My 100th Secretary

My 100th Secretary
AGAIIINNN?


__ADS_3

St Regis Hotel New York Usai Ijab


"Mas Bayu alergi sari bunga?" tanya Ajeng bingung karena dirinya baru tahu kalau kelemahan Superman satu ini bukan kryptonite tapi serbuk sari bunga.


"Makanya kalau musim semi dan panas, aku menghindar dari kebun bunga. Bisa kacau aku..." gerutu Bayu yang terpaksa mengenakan masker karena dirinya bersin-bersin mencium harum bunga melati dari hiasan rambut Ajeng.


"Owalaahhh, mas Bayu ku jebule kelemahannya itu" kekeh Ajeng sambil memeluk Bayu. "Tapi mas, acara resepsi dekornya banyak bunga lho."


"Selama kamu nggak bawa buket bunga... Kayaknya aman. Kalau bunganya sedekat ini, aku bisa berabe."


***


"Aib ini sangat hilarious... Bersin saat Kobul itu very epic ! Lebih epic daripada elu mas. Cincin gelinding n salah pasang jari..." kekeh Hoshi dengan wajah usil ke Abiyasa.


"Rupanya keturunan Blair dan Giandra memang selalu epic kalau ada aib" sambung Bima. Entah kenapa dua pria yang sudah musuhan sejak SMA dan kuliah, tiba-tiba menjadi kompak menjulidkan Abiyasa.


"Yang bersin itu si Bayu, kok kalian berdua julid sama aku?" balas Abiyasa kesal.


"Like father like son !" ucap Hoshi dan Bima bersamaan lalu setelahnya keduanya terbahak.


"Brengseeekkk kalian ! Mending kalian gelut aja terus aku seret ke Dojo !" gerutu Abiyasa kesal.


***


"Lu bisa kagak sih tahan dikit gatal hidungnya, mas?" tanya Arkananta sambil memasang wajah usil.


"Namanya hidungku gatal mau gimana Ka?" balas Bayu yang terpaksa harus menjauh dari Ajeng karena hidungnya semakin gatal. "Aku lupa kalau adat Jawa banyak melatinya."


"Tapi kata Daddy, keluarga Blair memang banyak aibnya" seringai Valentino. "Opa Edward sunat minta bius total, Opa Duncan... gadha aib, Opa Aidan dan Oma Kaia... well parah. Daddymu mas, cincin lamaran gelinding..."


"Memang keluarga Reeves kagak?" balas Bayu sebal.


"Kalau keluarga Reeves dikenal mulut lemas dan judes tapi aib yang Absurd, hanya keluarga Blair yang mampu !" ucap Valentino jumawa. "Kira-kira apa yang akan terjadi nanti saat resepsi?"


"V, jangan didoakan. Wong ga didoain aja kejadian sesuatu yang Membagongkan apalagi didoain... Bubrah !" cengir Shinichi.


"Shut up trio kampret !" hardik Bayu kesal.


"Tapi elu emang kacau deh Bay !" gelak Dante Mancini.


"Baru kali ini dalam sejarah keluarga Pratomo, baca ijab kabul diselingi dengan bersin... Ckckck... Amazing" kekeh Luke Bianchi.


Bayu hanya memicingkan matanya, kesal menjadi bulan-bulanan semua sepupunya.


Brengseeekkk! Aku benci semua bunga kecuali bunga deposito !


***


Acara resepsi malam harinya akhirnya Ajeng memutuskan untuk tidak membawa buket bunga daripada terjadi perang bersin di pelaminan. Menurut rencana, buket itu akan dilemparkan saat acara mau selesai ke para kaum jomblo.


Para rekan kerja Ajeng di lantai 15 pun hadir semua termasuk para pegawai PRC Group, Giandra Otomotif Co, AJ Corp, Jang Corp dan MB Enterprise. Hampir semua kolega mereka pun datang termasuk law enforcement dari FBI, CIA, NYPD, Mossad, BIN dan BND yang terlibat di Hongkong dan Brazil.


Banyaknya tamu undangan membuat ballroom yang mampu menampung 10,000 orang tampak sesak apalagi satu dengan lainnya saling mengenal. Dan pesta ini membuat Apsarini Neville merasa pengap dan memilih untuk keluar apalagi melihat Raj Rao yang mirip dengan Khrisna Rao, pria yang sempat ditaksir nya, mengakibatkan dirinya teringat kejadian tidak mengenakan dengan para anggota keluarganya meskipun mereka semua bisa memaafkan dirinya tapi tetap saja.


