My 100th Secretary

My 100th Secretary
Sometimes I Hate My Family


__ADS_3

Mansion Blair di Staten Island New York


Kaia memeriksa iPadnya dan menemukan bahwa ada IP address yang menghack sistem CCTV Mansion nya dan tersenyum smirk lalu menatap ke arah kamera dan memberikan tanda jari tengah.


Oma Badass itu pun langsung membuat blokir dan mengirimkan bug ke iMac Bayu hingga cucunya yang super duper ngeyel tidak bisa mengakses semua CCTV yang tersebar di mansion.


Rasakan itu bocah nakal super ngeyel !


***


Ruang Kerja Bayu


"What the hell ? Omaaaa !!! AAAARRRGGHHHH !!!" Bayu menggebrak mejanya. Pria itu mencoba mengakses CCTV mansion dan lagi-lagi Kaia memblokir nya.


Bayu mengusap kepalanya kasar dan merasa gemas dengan Oma jeniusnya yang memiliki semua trik yang jauh lebih njelimet darinya. Pria itu lalu mencoba cara pintu belakang tapi tetap saja, Kaia berhasil membuatnya terpental.


"Gini amat ya punya keluarga keterlaluan jeniusnya..." Bayu memilih mematikan iMac nya. "Lebih baik aku tidur saja."


***


Mansion Blair di Staten Island New York Hari Minggu


Ajeng dan Kaia sibuk dengan acara pernikahan yang sudah disiapkan oleh Gandari. Mereka hanya membuat semakin sempurna lagi.


"Oma..."


"Ya Ajeng?" jawab Kaia sambil memeriksa iPadnya yang menunjukkan menu untuk acara resepsi.


"Kenapa Oma tadi malam memberikan jari tengah ke CCTV ?" tanya Ajeng. Jujur semalam dirinya melihat Oma badass itu mengacungkan jari tengah dengan tersenyum licik membuat gadis itu penasaran. Karena setelahnya Kaia berkutat di depan MacBook dan iPadnya.


"Kamu mau tahu kenapa Jeng?"


Ajeng mengangguk.


"Karena Bayu menghack CCTV mansion hanya demi melihat kamu !" senyum Kaia.


Ajeng melongo. "What? Serius Oma?"


"Way serius Ajeng. Bayu itu benar-benar keturunan Blair dan Giandra, super ngeyel, super banyak akal. Dia tahu tidak bisa menghubungi dengan cara apapun jadi dia berusaha melihat mu dengan mengintip dari CCTV. Dasar bocah nakal ! Sayang Oma sudah tua, kalau masih muda 40 tahun, sudah pasti Oma pukul pant@tnya pakai sandal bulu !" omel Kaia.


"Oh astaghfirullah pak Bayu ... " Ajeng tertawa geli. "Benar-benar definisi kalau ada pintu Mak mecungul, kenapa tidak dipakai."


Kaia menatap gadis cantik di hadapannya. "Teori apa itu Jeng?"


"Teori ala Ajeng."

__ADS_1


Kaia tertawa geli mendengar ucapan calon cucu menantu nya. "Owalaahhh Ajeng... Ajeng..."


***


PRC Group Building Manhattan New York Hari Senin.


Bayu datang ke kantor dengan wajah cemberut membuat Doogie tersenyum smirk karena tahu pasti Ajeng disita dan tidak boleh bertemu dengannya.


"Morning Bay. Bagaimana harimu?" tanya Doogie sambil tersenyum.


"Shut up, Doog. Sometimes, i hate my family !" Bayu pun masuk ke dalam ruang kerjanya dan membanting pintunya.


"What happened?" tanya Doogie ke Hunter yang datang bersama Bayu. Semenjak Doogie ditunjuk menjadi sekretaris Bayu, dirinya memang berangkat lebih pagi meninggalkan Hunter yang tetap menjadi pengawal Bayu.


"Ajeng disita lagi."


"Oleh Tante Gandari?" tanya Doogie bingung. "Dibawa ke galeri? Dia kan mau menikah?"


"No, ke Staten Island."


Doogie melongo. "Ke super big bosses? Mr dan Mrs O'Grady senior? Whoaaah... This is epic !" Doogie menyeringai dan menatap pintu ruang kerja Bayu. "Siapa yang bisa melawan Mrs O'Grady senior..."


"Yup." Hunter terkekeh. "Dan kamu tahu Doog, aku mendengar dari pengawal Radeva, kalau semua gadget milik Ajeng diwajibkan offline dan disita oleh Mrs Kaia O'Grady."


Saat acara lamaran kemarin, Hunter dan Doogie tidak datang karena mengurus semua persiapan di St Regis Hotel. Abiyasa memang meminta dua pengawal Bayu untuk mengurus bersama dengan asistennya.


***


Ruang Kerja Bayu O'Grady


Bayu tampak manyun di meja kerjanya sambil melihat koleksi foto-foto Ajeng dan acara lamaran kemarin. Bayu akhirnya menyerah dan nekad menelepon Mansion Blair melalui telepon biasa karena dirinya tidak bisa tanpa mendengar suara Ajeng. Baginya mood booster tersendiri agar membuat harinya enak.


Bayu tidak tahu sejak kapan dirinya sangat tergantung dengan Ajeng tapi yang dia tahu sekarang, dirinya membutuhkan Ajeng.


Suara nada panggil terdengar dan Bayu menunggu dengan sabar sampai ada yang mengangkat.


"Kediaman O'Grady."


"Who's this?"


"Martin, Sir. Dengan siapa saya berbicara?"


"Martin. Bayu O'Grady. Bisakah aku berbicara dengan Ajeng?"


"I'm sorry Master Bayu. Saya dan semua staff dilarang memberikan telepon ke Miss Ajeng. Mrs O'Grady yang memerintahkan dan anda tahu kan bagaimana grandma anda..."

__ADS_1


"Martin ! Please ! Berikan telepon nya ke Ajeng !" hardik Bayu kesal karena sampai kepala pelayan pun juga kena doktrin.


"Tapi... "


"Martin !"


"Master Bayu, Miss Ajeng sedang bersama dengan Mrs O'Grady dan saya masih mau bekerja disini."


Bayu mengumpat dengan berbagai bahasa.


"Master Bayu, maafkan saya..."


Bayu mematikan ponselnya.


Damn it !


***


Mansion Blair di Staten Island New York


"Siapa yang menelpon, Martin ?" tanya Rhett yang baru saja keluar dari ruang perpustakaan.


"Master Bayu, Mr O'Grady."


"Apa dia ingin berbicara dengan Ajeng?" tanya Rhett.


"Yes Mr O'Grady."


"Lalu?"


"Saya bilang Miss Ajeng sedang bersama dengan Mrs O'Grady dan Master Bayu mengumpati saya dengan berbagai bahasa yang saya paham bahasa Irlandia, Inggris, Perancis dan... Indonesia seperti nya" jawab Martin tenang.


Rhett tertawa kecil. "Biarkan saja dia muring-muring. Toh dia akan kekepi Ajeng selamanya setelah hari Minggu besok !"


Martin mengangguk.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2