My 100th Secretary

My 100th Secretary
Masa Sih?


__ADS_3

Ruang Kesehatan PRC Group Building Manhattan New York


Bayu bersedekap sambil mendengarkan cerita Alesha. Pria bertubuh besar itu yakin kalau pegawainya di divisi desain itu tidak mungkin berbohong karena dia bisa memeriksa di CCTV tapi tetap saja dia harus tahu dari mulut Alesha.


"Begitu kejadiannya Mr O'Grady" ucap Alesha usai menyelesaikan ceritanya.


Bayu menoleh ke arah Ajeng yang masih manyun sambil mengompres wajahnya. "Alesha, kamu boleh kembali ke ruangan kamu."


"Mr O'Grady... Tapi apa saya..."


"Alesha, kamu tidak salah. Okay?" Bayu menatap tajam ke Alesha dengan nada tidak bisa dibantah.


"Ba...baik Mr O'Grady. Saya permisi. Ajeng, get well soon ya" ucap Alesha sambil melambaikan tangannya ke arah Ajeng yang membalasnya dengan memberikan jempolnya.


Gadis keturunan Indian itu pun keluar dari ruang kesehatan meninggalkan Bayu bersama Ajeng dan Victoria Black.


"Vicky, apakah benar tidak apa-apa? Tidak perlu dibawa ke rumah sakit?" tanya Bayu sambil menghampiri Ajeng dan dengan lembut memegang dagu gadis itu untuk memeriksa kondisi wajah sekretarisnya.


Ajeng hanya bisa mengerjap-ngerjapkan matanya melihat bagaimana dekatnya wajah boss manusia krypton ke wajahnya. Tanpa sadar, pipinya pun memerah membuat Bayu tertegun dan tahu Ajeng tidak nyaman.


"Bay, anggap saja macam Sammy kena tonjok Blaze" senyum dokter Victoria membuat Ajeng mendelik mendengar sepupu Bayu bar-barnya minta ampun.


"Beda lah Vicky! Bee cewek nonjok mas Sammy, kalau ini Preston gampar Ajeng!" balas Bayu yang masih tetap memegang dagu Ajeng. "Masih sakit Jeng? Ke rumah sakit ya?"


"Eh... nggak usah Mr O'Grady! Dikompres saja sudah cukup."


Suara pintu ruang kesehatan terbuka dan tampak Radeva berdiri di sana. Segera adik sepupunya itu ikutan menatap Ajeng membuat gadis itu gugup ditatap dua pria tampan.


"Kamu nggak papa Jeng? Besok ditunda saja acara sama Aya, ya? Hai dokter Vicky!" Radeva menoleh ke dokter Victoria sekilas.


"Astagaaa! Kalian berdua itu! Ajeng cuma memar, tidak ada retak atau apapun. Lihat, sekretaris mu tidak nyaman Bay!" kekeh dokter Victoria melihat dua keturunan Blair dan Giandra itu sama-sama heboh.


"Tidak ada rahang retak Vicky?" Bayu melepaskan pegangan di dagu Ajeng dan menoleh ke arah dokter Victoria.


"No Bay. Sudah aku pastikan."


"Besok tetap jadi nggak papa kok Pak Radeva. Lagipula dik Moru juga mau ikutan belajar buat klepon" senyum Ajeng tapi setelahnya meringis karena terasa senut-senut.


"Kamu kesakitan gitu kok!" Radeva menatap cemas.


"Yang sakit wajah, tangan masih berguna bagi Nusa dan bangsa" cengir Ajeng.


"Deva, titip Ajeng" ucap Bayu dingin.


"Kamu mau kemana mas?" tanya Radeva.


"Hajar Bandeng Pretson!" Bayu pun keluar ruang kesehatan itu.


"Semoga tidak dilempar ke Empang..." gumam Radeva. "Atau dikirim ke Timbuktu... lebih parah lagi dikirim ke Tibet jadi biksu..."


Dokter Victoria yang mendengar ucapan Radeva hanya tertawa kecil. "Kamu mikirnya kejauhan, Deva. Bayu paling menghajar habis-habisan soalnya Ajeng kan sekretaris kesayangannya."

__ADS_1


Ajeng terkejut. "Hah?"


"Lha dokter Vicky pun bisa tahu?" gelak Radeva.


"Isn't it so obvious ( bukankah sangat jelas )? Ajeng dengar, Bayu itu sudah suka dan mungkin sudah jatuh cinta sama kamu! Apa kamu tidak merasakannya?" Dokter Victoria menatap Ajeng serius.


"Hah?! Masa sih?" Ajeng tampak berpikir. "Aaahhh dokter Victoria bukan Beckham bercanda deh!" Denial gadis itu.


"Yup. Mas Bayu sudah jatuh cinta sama kamu, Jeng. Hanya saja dia masih belum yakin tapi sayang sama kamu itu jelas ada!" timpal Radeva.


