My 100th Secretary

My 100th Secretary
Bonchap - What The...


__ADS_3

PRC Group Building Manhattan New York, lt 15 ruang kerja Bayu.


Bayu langsung membuka iMac nya dan mencari tahu soal nama Kimberly yang baru masuk ke perusahaannya. Tak lama munculah nama dan foto Kimberly Wyatt. Bayu mempelajari dengan seksama dan mata birunya terbelalak saat tahu Kimberly pernah menikah tapi nama suami tidak dicantumkan dan memiliki putri berusia sepuluh tahun bernama Keira Wyatt.


"Kok tidak pakai nama belakang suaminya sih?" gumam Bayu. "Mungkin ada masalah di pernikahan jadi tidak mau mencantumkan nama mantan suaminya. Pindahan dari Oklahoma... Sebelumnya bekerja di London. Lahir di Cork, Irlandia... Oh ... Haaaahhh? Orang Irlandia?"


Bayu menatap pintu ruang kerjanya tempat Doogie bekerja disana. "Apa mereka berdua bertemu di Cork atau London? Tapi Doogie dan Hunter anak Dublin..."


Bayu membaca lagi data Kimberly dan mengetahui bahwa gadis itu memasukkan nama putrinya dalam asuransi yang memang hak pegawai dengan anggota keluarga intinya.


"Kerusakan Hati?" Bayu mulai membongkar data asuransi yang wajib dilaporkan semua pegawai. Wajah Bayu tampak sedih kenapa gadis cilik itu menderita kerusakan hati dan sedang menunggu donor.


***


Ruang Desain Lt 15


"Halo, aku Alesha. Selamat datang di PRC Group" sapa Alesha sambil mengulurkan tangannya ke Kimberly.


"Halo, aku Kimberly. Mohon dibimbing dan bantuannya karena aku belum tahu ritme pekerjaan disini" balas Kimberly sambil tersenyum manis.


"Yang jelas, disini kamu tidak boleh bilang 'I can't do it' karena harus yakin 'I can' ! Tenang saja, jika ada yang kamu tidak paham, bisa tanya sama kita-kita asalkan kamu bekerja sungguh-sungguh. Disini enak tapi kita juga harus tahu timbal baliknya" senyum Alesha.


"I see. Terima kasih atas heads up nya."


"No problemo..."


"Wyatt !" panggil manajer desain.


"Yes Sir ... ?" Kimberly menghampiri Bossnya. "Bagaimana?"


"Kamu orang asli Irlandia kan?"


"Yes Sir."


"Paham budaya Irlandia? Style rumah khas Irlandia?" tanya sang manajer.


"Paham Sir."


"Desain kamar tidur ini dengan nuansa Irlandia." Manajer itu memperlihatkan layout pada Kimberly. "Sudah aku kirimkan ke akun khusus milikmu di perusahaan ini. Buat hari ini dan jam satu siang ini. Jika cocok, klien akan melanjutkan ke ruangan lainnya."


"Tapi kenapa saya, Sir?"


"Karena pegawai yang berdarah Irlandia lainnya, gagal memberikan kepuasan klien. Oh, dia masih ada kekerabatan dengan Boss ...Mr O'Grady junior."


Kimberly mengangguk. Jika ada kekerabatan, berarti harus berbeda karena klien nya pasti tidak mau ala Irlandia pada umumnya dan harus sophisticated. "Saya terima tugas ini Sir."


"Good. Buat saya terkesan, Wyatt."


***

__ADS_1


Ruang Kerja Bayu


"Sekarang, katakan padaku, siapa Kimberly Wyatt." Bayu menatap tajam ke pengawalnya yang sudah seperti saudaranya sendiri.


"Bay, sudah aku bilang, aku akan menceritakan suatu saat nanti tapi ti..."


"Kimberly memiliki anak perempuan yang sedang sakit. Gadis cilik itu menderita kerusakan hati akibat virus Hepatitis B saat dia bersekolah di Oklahoma dan sekarang dia menunggu donor hati. Apa kamu tahu itu?" Bayu memberikan print out hasil kekepoannya pagi ini.


Doogie mengambil kertas itu dan membacanya. "Putri? Usia sepuluh tahun?" bisik Doogie dengan wajah bingung.


