My 100th Secretary

My 100th Secretary
Bayu Pergi


__ADS_3

Ruang VIP RR's Meal Manhattan New York Hari Selasa


Bagas menatap keponakannya yang masih mode melamun dan tampak ingin minggat dari pertemuan bersama Abiyasa dan Alea. Kenapa nih bocah macam singgat pengen kabur? Bagas baru kali ini melihat Bayu tampak terdistraksi, tidak fokus seperti biasanya. Pasti gara-gara cewek!


Sebagai mantan suhu playboy dan player, Bagas hapal lah bahasa tubuh pria kalau sedang tergila-gila dengan wanita. Dan Bagas sudah mendengar tentang Bayu dan sekretaris nya yang dibawa kabur Radeva dan Devan ke Jakarta.


Dasar duo Dev itu memang nakal nya nggak ketulungan! Bagas menggelengkan kepalanya. Suara notifikasi ponselnya, membuat Bagas membuka pesan yang diterimanya. Bibirnya tersenyum melihat pesan yang dikirimkan oleh putranya, Dewa.


Tampak disana Dewa bersama dengan kekasihnya Alina berfoto bersama dengan Ajeng, Devan, Radeva, Radyta, Valentino, Katya, Arkananta, Arabella, Romeo, Juliet dan Remy. Mereka semua makan malam di RR's Meal Jakarta dan tentu saja ponsel Bayu terdengar suara notifikasi dengan nada getar.


Pasti duo Dev mengirimkan di grup chat generasi keenam. Bagas tersenyum smirk melihat wajah kesal Bayu dengan rahangnya yang mengeras. Nah lho! Sudah mau berubah menjadi angin ribut!!


Bagas memegang pelipisnya untuk mencegah dirinya tertawa terbahak-bahak melihat bagaimana Bayu gelisah di kursinya, mana acara meeting antara bank miliknya, bank of America dan PRC Group belum selesai.


Dijamin, Bayu pasti kabur ke Jakarta usai ini! Bagas sampai harus menggigit bibirnya agar menahan rasa geli. Owalaahhh Bayu... Bayu...


***


Jakarta Indonesia, Restauran RR's Meal di Kuningan Waktu bersamaan ( New York pagi, Jakarta malam )


"Sudah kamu kirim Wa?" tanya Radeva.


"Sudah dong! Ke papa juga sudah. Kan papa lagi ada acara meeting dengan PRC Group" senyum Dewananda Hadiyanto.


"Terus? Apa kata Oom Bagas?" tanya Valentino.


"Well, Mas Bayu ngampet ngamuk ( menahan amarah )" gelak Dewa durjana membuat sang kekasih, Alina, sampai meliriknya judes.


"Mas Dewa, nggak boleh gitu..." tegur gadis manis itu.


"Seru aja, Al. Kapan lagi kita bikin angin Muson jadi angin topan anak jalanan?" Dewa tersenyum ke Alina.


"Astaghfirullah... Aku tak menyangka kalau adik-adik pak Bayu Ternyata usil-usil ya" ucap Ajeng sambil menggelengkan kepalanya.


"Ini belum seberapa Jeng. Kalau kami semua kumpul, jauuuuuhhhh lebih durjana" cengir Radyta, putra Aji Yung dan Falisha Hassan.


"Ternyata pepatah don't judge a book from its cover itu benar adanya. Kalian semua casing, fisik, t.o.p b.g t tapi kelakuan naudzubillah jahilnya" ucap Ajeng yang merasa pusing kumpul dengan para sepupu Bayu dengan segala kerandoman nya.


Semua orang disana terbahak. "Welcome to the real of us ( selamat datang di keluarga kami sebenarnya )."


"Ta arani aku Wis somplak, jebule kalah suhu ( aku kira aku sudah kacau, rupanya kalah suhu )" gumam Ajeng.


"Jeng, aku kasih tahu ya. Pulang dari Jakarta, kamu bakalan tambah ilmu!" seringai Dewananda Hadiyanto, putra Bagas Hadiyanto dan Safira Pratomo Kim.

__ADS_1


Ajeng hanya meringis. Duh aku luwih mikir nasib pak Radeva dan dik Devan di tangan pak Bayu. Babak bundas ora ya mengko ( babak belur tidak ya nanti ).


