
Presidential Suite Kamar Bayu dan Ajeng di St Regis Hotel New York
Bayu dan Ajeng sedang berendam di bathtub besar di kamar mandi sambil menikmati hangatnya air dengan bubble disana.
"Kamu ingin anak berapa Jeng?" tanya Bayu sambil memeluk tubuh istrinya yang bersandar di dadanya.
"Dua. Cewek cowok" jawab Ajeng sambil memejamkan matanya. Setelah acara unboxing tadi, jujur Ajeng lelah dan pegal semua tapi rasanya sangat menyenangkan.
"Cowok cewek" potong Bayu.
"Kenapa harus cowok duluan?" protes Ajeng yang sudah mengantuk apalagi Bayu mengusap perutnya lembut.
"Biar aku dapat mini me ... " kekeh Bayu.
"Oh no... aku bisa pusing mas. Sudah kamu bentukannya begini, ketambahan mini me mu... No... aku iso kurus tenan!" gerutu Ajeng.
"Lho yakin kamu nggak bakalan kurus Jeng, malah makin bohay... Addduuuhhh!" Bayu mengaduh karena Ajeng mencubit pahanya.
"Nek aku kurugan daging ( gemuk dalam bahasa satir Jawa untuk diri sendiri ), mas Kal-el ya pasti ogah. Wong mbakyu dan adikmu yang sudah punya anak, badannya masih bagus - bagus..." ucap Ajeng sambil mendongakkan wajahnya menatap suaminya.
"Jeng, saudara perempuan aku semua menjaga tubuhnya, kamu pun bisa menjaga tubuhmu. Tapi jika kamu nanti badannya mbedah ( berubah - Jawa ) karena melahirkan anak-anak kita, itu sesuatu. Kamu rela badanmu berubah untuk aku dan anak-anak dan aku pun tidak selamanya akan seperti ini. Pasti badanku juga akan kendor seiring dengan usia meskipun tetap rajin olah raga, metabolisme tubuh akan berubah. Kalau kamu masih merasa insecure saat sudah melahirkan masih gemuk, kamu bisa tanya semua saudara perempuan aku resepnya apa tetap shape bentuk badannya." Bayu menatap lembut ke arah Ajeng. Istrinya satu ini terkadang sering over thinking akan hal yang belum terjadi tapi bagi Bayu itu adalah hal yang wajar.
Ajeng tahu godaan setelah menikah itu banyak apalagi para wanita-wanita yang tidak tahu malu menggoda suami orang. Bayu memeluk erat Ajeng dan mencium pucuk kepalanya. "Kamu takut kalau aku tergoda cewek lain saat badanmu sudah tidak bagus?"
Ajeng mengangguk. "Wajar kan mas?"
"Jeng, apa kamu tidak ingat, kalau aku berani macam-macam, sebelum kamu menghajar aku, ibuku yang macam Buto itu sudah mencincang aku duluan?" keluh Bayu mendramatisir membuat Ajeng terbahak.
"Mas, kualat lho bilang Bu Gandari Buto" gelak Ajeng.
"Asal kamu tahu, kalau sampai aku macam-macam, tidak hanya mommyku yang maju, Oma Kaia pasti lebih brutal ke aku..." Bayu mencium pucuk hidung Ajeng. "Sudah jangan mikir aneh-aneh deh Jeng, wong baru nikah dua hari. Yuk siap-siap ke RR's Meal ."
***
RR's Meal Hell's Kitchen New York
__ADS_1
Bayu dan Ajeng melongo melihat restauran sudah dibooking hingga semua generasi keenam berada di sana.
"Cieee yang manten baru... Sudah unboxing?" goda Valentino dengan wajah usil. "Gol kah?"
Bayu memicingkan matanya ke arah cicit Eiji Reeves itu. "Just shut it parkir valet!"
"Bagaimana rasanya?" goda Dante.
"Awesome..." jawab Bayu cuek yang langsung membuat riuh para pria-pria paripurna disana sedangkan Ajeng semakin memerah wajahnya karena digoda banyak sepupu suaminya yang rata-rata memang minus akhlak soal menistakan.
"Jeng, kamu sama kita-kita saja. Kalau sama mereka bisa ubanan..." ajak Leia ke Ajeng yang tahu pasti akan panik dan mumet dengan para pria unakhlak.
***
"Jadi mas Bayu pengen punya anak cowok yang pertama? Ya ampun mas ku satu itu yaaaa..." gelak Nadya.
"Lha kamu sama Omar jadinya gimana?" tanya Blaze.
