
Ruang Bermain Istana Brussels Belgia
Zinnia masuk ke dalam ruang bermain dan melihat Ajeng tampak asyik mendongeng tentang kisah Rama dan Sinta, membuat Arsyanendra dan Avaro menjadi mengambil buku cerita tentang Ramayana yang ada di lemari buku.
Arsya dan Avaro pada awalnya malas membaca soal perwayangan, gara-gara Tante cantiknya membuat dua bocah tampan itu menjadi kepo dan tertarik. Zinnia pun ikut mendengarkan cara Ajeng bercerita dan sama seperti para putra-putrinya, ratu Belgia itu jadi mendapatkan banyak pengetahuan.
***
Taman Belakang Istana Brussels
"Bagaimana jadi pria yang sudah menikah Bay?" tanya Sean sambil menikmati acara minum teh sore.
"Menyenangkan. Ajeng sangat out of the box dan sama absurd nya dengan Shinichi. Makanya mereka cocok satu sama lain. Saat kami di Jepang, keduanya seperti hidup di dunia sendiri membuat aku dan bang Luke kesal sendiri."
Sean tertawa. "Memang kacau adik kita satu itu dan Kedasih sangat tabah dengan Shinchan..."
"Kedasih memang sayang dengan Shinichi dan aku tidak yakin akan ada gadis lain yang bisa tabah ke bocah kampret itu."
Sean mengangguk. "Mau kamu pria atau pun wanita, siapapun yang ingin bersama dengan klan Pratomo, selain nekad juga harus tabah menghadapi kekacauan sifat dan sikap kalian yang sering out of the box."
"Pengalaman dengan mbak Zee?"
"No, Arsya. Ampun deh ! Trio kampret itu tiap hari memberikan modul bagaimana menjadi pangeran yang elegan..."
"Pasti isinya Membagongkan..." kekeh Bayu.
"Sangat ! Aku sampai bingung kok ya kepikir membuat modul seperti itu..." gerutu Sean.
"Bang Sean, kita kan tahu bagaimana kacaunya trio kampret."
"Aku tidak tahu mereka terlalu cerdas atau terlalu kreatif..."
"Perpaduan dari keduanya." Bayu tersenyum sambil menikmati teh panas nya.
***
__ADS_1
Dua hari berada di istana Brussels, Bayu dan Ajeng pun mendatangi kediaman Gemintang dan Raj Rao. Ajeng langsung heboh melihat kembar tiga yang baru berusia sebulan itu.
"Bolehkah aku menggendong?" tanya Ajeng yang sudah mencuci tangan dan muka.
"Mau gendong siapa?" tanya Gemintang yang sedang memberikan ASI ke Charusmita, satu-satunya anak perempuan keluarga Rao.
"Ini siapa?" tanya Ajeng sambil menggoda bayi laki-laki tampan yang masih melek sedangkan bayi lainnya sudah tertidur.
"Itu Ararya mbak. Yang tukan tidur itu Benoit... Ben memang suka tidur dan paling males deh. Bangun paling siang, sedangkan Arya dan Mita pagi sudah heboh, Ben masih tidur dengan santainya."
"Tiga anak beda-beda sifatnya ya Mintang?" senyum Ajeng sambil menggendong Ararya yang tampak heboh bermain rambut tantenya.
"Banget Mbak. Arya itu khas anak sulung, Ben anak kedua yang santai dan Mita anak bontot plus princess" jawab Gemintang sambil menatap Charusmita yang mulai sedikit mengantuk.
"Kayaknya Mita akan mirip dengan sepupu lainnya macam Bia dan Rania ya... Bukankah semua anak perempuan keluarga mas Bayu dikenal bar-bar..." Ajeng mencium Arya gemas.
"Kata mbak Rin, mbak Ajeng juga bar-bar... Kemarin mbak Ajeng jewer Hyde dan Shohei kan?" kekeh Gemintang.
"Habis gemes aku Mintang. Mereka berdua itu masih kecil tapi sudah gelut brutal deh ! Ya kepaksa, singsingkan lengan baju dan keluarkan jurus capit kepiting ala emak-emak meskipun aku belum jadi emak-emak !"
"Iyeeesss ! Kamu berapa lama kosong Mintang?"
