My 100th Secretary

My 100th Secretary
Di Semarang


__ADS_3

Seminggu dihabiskan Bayu dan Ajeng di Solo lalu ke Semarang untuk menikmati acara jalan-jalan dan kuliner. Bayu merasakan bahwa dirinya bertambah gemuk gara-gara istrinya ternyata menjadi penghasut tempat makan enak.


Bayu tidak masalah uangnya tapi masalah berat badannya yang semakin brutal berubah angka digital di timbangan. Bagaimana tidak, Ajeng berburu gorengan Prasojo karena mereka menginap di hotel Ciputra yang berada di simpang lima. Belum acara makan nasi gandul dan es puter conglik dekat RS Telogorejo, ayam goreng dan sup buntut pak Supar, nasi opor mbok Tum, wedang ronde istana wedang, bandeng serani di Juwana dan berbagai tempat makan legend lainnya.


Dan kini Bayu terengah-engah di gym demi mengembalikan berat tubuhnya menjadi semula... Setidaknya turun lumayan karena Bayu sangat shock melihat dirinya naik lima kilo.


"Ya Allah Ajeennggg... Beneran khilaf binti kalap tuh anak... " gerutu Bayu setelah angkat barbel. "Ampun deh !"


Suara ponsel miliknya berbunyi dan Bayu pun mengangkat nya setelah melihat siapa yang menelpon.


"Assalamualaikum mommy" sapa Bayu.


"Wa'alaikum salam. Kamu dimana, boy?" tanya Gandari.


"Gym hotel Ciputra. Menantu kesayangan mommy itu sama saja sama mommy kalau sudah pulang ke Indonesia. Kalap binti khilaf soal kuliner !" adu Bayu.


"Sudah ke pak Supar? Sudah ke soto mbak Lin? Soto neon? Cobain bubur Sukabumi? Pak Brewok? Lumpia? Toko Oen?"


"Mom ! Stop ! Aku eneg ini bayangin semua makanan ! Please deh, sudah naik lima kilo ini Bu Gandari sayang..." potong Bayu kesal karena Gandari sama saja dengan Ajeng kalau soal makanan di Solo dan Semarang.


Gandari terbahak. "Tandanya kamu itu bahagia, Bayu sayang. Ajeng bagaimana Bay? Apa ngopeni kamu?"


"Aku salah kiblat mommy."


"Kenapa?"


"Aku dulu sempat bilang dalam hati kalau punya istri mau macam mommy tapi ya nggak persis banget lah !" gerutu Bayu.


"Kenapa?" Gandari sudah cekikikan membayangkan Ajeng pasti tidak beda jauh darinya.


"Ngomeli taruh handuk sembarangan, terus lupa taruh barang... Persis mommy."


Gandari tertawa terbahak-bahak. "Wis ya, tugasnya mommy sudah diambil alih sama Ajeng jadi selamat kena omel sama istrimu."


"Moooommmm..."


"Setidaknya mommy sudah tidak ada niatan sita Ajeng, Bay. Hanya saja kalau mommy butuh teman shopping, baru mommy sita ya!"


"Iya lah! Asal dikembalikan... Aku sekarang susah tidur kalau nggak ada Ajeng di sebelah..." kekeh Bayu.


"Iya iyaaa... Dasar !"


***

__ADS_1


Kamar Ajeng dan Bayu lantai Tujuh Hotel Ciputra Semarang


Ajeng mulai memasukkan baju-baju mereka yang sudah dilaundry ke tempat laundry dan memang Ajeng tidak suka membawa baju kotor banyak-banyak. Karena mereka lama di Semarang hampir seminggu, ada kesempatan untuk laundry, dimanfaatkan lah !


Dirinya pun bersenandung sambil membaca pesan di grup chat para sepupu perempuan dan melihat kalau Nadya akan menikah di bulan September di New York.


"Lha serius nikah di mesjid?" gumam Ajeng saat membaca pesan dari Nadya sendiri.


Suara pintu kamar dibuka membuat Ajeng yang sedang duduk diatas karpet menoleh.


"Lho kok ndeprok ( duduk di lantai - Jawa )?" tanya Bayu.


"Masuk-masuk in baju mas. Eh mas, Nadya dan Omar mau nikah bulan September. Kita sudah balik kan?" tanya Ajeng.


Bayu yang sedang melepaskan sepatunya hanya mengangguk. "Sudah pulang lah dari acara bulan madu. Jadinya nikah di hotel mana buat ijab dan resepsi?"


"Nggak di hotel tapi di mesjid. Terus habis itu acara makan-makan di RR's Meal. Nadya malah bilang yang di luar New York nggak perlu datang karena waktunya kan mepet habis kita menikah terus balik lagi ke Amerika" jawab Ajeng.