"Insyaallah September atau Oktober tapi aku dan Omar maunya sederhana saja." Nadya menatap Omar yang sedang tertawa bersama dengan para sepupunya.
"Aaawwww... aku sangat bucin dengan manusia Sphinx itu." Nadya menatap Omar dengan penuh cinta.
"Oke kita bicarakan hal yang lain saja dan biarkan Nadya dengan manusia mummy nya yang pengen dimasukkan ke Sarkofagus" ucap Blaze judes. "So Ajeng, katanya Bayu mau keliling dunia honey moon sama kamu?"
"Kata mas Bayu sih begitu. Habis ini ke Queensland dulu, terus ke Bali, Joglosemar, Jakarta, Tokyo, Dubai, London dan Manchester baru kembali ke New York" jawab Ajeng.
"Wah kamu mau ke Aussie? Ke Ranchnya Oom Fathir?" tanya Gemintang yang sempat bekerja disana sebelum pindah ke Brussels Belgia. ( Baca Gemini dan Gemintang Love Stories ).
"Iya. Macam apa ya?" tanya Ajeng.
"Luas dan banyak kuda-kuda bagus, sapi, kambing, ayam. Oh kalau musim panas begini eh tapi disana beda musim, kamu bisa memetik anggur atau apel atau jeruk langsung dari pohonnya. Ranch Oom Fathir luas banget ! Kapan kamu kesana, biar aku dan Arjun meminta orang membersihkan rumah kami disana. Kamu mending tidur di rumahku Jeng, kosong kok tapi berhati-hatilah... sering ada ular masuk..."
"Whaaaatttt???" seru semua wanita disana.
"Lho beneran itu. Yang paling berbisa itu red bellied black dan termasuk ular paling berbisa dibawah black mamba. Tapi kebanyakan sih ular piton karpet karena motif sisiknya seperti karpet Persia kalau boleh aku bilang. Tapi kamu jangan khawatir Jeng, disana ada nomor telepon teman-teman aku yang berprofesi sebagai penangkap ular profesional..." jawab Gemintang tenang.
__ADS_1
"Dasar dokter hewan jadinya santai banget ya" gerutu Blaze sebal.
***
"Honeymoon keliling dunia?" tanya Luke.
"Ajeng kan belum lihat Queensland dan ranch punyamu, Levi. Jadi aku ingin mengajaknya melihat real ranch dan cowboy" senyum Bayu ke Pahlevi.
"First, aku tersanjung mas Bayu mau main ke Queensland. Kedua, di Aussie itu istilah nya Stockmen bukan cowboy. Ketiga, sekali-kali kalian kerja rodi di ranch" cengir Pahlevi Hassan yang merupakan putra Fathir Hassan. Pahlevi cucu Kharim Hassan dan Davina Arata.
"Kamu nanti pakai rumahnya Gemintang saja Bayu, kan kosong rumah kami. Kalian bisa bebas disana cuma ya sering ada pendatang masuk tidak diundang ..." senyum Raj Rao, suami Gemintang Lexington.
"Pendatang? Maling?" tanya Mamoru.
"Bukan, macam hewan - hewan liar disana. Pas Aku dan Gemintang disana, tiba-tiba ada kanguru masuk terus ada anjing dingo tapi yang paling sering adalah ular. Mau piton atau red bellied yang berbisa, aku sudah lihat semuanya. Oh, tapi kamu tenang saja, ada kok nomor telepon teman Gemintang yang membuka jasa penangkapan ular terutama yang berbisa. Hukum di Aussie memang ketat dalam perlindungan hewan apalagi ular berbisa yang bisa dimanfaatkan bisanya untuk menawar racun bisa. Kalian kan tahu setiap tahun 1000 an orang di Aussie jadi korban gigitan ular..." papar Raj.
"Kalau menurut aku, harusnya Ajeng yang takut..." celetuk Antonio Bianchi.
"Kenapa? Wajar kan kalau Ajeng takut ular ?" tanya Samuel.
"Yang harus ditakutkan itu ular punya Bayu ! Bahaya !" jawab Antonio cuek. "Nagih minta bersarang di goa lembab."
Sontak para pria yang sudah menikah dan dewasa langsung tertawa terbahak-bahak hingga membuat restauran itu menjadi ramai macam stadion sepak bola.
"Ampun deh ... Anak masih di bawah umur terkontaminasi pria-pria minus akhlak yang kebetulan kakaknya sendiri..." gerutu Giordano, si bontot putra Benjiro Smith dan Jang Geun-moon.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1