My 100th Secretary

My 100th Secretary
Mikir Mas!


__ADS_3

Apartemen Ajeng di Soho New York


Tetiba ruangan apartemen yang kecil itu menjadi suuiiiinngggg hening, sunyi, senyap....



( Macam begini lah kira-kira )


Ditambah kalau di manga atau anime tetiba seekor burung gagak hitam melintas dengan kaok - kaok...


Hampir sekitar lima menit, Radeva baru berani membuka suara. "Mas Bayu... Sehat? Serius?"


"Sehat. Serius" jawab Bayu tenang mengacuhkan mulut Ajeng yang menganga lebar mendengar ucapan Bossnya.


"Mas, PRC Group tidak mengijinkan hubungan satu kan... "


"Makanya habis Ajeng menyelesaikan kontraknya, bakalan beda statusnya nanti" potong Bayu sambil memakan ketimunnya.


Devan dan Mamoru saling berpandangan sedangkan Ganiya dan Ajeng menatap pria bertubuh besar dan bermata biru itu tidak percaya.


"Pak Bayu..." Ajeng menyentuh kening Bayu yang sebenarnya normal tapi yang keluar dari mulutnya... "Panas! Umup ( Mendidih )!"


Bayu menoleh ke arah Ajeng dengan wajah manyun. "Sembarangan bilang panas!"


"Pak Bayu, apa tadi pagi sudah sarapan? Sudah minum obat anti ngaco?" selidik Ajeng masih menatap Bayu serius.


"Kenapa Jeng?"


"Kok macam bar kesambet... Addduuuhhh!" Ajeng menyentuh keningnya yang kena slentik Bayu.


"Enak saja kesambet! Eh tapi bener, aku kesambet kamu Jeng..."


"WHOAAAAHHH!" seru ketiga adik Bayu yang surprise melihat kakaknya bisa gombal receh ke gadis cantik yang masih menatap sebal ke arah Bayu.


"Mas, Ndak tenan Iki Kowe mas ( apa benar ini kamu )? Kemana mas Bayu aku yang kaku dan menyebalkan?" tanya Radeva takjub dengan perubahan sikap kakaknya.


"Memang kenapa? Aku sudah bilang ke Ajeng kalau aku suka dan sayang dia. Dan, insyaallah serius. Apa ada yang salah?" Bayu menatap ke ketiga adik-adiknya yang masih mode melongo tidak percaya.


"Mas, yang benar saja? Mas Bayu serius jatuh cinta sama mbak Ajeng?" Devan mencoba memastikan lagi perasaan kakaknya yang dikenal memang bukan tipe playboy, tidak macam mas Dewananda Hadiyanto.


"Kapan mas Bayu tidak pernah serius ?" balas Bayu.

__ADS_1


"Mbak Ajeng sudah terima mas Bayu?" tanya Ganiya.


"Belum..." jawab Ajeng apa adanya.


"HAAAAAHHH!" kali ini keempat orang disana berteriak lebih heboh lagi.


"Lha terus piyeee ( terus bagaimana )? Masih bertepuk sebelah tangan?" Ganiya menatap ke kedua orang itu.


"Paling bentar lagi mau kok jadi pacar aku" jawab Bayu dengan percaya dirinya.


Radeva menggelengkan kepalanya. "Kalau gini, kamu terbukti sebagai keturunan Blair! Macam Opa Duncan saja main klaim."


"Kan ada yang aku contoh!" balas Bayu jumawa.


Ajeng hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Ndasku munyer ( kepalaku pusing )" gumam gadis itu hingga tidak mood makan.


"Mbak... mau minum obat? Aku ambilkan..." tawar Ganiya.


"Boleh...dik..." BRUUUKKK! Ajeng tersungkur diatas karpet.


"AJENG!" teriak Bayu panik.


"Nah lho mas Bayu! Bikin anak orang pingsan!" tuduh Devan galak.


"YA IYALAH BAMBAAAANNGGGG!!!" teriak ketiga adik Bayu gemas.


***


Coffee Shop dekat apartemen Ajeng


Ganiya dengan telaten merawat Ajeng sedangkan ketiga adik Bayu, menyeret kakak nya keluar apartemen menuju coffee shop dekat Apartemen Ajeng.


"Mas Bayu! Apa mas Bayu sadar kalau sikap mas Bayu membuat mbak Ajeng nggak nyaman?" bentak Mamoru, pewaris AJ Corp dan Hamilton Ltd itu.


"Memang kenapa Ajeng tidak nyaman?" tanya Bayu cuek. "Kan seperti biasanya saja tho?"


