My 100th Secretary

My 100th Secretary
Apa?


__ADS_3

Kamar Ajeng Di Mansion Giandra


Ajeng mulai mengepak semua barang bawaannya dan kata Arum, dia boleh mengambil beberapa daster disana. Kalau mau sih, ingin dia ambil semua tapi kan kesannya kok Maruk dan ndeso banget langsung ngerampok.


Ajeng mengambil beberapa yang memang dia suka. Disaat Ajeng sedang memasukkan beberapa daster, terdengar suara notifikasi di ponselnya. Gadis itu membaca pesan di layar ponselnya tanpa membukanya. Tampak pesan dari Bayu disana.


📩 Pak Bayu O'Grady : selamat tidur, Jeng.


Ajeng ingin membalasnya tapi teringat kalau sedang ada pertemuan, membuat gadis itu mengurungkan niatnya. Wong lagi meeting kok main handphone! Dasar mas Kal-el satu ini.


Ajeng membuat silent ponselnya dan melanjutkan acara packingnya. Setelahnya, gadis itu pun meletakkan tubuhnya diatas tempat tidur empuk. Acara liburan di Jakarta beberapa hari ini sangat menyenangkan apalagi para sepupu Bayu menemani dirinya. Yang membuatnya terharu adalah ketika dirinya diajak Radyta untuk melihat sekolah khusus anak-anak berkebutuhan khusus yang hanya membayar semampunya, membuat Ajeng terharu.


"Kami kebanyakan uang Ajeng, bukan bermaksud menyombongkan diri tapi alangkah baiknya jika kita berikan ke yayasan amal seperti ini. Lagipula sekolah ini merupakan warisan dari Opa buyutku, Javier Arata" ucap Radyta Yung.


"Kata almarhum mamaku, jika kamu mengeluarkan uang untuk amal dan kebaikan, insyaallah tidak akan habis karena good deeds yang memang dilakukan" ucap Ajeng saat itu.


"Yup. Alhamdulillah ada saja rejekinya Jeng."


Dan kini Ajeng banyak memutar kembali apa yang sudah dia ketahui tentang keluarga Sultan ini. Mereka memang pebisnis handal, tegas dan lurus tapi mereka juga bisa durjana dengan keluarga dalam arti positif. Durjana bukan perebutan kekuasaan dan kekayaan tapi sering membuat orang lain menggelengkan kepalanya. Hal-hal yang receh dan tidak penting menjadi hal yang dijulidin, dinistakan dengan kelakuan random mereka.


Tak berapa lama, Ajeng pun terlelap tanpa mengetahui bahwa Bayu menelponnya.


***


Pesawat Milik Keluarga Giandra


Bayu menepuk jidatnya karena merasa bodoh menelpon Ajeng disaat tadi dia sudah mengatakan selamat tidur.


"Ajeng pasti sudah tidur. Bodoh kamu Bay!" gumam Bayu yang memilih memakai pesawat pribadi yang lebih kecil berkapasitas sepuluh penumpang. PRC Group memang memiliki beberapa pesawat pribadi sesuai dengan nama keluarga.


Bayu menatap pemandangan dari balik jendela pesawat nya dan tak lama virus mengantuk menyerang dirinya. Bayu pun terlelap apalagi perjalanan menuju Jakarta masih membutuhkan waktu 15 jam lagi.


***


Mansion Giandra Jakarta Indonesia Pukul delapan pagi


"Kalian jadi pulang hari ini?" tanya Arum melihat ketiga orang muda di hadapannya sedang sarapan soto ayam.


"Jadi Oma. Kan kalau kita berangkat pagi ini sampainya Rabu tengah malam atau Kamis subuh waktu New York jadi kita bisa beristirahat sebelum hari Jumat kembali bekerja" jawab Radeva santai.


"Kira-kira Bayu menyusul kemari nggak ya?" gumam Bara.