***


Manhattan New York


Acara pertemuan pun usai dan sekarang adalah acara makan siang. Bayu berbisik ke Abiyasa dan ayahnya mengangguk dan mengijinkan putranya untuk pergi. Bagas yang melihat itu, mencegah Bayu untuk pergi sebelum berpamitan.


"Mau kemana kamu Yu?" tanya Bagas dengan wajah datar.


"Ke Jakarta, Oom."


"Dalam rangka?" tanya Bagas lagi seolah-olah tidak tahu kalau Bayu akan pergi.


"Membawa Pulang Sekretaris Yang Diculik!"


Bagas mengernyitkan dahinya. "Kok macam judul novel?"


"Mungkin... Sudah ya Oom, Bayu pamit dulu. Assalamualaikum."


"Wa'alaikum salam" balas Bagas. Bayu pun berpamitan dengan semua orang termasuk Alea Hamilton Bradford. Setelahnya pria itu pun pergi keluar ruang pertemuan.


"Abi!" panggil Bagas ke arah pria berambut blonde dan berbadan besar itu. "Bayu ngejar sekretaris nya?"


"Dia benar-benar suka sama siapa namanya... Ajeng?"


"Yup. Gandari juga suka dengan Ajeng..."


"Aku juga suka sama Ajeng..." timbrung Alea. "Mamoru kalian tahu sendiri kan, kalau bukan keluarga, dia mana mau dekat. Tapi kemarin saat pertama kali bertemu dengan Ajeng dan Aya, pacarnya Radeva, dia bisa langsung dekat."


"Auranya Ajeng dan Aya sama mungkin?" ucap Bagas.


"Memang. Tipikal anak gadis yang good manner, good educated dan tidak ganjen" senyum Alea. "Kayaknya cuma Ajeng yang bisa membuat Bayu kelimpungan deh. Ingat pas Gemma akhirnya pacaran dengan Gasendra, Bayu cuma kelimpungan soal pekerjaan. Tapi ini, Bayu kelimpungan sampai ke perasannya."


"Kita lihat saja, apakah Mansion Giandra aman sentosa dari amukan angin topan anak jalanan itu" kekeh Abiyasa cuek.


***


Meanwhile di Mansion Giandra Jakarta Indonesia


"Mas Bayu sudah perjalanan ke Jakarta" ucap Devan.


"Kok tahu?" tanya Radeva sambil melepaskan sepatunya.

__ADS_1


"Nih GPS nya menuju JFK Airport" ucap Devan sambil menunjukkan ponselnya. Radeva, Devan dan Ajeng baru saja tiba di mansion menjelang jam 12 malam setelah menghabiskan malam bersama dengan para sepupunya yang di Jakarta.


"Pesawat yang kita sewa sudah datang?" tanya Radeva.


"Sudah."


Radeva keluar kamar dan bergegas menuju kamar Ajeng lalu mengetuk pintunya. Gadis itu membuka pintu kamarnya dengan menggunakan masker wajah membuat Radeva terkejut.


"Astaghfirullah! Ju on!" ucap Radeva membuat Ajeng cemberut.


"Ada apa pak Radeva?" tanya Ajeng.


"Jeng, kita pulang ke New York nanti jam sepuluh pagi ya?"


Ajeng mengerenyitkan dahinya. "Lho, nggak jadi besok kamis ?"


"Jeng, perjalanan Jakarta ke New York kan butuh waktu 24 jaman. Jumat kamu dan aku harus masuk kantor lho! Kan kita ijinnya sampai Kamis saja" ucap Radeva.


Ajeng tercenung. Oh iya ya. Surat ijin yang dibuatkan pak Radeva cuma sampai hari Kamis.


"Baik pak. Kalau begitu, saya beres-beres dulu" jawab Ajeng akhirnya.


"Good. Lagian opa dan Oma sudah tahu kita akan pulang nanti."


"Baik pak Radeva."


"Selamat beristirahat Jeng."


"Selamat malam pak Radeva." Ajeng pun menutup pintu kamarnya sedangkan Radeva berjalan menuju kamarnya yang bersama Devan.


Wajahnya tampak puas dan bibirnya menyeringai durjana. Selamat datang ke Jakarta, mas Bayu. Tapi yang dicari sudah balik kandang....



Usil banget lu Radeva...


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2