Bayu pun berdiri dan melepaskan kaosnya meninggalkan celana pendek saja. "Macam Sakura dan Alessandro dong."


"Katanya sih begitu..." Ajeng melihat suaminya masuk kamar mandi. "Mas, mau makan siang apa?"


"Ke mall saja Jeng. Aku pengen yang segar-segar" sahut Bayu dari kamar mandi.


"Iya sayang" teriak Bayu yang tak lama terdengar suara air gemericik tanda pria itu mandi.


Ajeng lalu menelpon resepsionis minta dihubungkan ke kamar dua pengawalnya dan saat Fikri menerima, Ajeng meminta dua pengawal itu menikmati jam bebas karena tidak ada acara pergi kemanapun.


Usai menelpon pengawalnya, Ajeng melanjutkan pekerjaannya. Setelah semuanya rapi, wanita itu pun menyingkirkan kopernya ke sudut ruangan.


Ajeng pun melihat kamarnya sudah rapi lalu tersenyum senang. Tiba-tiba dua tangan kekar memeluk pinggangnya dan membuat Ajeng menoleh kaget melihat suaminya berada di belakangnya.


"Udah mandi mas?" tanya Ajeng.


"Udah ... Tapi habis ini mau mandiin kamu..."


"Hah?!" Ajeng merasa tangannya Bayu masuk ke dalam miliknya membuat dirinya menge*Luh pelan dan pria itu membuka segitiga milik istrinya.


"Ya ampun mas... Nggak pakai baju!" pekik Ajeng yang melihat suaminya polos dan milik nya sudah bentuk sempurna.


"Ngapain pakai baju?" Kekeh Bayu sambil mereng*gangkan kaki Ajeng dan siang itu Ajeng merasakan sensasi berbeda dari suaminya hingga acara jalan-jalan ke mall Ciputra harus terpending dua jam kemudian.


***

__ADS_1


Bayu dan Ajeng berjalan - jalan di mall Ciputra sambil melihat-lihat makanan yang ada di sana. Akhirnya mereka memilih restauran China yang ada di lantai tiga. Ajeng pun langsung memesan bubur tiga rasa yang dia makan sendirian karena Bayu mblenger lihatnya.


"Habis kamu Jeng bubur semangkok besar begitu?" tanya Bayu yang memilih makan sayuran.


"Yang bikin aku kelaparan habis olahraga siapa?" balas Ajeng judes. Jujur dia juga suka acara olahraga bersama Bayu, bisa berkali-kali dia sampai tapi endingnya pasti lapar berat.


"Lho kan biar balance. Kamu kan nggak ke gym tiap hari jadi olahraga nya diganti yang enak dong ... Enak nggak?" kerling Bayu usil.


"Mas Bayuuu... Mbok udah tho. Biarkan aku makan dengan tenang penuh kesyahduan soalnya tar malam bakalan mbok ajak MMA lagi tho?" Ajeng memicingkan matanya ke arah Bayu yang terbahak mendengar istilah istrinya.


"MMA nya enak kok Jeng. Ya pengen baleni ( ulangi ) tiap hari tho" balas Bayu sambil mengusap paha Ajeng.


"Ya Allah, ta arani mas Bayu kiiee kalem, jebule sami mawon ( aku kira mas Bayu tuh kalem, ternyata sama saja ). Meshum !" cibir Ajeng.


"Lha meshum nya sama istri sendiri kan wajib hukumnya. Nggak boleh Sunnah... Soalnya kan haram kalau meshum sama yang bukan istrinya" jawab Bayu.


"Kowe wani meshum Karo wadon celutak, ta gawe kempes awakmu ( Kamu berani meshum sama cewek gatel, aku buat kempes badanmu ) !" ancam Ajeng galak.


"Njih mboten wantun tho Diajeng... ( Ya nggak berani dong sayang ) Saget dicincang sareng ibu negara ( Bisa dicincang sama ibu negara )" jawab Bayu dengan raut wajah dibuat ketakutan membuat Ajeng terbahak.


"Mas Bayu lucuuuu!" Ajeng mencium pipi suaminya. "Sakjane awake dhewe kiieee bahas opo tho ya ( sebenarnya kita ini bahas apa sih )?"


"Percakapan khas suami istri yang Membagongkan" jawab Bayu sambil merangkul bahu Ajeng.


"Touché..." senyum Ajeng manis. "Ojo macem - macem lho mas."


"Ora wani ( nggak berani ) Jeng. Kamu itu cintaku dan aku sudah berjanji di depan semua orang dan Allah SWT selalu setia sama kamu."


"Meskipun pakai acara wahing ( bersin ) ya..." kekeh Ajeng.


"Meskipun pakai acara wahing."


Bayu dan Ajeng saling berpandangan. Lalu..


"Love you..." ucap mereka bersamaan.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2