Gadis cantik itu pun menuju balkon dimana terdapat kursi disana dan Apsarini memilih untuk duduk sembari melepaskan Jimmy Choo nya. Apsarini menatap langit yang cerah dan entah kenapa jiwanya terasa kosong. Dirinya merasa kesepian meskipun semua sepupunya berusaha membuatnya move on tapi tetap saja.


Apsarini teringat lagu Indonesia lama dan tak lama dia bersenandung...


Amarah yang tak terucapkan jua

__ADS_1


Tak terungkap


Walau diri tlah terbelenggu hasrat


Yang bernyanyi


Saat terasa waktu tlah hilang


Ku terdiam oh


Saat hanya gundah yang bertentangan


Ku bernyanyi


Cinta cita harapan


Dan ku terbawa dalam kisah yang lama


Cinta cita harapan


Dan ku terbawa dalam kisah lama...


"Suaramu bagus."


Apsarini menoleh dan melihat seorang pria tampan yang dia ingat masih ada hubungan keluarga dengan Keluarga O'Grady.


"Ah nggak biasa saja..." jawab Apsarini.


"Boleh aku duduk disini? Di dalam terlalu penuh dan aku butuh udara segar."


"Silahkan" senyum Apsarini.


"Namaku Shane O'Grady. Kamu?" Shane mengulurkan tangannya.


"Kamu saudaranya Jayde?" tanya Shane.


"Yes. Aku anaknya Tristan Neville."


"Oh, pemain legendaris Manchester United dan Inggris? Whoah, pantas tadi ada ayahmu." Shane melepaskan jabatan tangannya.


"Yeah..."


"Kamu juga sesak di dalam, Apsarini?"


"Panggil Sari saja. Apsarini terlalu panjang. Kamu sepupunya mas Bayu?"


"Yup dari klan O'Grady."


"Tinggal di New York?"


"No, di Boston. Memegang pabrik baja dan bir O'Grady. Kamu?"


"Kerja di Finlandia tapi sepertinya aku ingin kembali ke London atau Manchester. Hanya saja belum tahu..."


"Kamu lulusan apa?"


"Bisnis dan kursus akuntansi."


"Di Finlandia bekerja dimana?"

__ADS_1


"Perusahaan game. Rovio. Aku di bagian accounting nya" jawab Apsarini. "Hanya saja aku ingin kembali ke Inggris."


"Bagaimana kalau..."


"Sariii ! Ayo masuk ! Mbak Ajeng mau lempar buket !" panggil Kalila.


"Aku masuk dulu, Shane. Sebentar..." Apsarini berlari menuju ballroom melupakan sepatunya.


"Sari !" panggil Shane tapi gadis itu tidak mendengar suaranya. Shane pun mengambil sepasang sepatu brand Jimmy Choo itu dan membawanya masuk ke dalam ballroom.


Ajeng yang memakai gaun internasional itu pun tersenyum senang melihat banyaknya kaum jomblowati yang sudah heboh menunggu dirinya melemparkan buket bunga.


"Siap?" tanya Ajeng yang melihat Magdela dan Alesha berada di sekumpulan kaum lajangwati Manhattan plus para sepupu Bayu yang juga masih lajang.


"SIAP !" seru mereka semua. Ajeng pun berbalik untuk bersiap.


"Satu...dua... tiga !" Ajeng melemparkan buket bunganya dan terdengar suara heboh membuat dirinya menoleh dan tampak Nadya yang mendapatkan buket bunga itu hingga sorak Sorai terdengar disana.


Nadya tampak bahagia sedangkan Omar Zidane melongo melihat gadisnya mendapatkan buket dari Ajeng.


"Yaaaayyyy ! Nadya dan Omar !" teriak para generasi keenam heboh lupa dengan siapa mereka.


Omar yang datang bersama dengan Hasina Zidane sang ibu, karena undangan Nadya juga, tampak kikuk dan wajahnya memerah.


Nadya tersenyum lebar dan tiba-tiba Omar menghampiri dirinya dan berlutut di hadapannya.


Semua saudara Nadya dan keluarga besarnya langsung bersorak melihat adegan itu. Nadya menatap Omar dengan sedikit bingung dengan sikap kekasihnya.


"Nadya Aurora Blair..."


"Yes Omar?" Nadya menatap Omar dan Hasina bergantian. "Kamu ngapain?" desisnya.


Omar mengambil kotak beludru dan membuka tutupnya. Tampak cincin berlian yang jauh lebih indah dan besar dari yang disematkan di apartemen Omar, terdapat disana.


"Will you marry me ... again?" senyum Omar membuat semua keluarga besar Nadya melongo.


"AGAIIINNN?" teriak mereka.


***



Apsarini Neville



Shane O'Grady


Apsarini dan Shane akan gabung dengan Thea dan Hugo di novel



Hanya di Noveltoon


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2