
Mansion Giandra Jakarta Indonesia
Ajeng masih mengobrol dengan para Oma, Amaranggana dan Anjani ketika terdengar suara membuat penghuni Mansion melengos.
"Assalamualaikum. Tok... Oh Atok? Opah? Kak Ros?"
"Wa'alaikum salam" balas semua orang.
Ajeng melongo. Apa hal Upin Ipin pindah ke mansion?
Tak lama muncul seorang pria berwajah jahil bersama dengan wanita yang sedang hamil, di belakangnya pria tampan berwajah cool bersama dengan wanita bule bermata biru dan di jalur tiga pria berwajah kalem bersama dengan wanita yang sedang menggendong bayi.
"Whoah! Ada alien... " celetuk pria berwajah jahil itu. "Siapakah dikau wahai kisanak?" tanyanya sambil mengulurkan tangannya.
Ajeng cekikikan mendengar ucapan pria itu. "Ajeng Pratiwi."
"Arkananta Baskara. Perkenalkan kami ini rombongan dari kampung durian runtuh yang datang ke mansion Giandra..." Arka menatap Ajeng lalu melihat Radeva dan Devan yang menghampiri. "Jangan bilang ini sekretaris si angin mamiri..."
Ajeng memegang pelipisnya. Ada pula angin mamiri?
"Yup. Ajeng, aku perkenalkan ulang ya karena mumpung mereka datang live. Ini Arkananta dan istrinya Arabella tapi sering diplesetkan boneka Annabelle. Arka cucu langsung Opa Bara dan Oma Gendhis. Kalau ini kakak beradik, Valentino dan Juliet Reeves bersama pasangan masing-masing, Katya D'Angelo dan Romeo Akihiro. Dan ini putra Romeo dan Juliet, namanya Aizen" terang Radeva.
Ajeng menyalami para sepupu Radeva yang baru datang, berusaha untuk tidak merasa terintimidasi dengan tatapan kepo ketiga wanita cantik itu.
"Oma, itu si angin Hulk nggak gedubrakan sekretarisnya dibawa ke Jakarta?" tanya Arka sambil Salim dan mencium pipi Oma dan tantenya.
Ajeng makin pusing. Banyak amat panggilnya? Untung mas Kal-el hanya aku seorang yang pakai.
"Sudah pasti lah! Tapi biarin saja... Salahe gak iso Melu ( salahnya nggak bisa ikut )" jawab Arum cuek.
"Kalian bawa Ajeng naik apa?" tanya Valentino ke Radeva dan Devan.
"Sewa pesawat lah. Lagipula mas Bayu kata Ajeng sibuk banget di New York. Selasa harus ketemu dengan Oom Bagas di kantor PRC Group pula" jawab Radeva.
"Tapi kalau Selasa waktu New York usai ketemu Oom Bagas langsung kemari... Bagaimana?" tanya Romeo usai semua Salim dan mencium pipi Oma dan Tante.
"Boys, bisa kita ngobrol sebentar?" cengir Radeva.
"Kok perasaan aku enak ya" gumam Arka.
"Apa maksudmu perasaan kamu enak?" tanya Valentino.
"Pasti mereka berdua punya rencana licik jilid sekian" kekeh Romeo yang hapal dengan perilaku ipar-iparnya.
Para pria-pria paripurna itu pun berjalan menuju area kolam renang meninggalkan para kaum wanita di ruang tengah.
"Oma Gendhis... Mereka nggak buat rencana aneh-aneh kan?" tanya Ajeng ke semua orang disana.
__ADS_1
"Kenapa memangnya Jeng?" tanya Katya.
"Saya takut terjadi Twister F-10" jawab Ajeng panik membuat semua wanita disana tertawa.
"Ajeng, Twister cuma sampai F-5. Kalau F-10 itu pesawat Fokker" gelak Juliet.
Ajeng tetap tidak tenang melihat wajah Radeva dan Devan yang super jahil. Duh, kok ya pada golek molo sih ( pada cari perkara sih )!
***
Area Kolam Renang mansion Giandra
"AAPPPAAA?" seru ketiga orang itu sambil menatap Radeva dan Devan yang nyengir kuda.
"Kalian yang benar saja!" hardik Romeo. "Tahu sendiri mas Bayu itu panasan orangnya."
"Boys, mas Bayu itu sudah terlalu stress. Kalian tahu, usai Hongkong, dia makin workaholic dan mulai berkurang semenjak Ajeng menjadi sekretarisnya. Dan yeah, mas Bayu naksir berat ke Ajeng cuma Ajeng masih banyak pertimbangan..."
