My 100th Secretary

My 100th Secretary
Good Morning, Ajeng


__ADS_3

Mansion Giandra Jakarta Indonesia


"Jeng, kok kamu tahu ucapan Hong Wilaheng Sekareng Bawono tho?" tanya Iwan yang tahu itu adalah kidung Jawa Timur.Mantra Kidung Bawono Langgeng mengarahkan pada setiap orang tua dalam cara mendidik anak agar menjadi orang yang berguna bagi agama, bangsa dan negara baik secara spiritual juga budi pekerti serta berpengetahuan luas untuk bekal dalam kehidupannya.


"Tahu Opa Iwan. Wong almarhum papa saya selalu membacakan buku tentang sejarah Jawa, filosofi Jawa plus mendengarkan almarhum Gombloh nyanyi lagu itu. Papa saya itu sangat kental Jawanya jadi beginilah saya. Ditambah saya dari kecil tidak pernah memegang gadget, harus buku dalam bentuk sebenarnya. Sekarang sih koleksi buku-buku kami terdapat di gudang penyimpanan" senyum Ajeng yang membuat Arkananta dan Bayu menatap gadis itu kagum karena akhirnya semua orang tahu darimana kecerdasannya.


Ajeng memang receh, blak-blakan tapi semua orang mengakui dibalik itu dia gadis yang sangat menghormati orang tua, tahu unggah ungguh dan cerdas. Bayu merasa semakin cinta dan sayang dengan Ajeng yang baginya harus menjadi miliknya.


"Pantas kata Radeva, kamu pengetahuannya banyak, bahkan bisa seru kalau mengobrol dengan Aya dan Mamoru" ucap Arkananta.


"Jeng, kamu kan belum tahu kalau disini ada perpustakaan jamannya Oma Dara" senyum Bara.


"Lha Opa kok nggak bilang?"


"Jangan Opa!" cegah Bayu.


"Kenapa Yu?" tanya Danisha.


"Nanti aku dikacangi. Wong ke restaurant Pizza, buku menunya dibaca macam mau ujian saja" jawab Bayu membuat Arkananta dan Arabella terbahak.


"Duuuhhh yang Bucin takut dikacangi" ejek Arkananta.


"Shut up patung arca!" balas Bayu sambil mendelik.


"Bay, sesampainya di New York, kamu kenalkan Ajeng ke Kaia dan Rhett. Biar tahu Ajeng gimana. Soalnya Kaia penasaran" senyum Bara.


"Baik Opa."


"Terus jadinya kamu liburan dulu disini Bay?" tanya Arimbi.


"Ya Tante. Lagipula kemarin-kemarin kan cuma sebentar pas acara nikahan Valentino. Apalagi banyak saudara, beda sama sekarang." Bayu diam-diam menggenggam tangan Ajeng yang berada diatas paha. Gadis itu sempat melirik judes tapi berusaha tenang karena tahu, Bayu bakalan jadi bahan ejekan Arkananta dan bisa menyebar hingga grup chat gosip keluarga.


Acara makan malam pun membahas banyak cerita termasuk rencana pernikahan Eagle dan Elane. Ajeng sendiri sudah mulai hapal para anggota keluarga Sultan itu meskipun sebagian besar belum pernah bertemu langsung tapi soal wajah dan nama, Ajeng sudah berusaha menghapalnya.


***


Ajeng terbangun seperti biasanya pukul setengah lima pagi dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dilanjutkan ibadah subuhnya. Sempat mengalami kaget jam tubuh, tapi selama seminggu di Jakarta, Ajeng sudah terbiasa.


Gadis itu lalu menuruni tangga dan bergegas menuju dapur untuk membantu para pelayan. Meskipun sudah dilarang Arum dan Danisha, tapi Ajeng tetap saja mengeyel.

__ADS_1


"Mbak Ajeng, mau buat apa?" tanya Mirna, salah satu pelayan disana.


"Buat chicken sandwich. Kan semalam masih ada sisa buat salad kan?" tanya Ajeng.


"Masih mbak. Butuh apa lagi mbak?" tanya Mirna sambil mengeluarkan ayam dari kulkas.


"Mayonaise ada kan?" tanya Ajeng sambil memanggang roti.


"Mayonaise Jepang atau lokal mbak?"


"Mayonaise Jepang."


Mirna menyerahkan semua bahan yang diminta Ajeng yang dengan cekatan membuat beberapa potong chicken sandwich andalannya. Mirna tersenyum melihat gadis cantik itu tampak puas dengan hasil karyanya.


