My 100th Secretary

My 100th Secretary
Bonchap - Doogie dan Keira


__ADS_3

Apartemen Kimberly dan Keira Wyatt


Keira membuka pintu saat melihat kedua orangtuanya datang dan tanpa Doogie duga, Keira langsung memeluk dirinya.


"Kei senang Daddy sudah tidak menjadi agen rahasia lagi..." ucap Keira sambil memeluk Doogie erat.


Doogie menatap Kimberly dengan tatapan yang tidak bisa terbaca. Hatinya merasa terharu dan senang menjadi satu. Doogie langsung membalas pelukan Keira dan mencium pucuk kepala putrinya. "Daddy bukan James Bond, Keira..."


"Tapi kan tetap saja harus menunaikan tugas rahasia Daddy?" eyel Keira. "Lho, muka Daddy kenapa?"


"Kei, masuk dulu. Ambil kompres yang biasa kamu pakai kalau jatuh. Yang baru ya ..." pinta Kimberly. Keira lalu melepaskan pelukannya dan berjalan cepat ke lemari es untuk mengambil persediaan kompres disana. Keira mudah terkena memar akibat fungsi hatinya yang tidak normal hingga Kimberly harus menyediakan kompres banyak.


"Ayo, Douglas. Masuk dulu, biar aku siapkan teh untukmu..." ajak Kimberly.


Doogie pun masuk ke dalam apartemen dan menutup pintunya. Pria tinggi itu pun berjalan menuju kursi makan dan tampak Keira menghampiri dirinya lalu menempelkan kompres di pipi ayahnya. Doogie tersenyum melihat wajah khawatir putri cantiknya.


"Daddy dipukul siapa?" tanya Keira sambil duduk bersebelahan dengan Doogie. Meja makan milik Kimberly memang termasuk imut untuk empat orang tapi sangat aesthetic.


"Dipukul sahabat Daddy..." jawab Doogie sambil memegang Kompres di pipinya.


"Kenapa?"


"Karena Daddy tidak tahu sudah punya kamu, Kei... Sahabat Daddy, uncel Hunter McDouglas, merasa Daddy adalah orang paling menyebalkan di dunia.."


"Kenapa?" tanya Keira lagi yang tampak penasaran dengan Lika liku pemukulan ayahnya.


"Karena sayang, Daddy sudah punya putri yang sangat cantik dan dia belum.." senyum Doogie.


"Kompetisi unfaedah..." gerutu Keira membuat Doogie terbahak namun setelahnya dia meringis kesakitan.


"Keira, jangan buat Daddymu tertawa dulu. Kasihan pipinya sakit..." tegur Kimberly sambil meletakkan cangkir berisikan teh ke Doogie.


"Thank you Kimmy..." senyum Doogie.


"Kita makan malam dulu. Bagaimana jika kita makan malam disini. Bagaimana dengan pasta ? Salmon spaghetti ?" tawar Kimberly.


"Deal !" seru Doogie dan Keira bersamaan membuat Kimberly terperangah melihat bagaimana kompaknya mereka berdua.


"Oh astagaaaa..." kekeh Kimberly. "Kei, mau membantu mommy atau mau ngobrol sama Daddy?" tawar Kimberly sambil mengenakan apronnya.


"Bolehkah Kei ngobrol dengan Daddy? Sekaliiii saja Kei tidak membantu mommy?" pinta Keira penuh harap.


Kimberly tersenyum. "Boleh. Tapi kamu siapkan camilan untuk Daddy dan air mineral ya."

__ADS_1


"Oke mommy." Keira mengambil camilan berupa buah - buahan yang sudah dipotong-potong oleh Keira sebelumnya dari kulkas dan dua botol air mineral.


"Kata mommy, Kei harus makan banyak buah agar fungsi hati tetap baik. Camilan Kei jadinya ini meskipun kadang ingin chips ..." ucap Keira sambil meletakkan semangkuk buah-buahan.


"Malah bagus dong Keira. Kulit mu jadi cerah dan sehat" ucap Doogie sambil mengambil sepotong semangka.


"Daddy... "


"Kamu mau tanya apa?" senyum Doogie.


Kimberly sibuk memasak di dapur yang berdekatan dengan meja makan sambil mendengarkan percakapan putri dan Doogie.


"Setelah Daddy tidak menemukan mommy, Daddy kemana?" tanya Keira.


"Daddy mencari mommymu sampai ke Dublin tapi tidak menemukan kalian dan Daddy mendapatkan tugas lagi ke Argentina dan disana Daddy harus bertugas hampir enam bulan bersama dengan Uncle Hunter. Setelah dinas disana, Daddy kembali ke London dan berusaha mencari kalian lagi tapi ternyata tugas negara tidak berhenti..." ucap Doogie dengan nada menyesal.


"Kalian berkeliling kemana lagi?" tanya Kimberly.