"Khas alien masuk ke keluarga kita padahal kita sudah menerima si klaatu" ucap Arka.
"Elu habis nonton The Day The Earth Stood Still?" lirik Valentino.
"Kok tahu?"
"Lha bilang Klaatu. Siapa lagi kalau bukan tokoh di film itu. Siapa yang ngajak nonton? Shinchan?" Valentino menatap Arkananta.
"Iyalah. Tahu sendiri si Shinchan hobinya nonton film-film begitu."
"Tenang saja mas Rombeng. Aku sudah tahu kryptonite buat mas Bayu" cengir Devan.
"Kryptonite?" Ketiga orang itu melongo. "Siapa Superman nya?"
"Mas Bayu" jawab Devan.
"Siapa yang bilang?" tanya Valentino.
"Mbak Ajeng."
Ketiga orang itu saling berpandangan. Mirip sih...
"Anyway, aku setuju dengan rencana kalian tapi saranku, persiapkan kryptonite nya sebaik mungkin karena aku tidak menjamin kalau mas Bebek dan mbak Bee mau merawat kalian akibat ulah kalian sendiri" ucap Arkananta.
"Masih ada dokter Victoria Black di kantor. Tenang saja" senyum Radeva.
***
Ruang Tengah Mansion Giandra
__ADS_1
Para Oma dan Tante berpamitan untuk beristirahat meninggalkan Ajeng bersama dengan Arabella, Katya dan Juliet.
"Tadi namanya siapa mbak Juliet? Aizen?" tanya Ajeng ke putra Juliet dan Romeo itu.
"Iya namanya Aizen, artinya kalau bahasa Arab itu sangat kuat dan saling melengkapi. Tapi karena Romeo itu orang Jepang, arti Aizen beda lagi yaitu dewa kasih sayang. Bagi kami, mau arti nama Arab maupun Jepang, sama-sama bagus dan doanya menjadi anak yang dibanggakan keluarga." Juliet menatap sayang ke putra lucunya itu.
"So Ajeng... panggil nama saja ya karena tampaknya kita sebaya" ucap Katya. "Bagaimana bekerja sama mas Bayu? Kata Gemma, mas Bayu orangnya riwil kalau soal pekerjaan."
"Ya gimana ya mbak Katya, awalnya memang bikin pusing tapi lama-lama ya terbiasa sih" jawab Ajeng.
"Jeng, panggil nama saja. Jangan pakai mbak lah" senyum Juliet. "Ini bukan kantor lho..."
Ajeng tersenyum. "Masih belum terbiasa..."
"Lama-lama juga terbiasa" jawab Arabella sambil mengelus perutnya.
"Sudah berapa bulan mbak?" tanya Ajeng ke Arabella dan masih mengeyel dengan panggilan di depan nama.
"Jalan tiga bulan" senyum Arabella. "Aizen mau dapat teman main. Mbak Ajeng panggil nama saja. Aku lebih muda dari mbak Ajeng. Lagian kalau nanti mbak Ajeng sama mas Bayu kan tetap saja kita semua panggilnya pakai mbak."
Wajah Ajeng memerah. "Kok bisa bilang saya sama pak Bayu?"
"Jeng, Nadya cerita soal kalian dan asal kamu tahu ya, selama aku jadi adiknya mas Bayu, belum pernah dia seperti ini ke seorang gadis. Serius!" ucap Juliet. "Aku dan Arabella adalah sepupu mas Bayu kalau Katya jatuh nya ipar karena menikah sama mas V."
"Lho mas Arka dan Mbak Arabella...?"
"Sepupu jauh. Tapi memang jodohnya sih" senyum Arabella.
"Benernya maksa jodoh ya Ara... Wong kamu maunya sama mas Arka" kekeh Juliet.
"Kalau mbak Katya dengan mas Valentino?" tanya Ajeng.
"Aku, Valentino dan Romeo dulu satu kelas waktu SMA. Romeo sudah ngejar Juliet dari SMA sedangkan aku dan V mulai pacaran setelah kuliah sampai menikah" senyum Katya.
"Oooohhh... Kalau boleh tahu, yang di Jakarta, keluarga Pak Bayu siapa saja?" tanya Ajeng.
"Kenapa Jeng?" tanya Juliet.
"Biar kalau ketemu nggak salah" senyum Ajeng.
Juliet, Katya dan Arabella ikut tersenyum lalu mulai menceritakan silsilah keluarga besar klan Pratomo di Jakarta.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️