
Seminggu Ajeng dan Bayu berada di London dan Manchester menikmati semua yang ada disana termasuk Ajeng berfoto bersama dengan para pemain Manchester United sebelum pertandingan. Usai dari Manchester, Ajeng dan Bayu bertolak ke Milan untuk bertemu dengan Alessandro Moretti dan Sakura Park.
Pasangan suami istri yang sama bucinnya itu, mengantarkan pasangan pengantin baru itu menjelajahi kota mode di sana. Ajeng bahkan mendapatkan baju terbaru dari Morr.
Puas di Milan, Ajeng dan Bayu menuju Turin untuk bertemu dengan Leia dan Dante, Savrinadeya dan Antonio serta Raveena dan Alexis. Kedelapan orang itu tampak asyik mengobrol di sebuah restauran seafood di kota Turin dan para pria saling menistakan satu sama lain membuat para istri hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Tiga hari di Turin, Ajeng dan Bayu terbang ke Sisilia bertemu dengan Michel de Luca dan Gemini Lexington. Mereka datang ke pabrik wine, kebun anggur serta resort yang menjadi proyek PRC Group pimpinan Gemini.
Setelah hampir tiga bulan menikmati bulan madu, akhirnya Bayu dan Ajeng kembali ke New York apalagi Nadya Blair akan melangsungkan pernikahan dengan tunangannya, Omar Zidane.
***
Enam bulan kemudian...
Ajeng lagi-lagi manyun saat melihat hasil test pack yang hanya garis satu disana. Mereka sudah menikah sembilan bulan tapi hasilnya masih tetap sama. Wanita itu keluar dari kamar mandi lalu berjalan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan di hari Minggu ini. Bayu sendiri tadi pagi sudah pergi joging bersama dengan Nelson dan Radeva.
Ajeng lalu menyiapkan waffle dan pancake karena Bayu sering ribut dan galau tidak bisa memilih antara Waffle atau pancake.
Setengah jam kemudian Bayu pun datang, lalu tersenyum melihat Ajeng sedang menyiapkan sarapan.
"Sayang, aku mandi dulu daripada nanti kamu ribut kena keringat aku" ucap Bayu sambil masuk ke dalam kamar.
"Iya..." jawab Ajeng sambil menyiapkan sirup coklat dan sirup mapple.
Sambil menunggu Bayu selesai mandi, Ajeng bermain dengan anjing red toy poodle yang diberi nama Red. Bayu mengijinkan Ajeng memiliki peliharaan di rumah dan setelah mereka mencari di tempat penampungan anjing dan kucing, keduanya jatuh cinta dengan anjing kecil dengan bulu keriting bewarna coklat kemerahan.
Red the Red Toy Poodle
Anjing kecil berusia tiga tahun itu memang sangat manja dengan Ajeng apalagi hari-hari selalu bersama di rumah kecuali Ajeng ada acara dengan Gandari atau Bayu.
"Red... Kok emak belum hamil-hamil ya? Padahal emak pengen banget segera hamil... Udah mau setahun menikah tapi belum hamil juga... Eh tapi Eagle dan Elane juga sama... Setahun menikah Elane baru hamil, Nadya dan Omar lagi progam hamil... Aku yang hampir tiap hari diisi dan dipompa, kok belum hamil ya..." gumam Ajeng sambil memangku Red.
"Apanya yang diisi dan dipompa?" tanya Bayu bingung sambil mencium pipi Ajeng dari belakang. Harum shampoo dan sabun tercium di hidung Ajeng, yang tahu suaminya baru saja selesai mandi.
__ADS_1
"Masih garis satu mas..."
Bayu lalu duduk di sebelah Ajeng dan Red. "Sayang, jangan terlalu dipikirkan. Bukankah tandanya kita masih diberikan kesempatan untuk berduaan dulu."
"Tapi mas, aku kan ingin segera kita punya anak. Mas Bayu sudah mau 30 aku sudah mau 26."
"Jeng, sudah, santai saja. Kamu iri karena Elane sudah hamil ? Namanya rejeki itu masing-masing. Kalau kamu terlalu over thinking, akan menjadi beban buat kamu, malah nggak jadi-jadi." Bayu merangkul Ajeng lalu mencium keningnya. "Memang mommy dan Daddy ribut kita harus segera kasih cucu? Oma Kaia dan opa Rhett? Nggak kan ?"