"Aku tiga bulan nikah, isi mbak. Tapi gadha gara2 aku kepeleset. Sempet diminta kosong tiga bulan tapi malah isi pas di Aussie itu juga ga tahu juga malah dapat tiga gantinya... Alhamdulillah. Mbai Ajeng nggak usah dipikirin kalau belum isi. Kan baru nikah juga... Dinikmati saja berdua sama mas Bayu dulu. Nanti kalau udah tepat waktunya... Insyaallah dikasih kok..." senyum Gemintang. "Eh anak cantik sampai ngowoh tidurnya..." Gemintang melihat Mita sampai melepaskan bibirnya dari sumber ASI sang ibu, dan bayi cantik itu tidur dengan lelapnya.
"Pengen sih segera tapi kan tidak bisa memaksa ya Mintang..." ucap Ajeng sambil menepuk patpat Arya yang mulai mengantuk.
"Jangan terlalu dipikirkan... Kayak aku dulu mbak sempat merasa bersalah secara aku tuh dokter meskipun dokter hewan, Arjun juga dokter tapi kita semua nggak ada yang aware..." Gemintang meletakkan Mita diatas tempat tidur bayi. Wanita cantik itu tampak mengerenyitkan dahinya karena bekas jahitannya terasa sedikit membuatnya tidak nyaman.
"Sakit Mintang?" tanya Ajeng.
"Mak sengkring gitu mbak kalau orang Jawa bilang. Resiko melahirkan Caesar soalnya meskipun sudah pakai teknologi canggih kan tetap saja perut dibuka" jawab Gemintang sambil duduk. "Sembuhnya sekitar enam sampai delapan Minggu... Ya masih kurang tiga mingguan lagi lah..."
"Resiko menjadi ibu. Makanya kalau sampai kaum suami macam-macam, hajar saja Mintang !" geram Ajeng membuat Gemintang tertawa.
"Mbak Ajeng cocok sama mas Bayu. Sama-sama panasan..."
__ADS_1
"Kalau kata orang Jawa, panci ketemu tutup..." senyum Ajeng yang kemudian meletakkan Arya tidur di tempat tidur nya. "Duh Arya ini macam Alisha deh, tantenya cerita apa macam didongengi terus bobok."
"Sudah lihat gaya elegan ala Arsya mbak?" tanya Gemintang sambil membetulkan selimut si triplets.
"Sudah. Ya ampun Mintang, mbak sampai tidak menyangka kalau Arsya itu pangeran ... "
"Lha kenapa mbak?" Gemintang sudah mau tertawa karena tahu, keponakannya yang satu itu memang ajaib.
"Jadi kemarin ribut dengan Mbak Zee perkara harus mandi pagi karena hendak bertemu dengan keluarga kerajaan Belanda..."
"Oh princess Violet? Sahabatnya Arsya itu mbak..."
"Lha iya. Arsya bangun kesiangan gara-gara semalaman baca buku Mahabarata yang dibelikan bang Sean karena Arsyanendra penasaran. Terus sama mbak Zee disuruh mandi kilat karena rombongan kerajaan Belanda sudah mendarat di bandara. Tahu Arsyanendra bilang apa?" Ajeng menatap Gemintang dengan wajah gemas.
"Bilang apa?" tanya Gemintang.
"Selama Arsya masih tetap ganteng dan imut kata Oom Arka dan Oom Shin, tidak usah mandi. Wong nggak kelihatan. Kata Oom Shin, kalau Violet nggak pingsan cium Arsya, berarti Arsya masih wangi... "
Gemintang melongo lalu tertawa terbahak-bahak. "Astaghfirullah... Arsyaaa..."
"Heran aku ! Trio Kampret tuh membuat bubar aturan istana Belgia beneran deh !" gerutu Ajeng.
"Tapi Arsya tetap mandi kan?"
"Ya nggak lah ! Cuci muka, sikat gigi, ganti baju formal, pakai parfum ... Langsung menyambut kedatangan keluarga kerajaan Belanda. Terus sempat berbisik padaku 'Tante, Vio nggak pingsan berarti Arsya aman ya nggak mandi seharian?' Aku cuma whaaaatttt???" sungut Ajeng kesal.
Gemintang tertawa terbahak-bahak.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa gaeeesss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️