
Kamar Bayu O'Grady
"Pak... Eh mas Kal-el... Saya pulang ya?"
Bayu menoleh ke arah tunangannya. "Pulang?"
"Ya iyalah mas Kal-el. Apa kata DC Universe kalau tahu Kal-el dan Lois Lane serumah?"
"Lha kan Kal-el memang sebelum menikah kan serumah dulu ... Addduuuhhh!" Bayu merasakan pinggangnya ditusuk jari Ajeng.
"Nggak gitu Bambaaaanngggg!!!" hardik Ajeng kesal. "Mboten patut ( Nggak pantas )! Saya dikirim langsung pakai DHL ke Solo pak !"
Bayu tertawa terbahak-bahak mendengar umpatan khas keluarganya menulari gadisnya.
"Kamu tahu Jeng, sahabat Juliet yang bernama Shayna, suaminya bernama Bambang" kekeh Bayu. "Dan kami sampai harus menahan diri kalau ada dia." ( Baca Romeo Untuk Juliet ).
"Serius pak... eh mas?"
"Serius. Namanya Bambang. Valentino dan Arka yang suka lupa ngumpat pakai namanya."
"Jadi... saya nggak pulang ke apartemen saya mas?" tanya Ajeng.
"Ajeng sayang, ini sudah jam berapa? Sudah kamu tidur disini, saya tidur di sofa ruang tengah."
"Mas Kal-el memang tidak ada kamar lagi?" Ajeng merasa kasihan mengingat Bayu harus tidur diatas sofa yang tidak sebesar tempat tidurnya.
"Ada tapi dari sofa ruang tengah, aku bisa mengawasi kamu." Bayu celingukan. "Jeng, karena apartemen aku tidak ada baju wanita, aku pesankan baju saja ya. Kan ada layanan pengiriman 24 jam area Manhattan."
"Mas Kal-el kasihan bobok disana. Biar aku aja tidur di kamar tamu..."
"No Ajeng. Sudah, kamu tidur sini. Aku keluar dulu, sambil menunggu bajumu datang." Bayu pun keluar dari kamarnya sambil membawa mug kopinya meninggalkan Ajeng yang hanya tersenyum melihat sikap ngebossy Bossnya... eh tunangannya.
Tunggu! Kalau ketahuan aku pakai cincin tunangan... Lha bahaya dong ! Semua orang tahu kalau aku sudah tunangan! Duh modyar ! Ajeng pun panik lalu mengambil kotak beludru yang diletakkan diatas nakas dan melepaskan cincin itu. Ajeng memasukkan cincin cantik itu ke dalam kotaknya.
"Kok dimasukkan ke kotak lagi Jeng?" Bayu menatap tidak suka ke Ajeng saat masuk ke dalam kamar nya.
__ADS_1
"Pak... eh mas Kal-el bukan tanpa alasan saya melepaskan cincin dari mas. Apa mas Kal-el lupa kalau saya masih terikat kontrak? Apa kata dunia persilatan kalau tahu saya pakai cincin tunangan? Bisa ramai pak... eh mas."
"Kamu takut Jeng?"
"Tepatnya lebih menjaga kedamaian dunia metropolis dan soul society."
"Hah? Kamu menggabungkan kota Superman dan Bleach?" Bayu tertawa geli.
"Lho pak Bayu tahu manga Bleach?" Ajeng menatap takjub ke tunangannya.
"Siapa yang tidak suka dengan manga dan anime itu? Siapa tokoh favorit kamu ? Pasti Ichigo kurosaki."
Ajeng menggelengkan kepalanya. "Anda salah mas Kal-el."
"Uryū Ishida?"
"Quincy? No. Tokoh favorit aku adalah Kuchiki Byakuya. Paling suka jurusnya Senbon Zakura Kageyoshi." Ajeng tampak menatap Bayu dengan perhatian. "Aku lihat-lihat mirip mas Kal-el deh."
"Apanya Jeng?"
Bayu tersenyum lalu mencium hidung Ajeng. "Jadi cincinnya aku simpan Jeng?"
"Iya mas. Biar aku tidak bingung ditanyakan banyak orang dan tidak membuat ramai di kantor."
Bayu teringat ucapan Blaze yang meminta agar tidak menekan dan membuat Ajeng over thinking. "Baiklah Jeng. Sampai waktunya aku melamar kamu resmi, aku simpan ya?"
"Jangan dikasih ke orang lain lho mas !" Ajeng menatap Bayu judes.
Pria itu tersenyum simpul. "Aku suka kalau kamu sudah mulai posesif sama aku Jeng karena artinya, kita sama-sama hanya untuk satu sama lain."
"Kalau mas Kal-el macam-macam, saya laporan ke Bu Gandari dan pasti pak Bayu kena hajar."
"Kamu sekarang sudah punya sekutu ya Jeng?" Bayu memicingkan matanya.
Ajeng hanya mengangguk sambil tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1
Suara bel pintu apartemen Bayu berbunyi dan pria itu bergegas menuju sumber suara.
Tak lama pria itu datang membawakan paper bag dari brand ternama. "Jeng, ini ada baju tidur, panties, dan baju buat ganti besok."
Ajeng melongo. "Panties? Underwear? Memangnya mas Kal-el tahu ukuran saya?"
"Yaaaa kira-kira lah. Anggap saja ajaran sebelum kasih seserahan ke kamu" jawab Bayu cuek membuat Ajeng semakin pening.
"Mas Kal-el..."
"Yes Lois Lane?"
"Kamu Membagongkan!"
"Sudah turunan tidak bisa jadi tanjakan tapi bisa jadi acuan dan pedoman" balas Bayu sambil nyengir.
"Astaghfirullah..." Ajeng hanya menggelengkan kepalanya.
***
Malam itu Ajeng tidur di kamar Bayu mengenakan piyama lengan pendek dan celana panjang. Bayu memilih tidur di sofa nya dengan kaos rumah hitam dan celana panjang plus selimut.
Menjelang jam tiga pagi, Bayu terbangun dan masuk ke dalam kamarnya sambil memandangi tunangannya yang tidur nyenyak. Bayu betah berlama-lama menatap wajah Ajeng.
Apa aku halalkan saja sesegera mungkin ya? Tidak sabar bisa berduaan seperti ini. Bayu menyingkirkan anak rambut Ajeng ke belakang telinganya.
Wis tidur Bay. Kamu besok bisa kesiangan! Bayu pun kembali ke sofa dan memejamkan matanya. Tak lama pria itu masuk ke alam mimpi.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️