"Nggak gitu juga mas! Sikap mas Bayu ke mbak Ajeng itu bisa bikin beban lho ke dia. Mas Bayu bilang begitu tapi mbak Ajeng belum menerima perasaan mu. Apa mas Bayu nggak tahu rencana mbak Ajeng ?! Siapa tahu dia sudah punya pacar... Kamu bisa jadi pekesor, pencuri kekasih orang!" omel Devan kesal.


"Ajeng nggak punya pacar" jawab Bayu tegas.


"Tapi kan mbak Ajeng pasti sudah punya rencana sendiri! Dan sekarang mas Bayu main bilang bakalan bikin mbak Ajeng jadi calon istrimu... Apa nggak bikin dia kaget! Mas, mbak Ajeng habis celaka kemarin, baru juga enakin hati, malah kamu bikin pingsan." Mamoru menatap judes ke Bayu.

__ADS_1


Bayu menatap ke ketiga adiknya. Ini kenapa mereka malah jadi pawangnya Ajeng? Sebenernya yang saudara, aku atau Ajeng sih! "Kalian bertiga kok bisa care seperti ini sih ke Ajeng?"


"Aku memang baru bertemu mbak Ajeng tapi aku sudah bisa melihat bahwa dia itu baik. Dan entah kenapa aku sangat familiar seolah sudah kenal lama" jawab Devan. "Lagipula mommy dan Daddy juga memberikan nilai positif ke mbak Ajeng padahal baru pertama ketemu juga kan? Beda waktu jamannya bang Antonio... eh tapi itu gara-gara ngejar mbak Deya Ding..."


"Intinya mas, kita - kita itu suka sama Ajeng karena seperti saudara sendiri. Lihat saja perpaduan antara Veena dan mbak Bee kelakuannya. Jadi kalau mas Bayu sampai nakalin Ajeng, aku akan belain Ajeng bukan kamu mas ! " Radeva menatap tegas ke Bayu.


"Tapi kalau Ajeng jadi kakak ipar kalian, kalian setuju kan?" tanya Bayu.


"Setuju sih setuju tapi nggak model main klaim! Mbak Ajeng bukan tipe cewek yang silau sama kamu mas! Selama tadi aku buat makanan sama mbak Ajeng dan mengobrol banyak dengan mbak Aya, aku bisa menilai kalau dia itu tipe sederhana. Tidak suka yang terburu-buru jika berhubungan dengan dirinya, karena semuanya harus diperhitungkan. Sangat berbeda soal pekerjaan yang sangat pragmatis, soal kehidupan pribadi mbak Ajeng ingin yang mengalir, dinikmati... Sebenarnya mbak Aya juga lho mas Deva." Mamoru menatap kakak sepupunya.


"Kalau Aya memang aku tahu. Ajeng dan Aya itu hampir mirip, suka yang alurnya slow. Aku saja mendekati Aya lama, hampir setahun dan baru jadian kemarin padahal aku naksir Aya sudah sejak dua tahun lalu, karena ya itu, memantapkan hati tidak mudah. Kuncinya adalah sabar" ucap Radeva.


Bayu terdiam. Apa harus Alon-alon asal kelakon seperti yang Ajeng bilang kemarin?


"Mas, Ojo kesusu ( keburu ). Ajeng nggak kemana mana kok! Lagipula Ajeng itu tipe orang yang tanggung jawab dengan pekerjaan nya. Pantang baginya mundur dari kontrak kalau tidak fatal sekali" sambung Radeva.


***


Apartemen Ajeng di Soho New York


Ajeng mengerjapkan matanya dan tampak Ganiya duduk di pinggir tempat tidur sambil menatap lembut ke arahnya.


"Masih pusing mbak?" tanya Ganiya.


"Aku kenapa dik Aya?" tanya Ajeng pelan dan terasa kepalanya masih sedikit pusing.


"Mbak Ajeng pingsan. Gara-gara mas Bayu bilang mau jadiin mbak Ajeng jadi istrinya kalau kontrak kerja sudah selesai" jawab Ganiya.


"Dasar manusia Krypton! Main ambil keputusan sepihak sukanya!" Ajeng pun berusaha duduk dengan dibantu Ganiya. "Sekarang si alien kemana? Balik kampung Krypton?"


Ganiya cekikikan. "Dibawa pergi sama mas Deva, Devan dan dik Moru. Katanya mau diruqyah."


"Bagus lah! Bikin anak perawan stress saja!" sungut Ajeng membuat Ganiya tertawa terbahak-bahak.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2