"Yes. Data valid karena begitu seorang pegawai resmi masuk PRC Group, data keluarga inti pun dimasukkan untuk asuransi. Dan Kimberly sudah memberikan semua datanya berdasarkan dari pemeriksaan dokter. Semua berkas kesehatan, dia berikan..." Bayu menatap Doogie yang masih tidak berkata-kata. "Doog? Douglas ?"


"Bay... Siapa suaminya?" tanya Doogie.


"Hah? Suaminya siapa?" balas Bayu bingung.


"Suaminya Kimberly."


"Mana aku tahu ! Kimberly tidak memberitahukan berarti antara mereka sudah berpisah atau sudah meninggal. So, apa kamu mau memberitahukan padaku, bagaimana kamu bisa bertemu Kimberly?"


Doogie menatap Bayu. "Bay, aku sayang padamu seperti adikku sendiri tapi untuk kali ini, tolong biarkan aku selesaikan sendiri. Ini urusan aku Bay... Please, kamu jangan terlalu kepo dan masuk ke ranahku... Okay?" Doogie pun berdiri dan berjalan keluar dari ruang kerja Bayu yang hanya melongo melihat asistennya tampak kalut.


"What the... Tunggu... Masa sih... WHAAAATTTT !" teriak Bayu setelah pintu ruangannya tertutup.


***


Sepuluh tahun... Usianya berarti pas saat itu ... Apakah dia anakku? Kenapa Kimberly tidak bilang kalau saat itu... Doogie mengusap wajahnya.


Aku harus cari tahu sendiri ! Doogie melihat alamat apartemen Kimberly dan menyimpan semua data tentang gadis itu di ponselnya.


Doogie pun menelpon Bayu dari meja nya. "Bay, aku keluar sebentar. Aku pulang pas jam makan siang karena hari ini kamu tidak ada tamu."


"Kamu mau kemana?" tanya Bayu di seberang.


"Ke bar buat mabok !" balas Doogie asal lalu menutup teleponnya dan bergegas menuju lift.


***


Apartemen Kimberly dan Keira Wyatt


Doogie tiba di depan pintu apartemen Kimberly dan rasanya keringat dingin mengalir di dahinya. Jantung Doogie berdegup kencang seperti saat dirinya masih di militer dan mengintai musuh. Pria itu pun memberanikan diri untuk memencet bel apartemen itu.


Tak lama pintu itu terbuka dan Doogie melihat seorang gadis cilik dengan rambut merah seperti Kimberly tapi wajahnya... Wajahnya sangat mirip dirinya.


"Ya ? Cari siapa?" tanya gadis cilik itu.


"Hai. Aku Douglas O'Leary dari PRC Group ..."


"Apakah mommy baik-baik saja?" potong gadis cilik itu panik.

__ADS_1


"Siapa nama mommy mu?" tanya Doogie sambil memperlihatkan id card PRC Group.


"Kimberly Wyatt."


"Mommy mu baik-baik saja. Tapi ada data yang mommymu belum masukkan ke perusahaan. Apakah kamu putri Kimberly Wyatt?"


"Yes."


"Namamu?"


"Keira Wyatt."


"Kenapa kamu tidak sekolah?"


"Aku sekolah tapi homeschooling. Apa data mommy yang kurang?" tanya Keira penasaran.


"DNA kekeluargaan. So, apakah aku boleh meminta DNA mu di kapas ini?" Doogie mengambil sebuah plastik berisikan cotton Bud di dalam tabung tertutup seperti yang biasa dipakai oleh law enforcement untuk bukti.



"Sure. Untuk asuransi ya? Pipi sebelah kiri kan swab nya ?" ucap Keira seperti sudah biasa.


"I... Iya" jawab Doogie sambil menyerahkan tabung kecil itu dan Keira pun membukanya lalu mengusap sendiri ujung kapas itu di dinding mulutnya sebelah kiri lalu memasukkan lagi ke dalam tabung dan menutupnya.


"Sudah !" senyum Keira membuat Doogie melongo karena mirip dengan dirinya.


"Terimakasih." Doogie menyimpan tabung itu di dalam tas selempang Louis Vuitton nya.


"Mr O'Leary..."


"Yes?"


"Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Keira.


"Kenapa kamu bilang begitu?" tanya Doogie.


"Entah. Rasanya kok aku seperti pernah bertemu denganmu..."


Doogie diam saja.


***


Yuuhuuuu Up Siang Yaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2