__ADS_1


"Lha kalau nyusul kan bisa kecele nggak ketemu kalian" timpal Arum.


"Kayaknya nggak kesini deh Oma. Kan mas Bayu tahu kita Kamis sudah pulang" jawab Devan.


"Iya kah?" tanya Danisha.


"Iya Oma Nisha" senyum Devan menenangkan.


"Ya Wis lah. Semoga Bayu nggak nyusul saja."


***


Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta


"Dompetmu mana Jeng?" tanya Radeva.


"Mau dibuat apa pak?" tanya Ajeng bingung. Mereka semua sudah berada di dalam pesawat yang akan membawa pulang kembali ke New York.


"Sudah, sini kan!" perintah Radeva dengan nada tidak bisa dibantah.


Ajeng pun menyerahkan dompetnya dan Radeva langsung menemukan alat GPS yang disimpan di balik foto Ajeng. Radeva segera menonaktifkan GPS itu dan mengembalikan dompet Ajeng.


Gadis itu tampak bingung dengan sikap boss keduanya dan tidak berani bertanya apapun. Setelah semuanya siap, mereka semua memakai sabuk pengaman dan pesawat itu pun bersiap tinggal landas.


"Sudah dari semalam malahan. Ponsel juga sudah tidak aktif kok" jawab Devan.


"Wenn wir von Mas Bayu geschlagen werden, bleibt uns nur noch, Ajeng ins Dojo zu schicken ( Kalau nanti kita ketahuan dan dihajar mas Bayu, harus bawa Ajeng ke Dojo )" ucap Radeva dengan bahasa Jerman.


"Weil wir Kinder des Todes sind ( Karena kita bocil kematian )?" gelak Devan membuat Radeva ikut terbahak.


"Das sind wir ( Ya kita itu )" balas Radeva.


Ajeng hanya menatap dua pria tampan itu bingung. "Mbuh lah sampeyan ngomong apa, Inyong pusing ( terserah kalian ngomong apa, aku pusing )" ucap Ajeng.


"Lucky Ajeng kann kein Deutsch ( Untung Ajeng tidak bisa berbahasa Jerman )" senyum Radeva ke Devan.


"Memang nggak bisa, tapi kenapa logatnya jadi ngapak-ngapak?" gumam Devan.


Ajeng menggelengkan kepalanya. "Mumet ndasku! ( Pusing kepalaku )."


***

__ADS_1


Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta Hari Kamis nya


Bayu tiba di Jakarta dan segera mencari taksi karena dirinya ingin memberikan surprise ke kedua adik dajjalnya dan Ajeng. Dirinya tidak membuka MacBook atau ponselnya untuk memeriksa keberadaan mereka karena memang tidak memberitahukan ke opa dan Omanya.



Yang nyusul


***


Mansion Giandra Jakarta Indonesia


Arum sedang membaca dari iPadnya di teras bersama dengan Danisha yang sedang merajut, ketika melihat sebuah taksi bandara masuk ke dalam halaman mansion.


Tak lama Bayu keluar dari mobil itu dan berjalan ke arah kedua Oma itu. Wajah Arum dan Danisha tampak bingung.


"Assalamualaikum Oma Gendhis, Oma Danisha..." sapa Bayu sambil mencium punggung tangan kedua wanita paruh baya itu.


"Wa'alaikum salam. Bayu, kok nggak bilang kamu mau ke Jakarta?" tanya Arum bingung.


"Memang surprise. Sekarang dimana dua anak Dajjal itu? Mau aku hajar main bawa sekretaris aku!" Bayu celingukan. "Radeva! Devan!"


"Bayu... dengarkan Oma dulu" panggil Arum lembut.


"Ada apa Oma? Apa mereka sedang pergi?" tanya Bayu.


"Benar mereka pergi... Tapi kembali ke New York..." jawab Arum pelan.


Bayu melongo tidak percaya mendengar ucapan Omanya.


"Apa?"


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Aku lanjutkan besok


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2