
Ruang VIP RR's Meal New York
Para pria generasi keenam yang berada di New York, berkumpul semuanya di ruang VIP khusus keluarga di RR's Meal. Mereka memilih disana karena bisa bebas tanpa ada orang yang kepo.
Bayu O'Grady, Dante Mancini, Radeva Dewanata, Michel de Luca, Antonio Bianchi, Alexis Accardi, Nelson Blair, semuanya berkumpul disana.
"Sayang Gio dan Mamoru sedang sekolah. Kalau tidak, sudah gabung deh sama kita-kita" ucap Nelson. "Devan juga tidak bisa kabur dari Massachusetts."
"So, acaranya besok malam di Ritz Carlton?" tanya Radeva.
"Yup. Datang Va bawa Aya sekalian." Dante menatap ke arah iparnya. "Bagaimana rasanya kabur dari angin Twister?"
Radeva terbahak sedangkan Bayu cemberut mengingat kejadian itu. Sepupunya yang lain hanya cekikikan karena gara-gara Luke Bianchi, jadi ramai.
"Beneran deh mommy tuh!" gerutu Bayu.
"Bay, besok bawa Ajeng saja ke acara pameran." Antonio menatap pria bermata biru itu. "Biar bertemu dengan Deya, Veena dan Lele."
Dante menoleh ke arah Antonio dan wajahnya tampak judes. "Seriously? Kamu masih memanggil istriku Lele?"
"Hei, kamu kan pendatang jadi... Terserah aku lah" jawab Antonio cuek.
"Ya ampun kalian dah jadi ipar saja masih ribut?" gelak Radeva.
"Enak saja manggil Leia itu Lele" gerutu Dante manyun.
"Hei, itu panggilan sayang sama saja dengan Tomat." Antonio tersenyum usil.
Bayu menggelengkan kepalanya tapi matanya melihat ke layar ponsel membuat Alexis melirik ke arah benda pipih itu dan tersenyum. "Kamu stalking Ajeng?"
Bayu menoleh ke arah Alexis. "What?"
"Kamu selalu melihat Ajeng. Kenapa Bay? Takut Ajeng hilang?" goda Alexis.
"Whaaaatttt? Bayu mengawasi Ajeng? Memangnya kamu agen NSA?" ejek Nelson.
"Oh come on guys. Aku takut kalau Ajeng dibawa pergi ibu negara jadi aku berjaga-jaga lah" elak Bayu.
"No Bay, kamu terlalu Bucin ! Itu intinya dari semua ini. Bay, jangan sampai Ajeng tahu karena dia akan merasa tidak nyaman dan bukan tidak mungkin, dia akan pergi karena keinginannya sendiri. Dan pada saat itu, kamu akan sulit membuat dia mau kembali padamu !" ucap Michel.
Bayu tampak termenung dan teringat bagaimana Ajeng marah saat tahu diawasi dan merasa tidak diberikan kepercayaan. Sampai-sampai mau membeli obeng buat bikin kempes lengannya.
"Jangan lihat ponselmu Bay. Ajeng baik-baik saja di kantor" senyum Nelson.
***
Jam tiga sore Ajeng sudah siap untuk mendampingi Bayu hadir dalam meeting per tiga bulan dan saat Ajeng hendak menelpon Bayu, pria itu keluar dari lift khusus.
"Semua sudah di ruang meeting, Ajeng?" tanya Bayu.
"Sudah pak."
"Jeng, kamu punya gaun bagus?" tanya Bayu tiba-tiba membuat Ajeng menghentikan langkahnya. Untung mas Kal-el pakai bahasa Indonesia.
"Ada pak. Kenapa?" tanya Ajeng bingung.
__ADS_1
"Besok kamu bawa ke kantor. Kamu mandi dan dandan disini."
"Memangnya ada apa pak?"
"Besok kamu temani saya acara pameran wine di Ritz Carlton."
Ajeng melongo. "Tapi pak, itu kan acara jetset sedangkan saya Jetpack..."
Bayu hanya melengos. "Pokoknya besok kamu sudah bawa sesuai dengan perintah saya !" Pria itu lalu meninggalkan Ajeng menuju ruang meeting.
"Lha? Kok jadi angin mamiri?" gumam Ajeng bingung. "Memang tadi salah makan, apa?"
***
Keesokan harinya Ajeng membawa tas baju yang berisikan gaunnya yang menurutnya
cocok untuk acara pameran wine. Setelah menyiapkan semua keperluan Bayu, Ajeng mulai bekerja seperti biasanya.
Tak lama Bayu keluar dari lift khususnya sambil membawa tas jasnya dan Ajeng melihat brand tas jas adalah Brioni. Ajeng tampak kurang familiar karena dia mengira Bayu akan membawa Armani atau Tom Ford atau Ermenegildo Zegna.
