lawan Chelsea, kita makan dulu di red cafe dan masuk museum Manchester United. Mau ?"
"Aseeekkk... Saya suka ! Saya suka !" cengir Ajeng.
"Alamak ... "
***
Heathrow Airport London
__ADS_1
Setelah menikmati acara di Brussels, Bayu dan Ajeng akhirnya tiba di London. Eagle lah yang menjemput pasangan pengantin baru itu.
"Kirain ke Milan dulu" komentar Eagle sambil mengantarkan Bayu dan Ajeng ke rumah keluarga Blair.
"Ngejar jadwal opening English Premier League, E. Jayde sudah membelikan tiketnya juga. Baru dari Manchester, kita ke Milan. Bang Tomat dan Bang Dante sudah tahu kok" jawab Bayu.
"Bagaimana acara jalan - jalan nya Jeng? Seru?" tanya Eagle.
"Seru ! Aku merasa jadi Sultan bisa kemana - mana" jawab Ajeng santai.
"Jeng, Bayu itu sultan lho..." kekeh Eagle.
"Masa sih ? Mas Bayu itu bukan Sultan tapi pria penuh modus !"
"Karepmu Jeng..." gerutu Bayu yang diikuti tawa Eagle mendengar ucapan iparnya.
"Elane gimana kabar E?" tanya Ajeng.
"Alhamdulillah baik. Sekarang lagi mengawasi pembuatan pastry di RR's Meal jadi tidak bisa ikut menjemput kalian" jawab Eagle.
"Sudah hamil?" tanya Bayu.
"Belum... Kami santai saja Bay. Baru menikah beberapa bulan juga. Lagian Daddy dan Mommy masih pusing dengan Bia jadi dinikmati lah ..."
"Opa Juna dan Oma Sekar sehat?"
"Alhamdulillah... sehat semua. Hanya ya Opa kan terkadang mulai pikun dan super ngeyel makin menjadi. Kadang kasihan sama Oma tapi Oma sih sama bar-barnya jadi ramai saja tuh opa dan Oma kalau sudah ribut nggak jelas. Meskipun begitu, mereka kalau lagi mesra, wuuuiiiihhhh kalau deh aku sama Elane."
"Mereka kan memang saling bucin satu sama lain..." komentar Bayu.
Tak lama mereka pun tiba di sebuah rumah mewah dan besar. Ajeng bisa melihat logo singa di pintu gerbangnya yang merupakan maskot keluarga Blair.
Eagle memencet beberapa tombol dan pintu gerbang itu pun terbuka. Mobil Range Rover itu pun masuk dan menuju pintu utama mansion Blair yang semuanya didominasi warna putih dan biru navy.
"Yuk Jeng, kita ketemu dengan opa dan omanya Damian, Radhi dan Raine." Bayu mengulurkan tangannya ke Ajeng.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️