"Aku dan Hunter dikirim ke Kuala Lumpur hingga ke Sydney dan Adelaide... Dan kami merasa sudah cukup lelah. Kami ingin pekerjaan yang tenang, stabil dan tidak kesana kemari ..." jawab Doogie.


"Terus bagaimana Daddy?"


"Daddy bertemu dengan Mr Abiyasa O'Grady di sebuah acara kemiliteran di London dan dia melihat Daddy bersama Uncle Hunter. Mr O'Grady tahu kita sama-sama keturunan Irlandia dan menawarkan menjadi pengawal pribadi putranya, Bayu O'Grady. Tanpa pikir panjang kami menerima tawaran itu dan resign dari dunia militer lalu pindah ke New York."


"Sudah berapa lama kalian bersama ?" tanya Kimberly.


"Kenapa Daddy belum menikah?" tanya Keira.


"Karena Kei, Daddy menikmati bekerja bersama dengan Uncle Bayu. Kami pernah gegeran di Brazil, Hongkong, dan beberapa negara lainnya. Situasinya jauh lebih seru dibandingkan saat di dunia militer..." senyum Doogie.


"Really?" tanya Keira. "Gegerannya macam apa?"


Doogie pun bercerita bagaimana mereka harus terbang ke Mexico, Brazil, Hongkong dan Turin saat ipar Bayu, Dante Mancini, mengalami kecelakaan. Mereka membantu mencari tahu siapa pelakunya yang belum tertangkap hingga sekarang.. Kimberly dan Keira tampak serius mendengarkan cerita Doogie yang tanpa terasa spaghetti buatan wanita itu siap.


"Jadi Mr O'Grady sempat dipenjara di Hongkong?" tanya Kimberly sambil makan spaghettinya. "Bersama kalian?"


"Dan beberapa anggota law enforcement lainnya... Agen FBI aktif, agen Mossad, agen BND dan agen BIN ..." cengir Doogie.


"Dad, itu sangat seru !" celetuk Keira.


"Tapi endingnya, kami tidak boleh masuk Hongkong hingga waktu tidak ditentukan..." senyum Doogie.


"Bukan sesuatu hal yang merugikan buat kalian kan?" tanya Kimberly.

__ADS_1


"Nope. Untungnya bisnis kami di Hongkong tidak sebesar di China jadi bukan masalah..." jawab Doogie.


***


Doogie dan Keira memutuskan untuk mencuci piring dan peralatan masak bersama karena Kimberly sudah memasak untuk mereka bertiga. Dan kini Kimberly berpamitan untuk mandi, Doogie dan Keira menggantikan tugas wanita itu.


"Kei, apakah kamu bisa pergi bersama Daddy untuk memeriksakan kondisi hati mu? Daddy juga mau memeriksakan punya Daddy..." ucap Doogie sambil membilas piring dan memberikan pada Keira untuk mengelapnya.


"Daddy mau menjadi donor buat Kei?" tanya Keira penuh harap.


"Absolutely... Daddy ingin kamu sehat dan kita bisa berjalan-jalan kemanapun..." senyum Doogie. "Bagaimana?"


Keira tampak termenung. "Daddy, bolehkah Kei minta sesuatu?"


"Apa itu?" tanya Doogie sambil membersihkan kitchen sink.


"Jika hati Daddy cocok dan bisa menjadi donor Kei..."


"Ya?"


"Kei hanya minta satu hal..."


"Which is?"


"Kei ingin melihat Daddy dan Mommy bersama lagi. Kei ingin keluarga yang utuh, tidak seperti ini. Kei dan mommy, Daddy di rumah sendiri..."


Doogie tertegun mendengar permintaan putrinya. "Keira, semua itu masih belum dibicarakan kami berdua. Mommymu dan Daddy baru saja bertemu lagi, kamu juga baru tahu punya Daddy dan Daddy punya kamu... Kita butuh adaptasi dulu ... Sepuluh tahun kita tidak bertemu lho Kei... Daddy ingin mengejar waktu yang hilang bersama kamu ... "


"Apakah Daddy tidak cinta mommy?" tanya Keira.


"Sejujurnya? Sampai detik ini, Daddy masih ada perasaan pada mommy mu tapi entah dengan mommy mu. Kedengarannya mungkin klise tapi untuk bersama, kami harus menyamakan perasaan dan visi kami... Kamu paham kan Kei? Sementara kita seperti ini dan percayalah pada Daddy, Daddy tidak akan pernah meninggalkan kamu lagi..." jawab Doogie serius.


"Orang dewasa benar-benar pelik..." gumam Keira dengan gaya sok bijak.


"Berbahagialah dan nikmatilah kehidupan kamu yang masih menjadi anak kecil..." cengir Doogie. "Karena menjadi dewasa itu semakin kompleks permasalahannya..."


Keira memeluk Doogie erat.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2