"Tapi kan mas..."
"Sudah. Nanti ubannya nongol ... "
Ajeng cemberut. "Mas Bayu iiihhh... Belum ubanan !"
"Kalau kamu terlalu over thinking, bisa cepat ubanan." Bayu menowel hidung Ajeng. "Yuk sarapan dulu. Kamu kan sudah buat waffle dan pancake."
Ajeng pun mengangguk. Bayu lalu berdiri dan menarik tangan istrinya menuju ruang makan.
***
Sebulan Kemudian...
"Kamu kenapa Jeng?" tanya Gandari yang melihat wajah menantunya tampak lesu.
"Mama Gandari... "
"Ada apa? Apa Bayu modusnya nggak habis-habis ? Atau Bayu bikin kamu kesal ? Sini, biar Mama yang hajar !" ucap Gandari galak.
"Bukan itu mama... Tapi ... Kalau Ajeng belum hamil, bagaimana?" Ajeng menatap Gandari dengan wajah cemas.
Gandari melongo lalu menarik menantunya ke sebuah cafe disana. Keduanya lalu memilih minum cappuccino dan cake sebelum Gandari mendengarkan curhat menantunya. Dua orang pengawal yang dikirimkan Abiyasa pun ikut makan dan minum di cafe itu.
"Nah, sekarang kamu cerita sama Mama, apa yang membuat kamu gundah gulana, resah dan gelisah ? Kamu belum hamil-hamil ? Sekarang mama tanya, apa Bayu ngoyak-ngoyak ( ngejar-ngejar ) kamu Ndang hamil ?" Gandari menatap Ajeng serius.
"Nggak Mama. Mas Bayu sih masih senang pacaran legal sama Ajeng..."
__ADS_1
"Jeng, sekarang mama dan papa ngoyak kamu nggak?"
Ajeng menggelengkan kepalanya.
"Karena kami tahu susahnya punya anak Jeng. Bayu itu langsung jadi tapi setelahnya, mama dan papa kesulitan punya anak lagi untuk adiknya Bayu. Kami sudah ke dokter, oke semua wong ada bukti nya si Lisus. Dikasih obat penyubur, segala macam vitamin... Tetap belum hamil. Sampai bayi tabung pun tidak berhasil. Mengingat kami seperti apa dulu, kami tidak ada yang meminta kamu dan Bayu segera punya anak ..." Gandari memegang tangan Ajeng. "Kamu itu kalau main sama Bayu, jangan over thinking harus hamil, harus hamil. Macam mama dulu jadinya Gatot terus. Enjoy aja !"
Wajah Ajeng memerah mendengar ucapan vulgar Gandari.
"Sudah, Ojo kakehan pikiran ( jangan banyak pikiran ). Namanya rejeki itu pasti akan datang di saat yang tepat." Gandari menghentikan ucapannya ketika pesanan mereka datang.
"Iya mama. Mas Bayu pun bilang begitu."
"Jeng, namanya menikah itu memang untuk meneruskan keturunan tapi bukan utama. Toh nanti kalau anak-anak sudah dewasa, berdua lagi. Pernikahan itu yang utama bagaimana kita menjalankan biduk rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah... " Gandari menatap Ajeng yang tampak ingin muntah saat mencium bau kopi.
"Kamu kenapa Jeng?"
"Mama, kok kopinya bau muntah ya?"
Gandari melongo. "Hah?" Wanita yang masih cantik di usianya kepala lima lalu mengambil kopi Ajeng dan mencium nya. "Bau kopi kok..."
Ajeng menutup hidungnya. "Mama, perut Ajeng eneg banget. Apa Ajeng salah sarapan ya tadi..."
"Memang kamu sarapan apa?"
"Nasi goreng seafood... Apa karena ada cumi atau udangnya ya? Tapi fresh kok... Ugh..." Wajah Ajeng semakin memucat.
"Yuk ke rumah sakit. Mungkin seafood nya baru bereaksi sekarang..." Ajak Gandari sambil memberikan kode kepada kedua pengawalnya untuk mengambil mobil.
Jangan-jangan bukan karena seafood... tapi kamu mulai hamil Jeng...
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️