"Kamu sudah bawa gaun nya Jeng?" tanya Bayu.
"Sudah pak."
"Good." Bayu pun masuk ke dalam ruang kerjanya.
Ajeng yang kepo fashion, langsung mencari merk Brioni di internet. Ternyata adalah brand asal Italia yang spesialisasi suit pria eksklusif dicustom sesuai dengan ukuran tubuh pelanggan nya.
Ya iyalah ! Badannya mas Kal-el aja segedhe gaban!
Menjelang jam lima sore, Ajeng bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tiba-tiba pintu ruang kerja Bayu terbuka. "Jeng, bawa tas kamu. Masuk !"
Ajeng yang sudah siap untuk ke kamar mandi karyawan pun akhirnya masuk ke dalam ruang kerja Bayu. Tampak pria itu sudah rapi dan wangi dengan suitnya. Ajeng merasa sesak nafas melihat pacar Weekend nya tampak tampan.
"Kamu mandi disini saja." Bayu membuka pintu yang terdapat ruang istirahat dan menggandeng Ajeng masuk ke dalam. Pria itu membuka pintu kamar mandi yang tampak mewah tapi sangat maskulin.
"Tapi pak...?"
"Kamu mandi disini. Atau kamu, mau saya mandikan... Addduuuhhh !" Bayu terkejut ketika Ajeng menusuk pinggangnya.
"Pak Bayu njelehi !" Ajeng langsung masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintunya. Tak lama Ajeng membuka pintunya. "Pak Bayu nggak boleh disini ! Pamali !"
"Lho kenapa? Aku kan sudah lihat kamu ganti baju ... "
"Pak Bayuuu !" bentak Ajeng kesal. "Saya pulang saja..."
"Jangan-jangan ! Aku tunggu di ruang kerja." Bayu pun keluar dan menutup pintu ruang istirahat nya. Ajeng pun menutup pintu kamar mandi dan segera membersihkan diri.
Setengah jam kemudian, Ajeng keluar dari kamar pribadi Bayu dan mulut pria itu menganga melihat sekretarisnya sudah berubah menjadi teman kencan yang membuatnya tidak ingin dibawa ke publik karena pasti bakalan banyak pria yang tertarik.
"Jeng, kamu kencan sama aku saja ya, nggak usah ke pameran."
"Kenapa pak? Bajunya nggak bagus ya?" Ajeng tampak panik.
Bayu memeluk pinggang Ajeng. "Bukan sayang, kamu cantik banget. Harusnya aku macam Superman ya punya sinar laser dari mataku jadi buat pria yang jelalatan lihat kamu, langsung bye bye world!"
__ADS_1
Ajeng terbahak. "Pak Bayu terlalu parno!"
"Eh beneran Jeng !" Bayu mengambil mantel untuk dipakaikan ke Ajeng, mantel yang sudah dia siapkan.
"Pak Bayu, mantelnya bagus. Terimakasih" senyum Ajeng yang tahu mantelnya sudah buluk.
"Buat kamu memang..." ucap Bayu. Ajeng melihat kotak long coatnya bermerek Burberry.
"Pak Bayu..."
"Sudah! Yuk berangkat !"
"Pak..."
"Apalagi Jeng?"
"Jangan gandengan... Nanti dilihat orang, nggak enak !" Ajeng melirik ke arah tangan nya yang digandeng Bayu.
"Sorry, kebiasaan Jeng."
Keduanya pun keluar dengan membawa tas dan berjalan menuju lift khusus.
***
Hotel Ritz Carlton New York
Bayu dan Ajeng berjalan masuk ke dalam lobby hotel dan menuju ruang pameran. Kehadiran CEO Giandra Otomotif Co itu menjadi daya tarik sendiri para tamu undangan apalagi dia didampingi seorang gadis yang belum pernah dipublikasikan.
Raveena, Savrinadeya dan Leia yang melihat Bayu datang bersama Ajeng, langsung menghampiri keduanya. Gadis itu sedikit gelagapan melihat ketiga wanita cantik-cantik itu tapi wajahnya tampak kepo, terutama wanita bule yang memiliki wajah mirip Radeva itu.
"Bayu O'Grady... Ini yang disita Tante Gandari?" goda wanita berdarah Jepang dengan wajah dingin.
"Ajeng, perkenalkan ini istri-istri trio mafia kemarin."
Pantas para mafia itu jatuh cinta dengan saudaranya mas Kal-el ... Wong cantiknya seperti ini.
Ajeng tersenyum manis. Aku insecure maaakkk !
Yang modusnya nggak habis-habis
Yang insecure
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1