"Resepnya gampang ya mbak?"


"Gampang Na. Kalau besok aku sudah kembali ke New York, terus opa atau Oma minta dibuatkan, ikuti saja resep aku." Ajeng membawa piring berisikan chicken sandwich dengan roti gandum ke meja makan bertepatan Arum dan Danisha keluar kamar.


"Memang Kowe bocahe ngeyelan Jeng ( memang kamu anaknya tukang ngeyel ). Wis dikandani ora usah usrek, Ono waeeee ( sudah dibilang tidak usah reseh, ada sajaa )" omel Arum gemas dengan gadis berambut panjang itu.


"Gabut Oma" kekeh Ajeng.


Ajeng memang tidak tahu jika ada perpustakaan disana apalagi gadis itu lebih banyak bersama dengan penghuni Mansion mengobrol banyak hal atau tidak pergi bersama Radeva dan Devan mengunjungi para sepupunya.


"Matur nuwun Oma. Nanti habis sarapan, saya ta cek dan ricek" jawab Ajeng manis.


"Kamu buat apa Jeng?" tanya Arum yang melihat piring-piring yang sudah ada masing-masing dua potong roti.


"Chicken sandwich ala Ajeng, Oma."


"Bayu belum bangun Jeng?" tanya Arum sambil celingukan mencari cucunya.


"Dereng Oma ( Belum Oma - bahasa Jawa )" jawab Ajeng sambil meletakkan kentang goreng yang sudah digoreng oleh Mirna.


"Kamu bangunin deh!"


"Duh Oma. Kan pak Bayu masih jadi soto Bangkong..."


"Kodok Bangkong, Ajeng. Jangan dipelesetkan deh" kekeh Danisha.

__ADS_1


"Tapi Oma, bagaimana kalau pak Bayu jadi angin Lisus?" tanya Ajeng panik.


"Kamu bangunin sambil bawakan makanan dan kopi. Pasti bangun. Oh Jeng, jangan lupa bawa garpu buat jaga-jaga kalau Bayu kumat Lisus nya" seringai Arum.


***


Ajeng membawakan sepiring chicken sandwich, kopi dan garpu diatas nampan yang dibawanya menuju lantai dua. Kamar Bayu memang bersebrangan dengan kamar Ajeng, kamar satu tempat tidur. Kamar yang dipakai Radeva dan Devan memiliki dua tempat tidur yang berdampingan.


Gadis itu lalu mengetuk pintu kamar Bayu setelah meletakkan nampannya diatas meja Konsul.


"Pak Bayu? Pak Bayu?! Pak Lisus?" panggil Ajeng. Tidak ada gerakan apapun, membuat Ajeng mencoba membuka gagang pintu dan tersenyum saat tahu kamar Bayu tidak dikunci.


Perlahan Ajeng membuka pintu kamar lebar-lebar lalu mengambil nampannya dan masuk kedalam kamar Bayu yang remang-remang. Ajeng meletakkan nampan diatas meja kerja disana lalu menghampiri Bayu yang masih tidur dengan posisi tengkurap tanpa mengenakan pakaian.



Ajeng merasa AC kamar Bayu sangat dingin tapi yang tidur tampak nyenyak tidurnya.


"Beruang Grizzly memang beda ya kalau sudah hibernasi" gumam Ajeng sambil membuka gorden agar terlihat terang apalagi sudah masuk jam enam pagi.


Ajeng mendekati Bayu lagi dan menatap dengan dekat wajah Bossnya yang masih terlelap.


"Kalau gini nggak jadi beruang Grizzly tapi jadi kodok Bangkong..." Ajeng cekikikan. "Pak Bayu, ayo bangun... Ditunggu Oma. Oh, kopi dan sarapan ada di kamar tapi alangkah baiknya.. AAAKKKHHH.."


Ajeng terkejut ketika Bayu menarik tangannya lalu menggulingkan tubuhnya hingga dirinya ditindih oleh pria itu diatas tempat tidur.


Mata Ajeng mengerjap-ngerjap tampak kaget dan bingung. Ya ampun mas Kal-el, beneran Superman... kuat banget.


"Good morning calon istri aku ..." sapa Bayu sambil tersenyum lalu mencium bibir Ajeng lembut membuat gadis itu freeze.


Ya Allah, aku merinding... ternyata begini rasanya dicintai sedemikian rupa...


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2