Ajeng melongo. Masa sih manusia Krypton suka sama aku yang kasih kryptonite? Tunggu, yang semalam mas Kal-el mengelus kepala aku itu ... bukan karena aku dianggap kucing ya?


***


Ruang Keamanan PRC Group


Bayu mendatangi ruang Keamanan bersama Hunter yang ikut geram dan cemas mendengar Ajeng kena pukul apalagi gadis itu merupakan kesayangan dua pengawal Bayu. Mereka, dirinya dan Doogie menganggap Ajeng seperti adik perempuan mereka.


"Ajeng bagaimana Bay?" tanya Hunter.


"Mukanya memar."


"Sudah ditangani dokter Black?"


"Sudah."


"Kamu mau hajar Preston?"


"Buang saja ke Timbuktu!"


"Nggak, aku buang ke Antartika!"


Hunter cekikikan. "Untung nggak ke Aokigahara..."


Bayu menghentikan langkahnya dan berbalik dengan wajah menyeringai. "Good idea, Hunter!"


"Apakah akan kamu pecat?" tanya Hunter.


"No. Aku kirim ke Aokigahara seminggu dulu. Keputusan nya setelah itu!"


Hunter hanya bisa tersenyum. Alamat Luke Bianchi ngamuk deh!!


Kepala keamanan menyambut Bayu dan Hunter dengan anggukan hormat.


"Doogie di dalam, JC?" tanya Bayu ke kepala keamanan perusahaan nya.


"Yes Mr O'Grady. Rekaman CCTV di cafetaria juga sudah ada di dalam" jawab Jordan Chasez yang biasa dipanggil JC.


"Good." Bayu pun membuka pintu ruang interogasi dan tampak Preston North memucat wajahnya saat melihat siapa yang datang. Dirinya sudah takut dengan wajah dingin Doogie O'Leary dan sekarang ditambah Hunter McDouglas serta kehadiran Bayu O'Grady.


"Doogie, perlihatkan rekaman CCTV yang sudah diberikan JC!" perintah Bayu.

__ADS_1


Doogie pun menyalakan tv layar lebar di ruangan itu dan rahang Bayu semakin mengeras saat melihat Ajeng kena pukul hingga terjatuh.


Bayu menatap dingin ke arah Preston usai melihat rekaman itu dan kalau dirinya benar-benar Superman, sudah pasti tubuh Preston berubah jadi abu akibat kena sinar laser dari matanya.


"Preston..." panggil Bayu dalam lalu bersandar di jendela kaca dua arah sambil bersedekap.



Dingin banget bang


"Saya... minta maaf Mr O'Grady. Saya tidak sengaja..."


Bayu mengangkat tangan kanannya menunjukkan tidak mau mendengar ucapan Preston. "Saya tidak mau mendengar alasan apapun, North!"


Preston menunduk dan bersiap dirinya kena pecat hari ini juga apalagi diri nya memukul Ajeng Pratiwi, sekretaris Bossnya meskipun tidak sengaja.


"Kamu tahu kesalahan kamu kan?" Bayu menatap tajam ke arah Preston.


"I...iya Mr O'Grady" jawab Preston pelan.


"Doogie, kirim dia ke Dark Entry Forest di Dudley Town Connecticut selama seminggu. Pasang GPS di kakinya yang tidak bisa dilepas dengan cara apapun. Nanti aku hubungi Ranger disana untuk mengirimkan anak buahnya membawa Bandeng Pretson kesana!" perintah Bayu.


Doogie melongo. "Serius?"


"Apa perlu dikirim ke Aokigahara?" balas Bayu. "Kalau ada yang dekat, buat apa jauh-jauh?"


Wajah Preston semakin memucat karena siapapun tahu Dark Entry Forest adalah salah satu hutan paling angker di Amerika Serikat yang diketahui begitu masuk, jarang bisa keluar lagi.



Lokasi Dark Entry Forest, Dudley Town Connecticut


Hunter dan Doogie saling berpandangan lalu keduanya menyeringai menatap Preston.


"Mr O'Grady... Saya dipecat saja tidak apa-apa tapi jangan kirim saya kesana" pinta Preston dengan wajah memelas.


"Jadi, kamu memilih saya pecat dengan muka babak belur saya hajar daripada saya kirim ke Connecticut?"


Preston mengangguk. Setidaknya dia masih hidup daripada di hutan bertemu dengan beruang, hantu ataupun Big Foot. Bisa-bisa nyawanya melayang disana!


"Baiklah kalau begitu." Bayu melepaskan jas dan dasinya yang diberikan ke Hunter lalu menggulung lengan kemejanya serta melepaskan dua kancing atasnya. "Jangan harap kamu keluar dengan wajah masih berbentuk!"


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2