My 100th Secretary

My 100th Secretary
Bonchap - Dia Daddy Aku Kan?


__ADS_3

Apartemen Kimberly dan Keira


Doogie melihat bagaimana Keira sangat menikmati mashed potatoes yang dia bilang paling enak di New York.


"Bagaimana Keira? Enak?" tanya Doogie.


Keira mengangguk. "Mr O'Leary benar. Ini mashed potatoes paling enak yang pernah Kei makan."


Doogie tersenyum senang melihat putrinya makan dengan lahap. Pria itu melirik jam tangan Patek Philippe nya dan memutuskan untuk pulang karena sudah malam. Dia tidak mau ada tambahan kejutan lagi untuk Keira.


"Aku pulang dulu Kimmy. Besok aku harus berangkat pagi." Doogie pun berdiri lalu tersenyum ke arah Keira. "Sampai bertemu lagi. Oh panggil aku Uncle Doogie saja, Keira. Jangan Mr O'Leary."


"Oh... Baik, uncle." Keira tersenyum manis. "Terimakasih atas makanannya uncle."


"Anytime. Bye Keira." Doogie pun berjalan menuju pintu dengan diantar oleh Kimberly.


"Bye Uncle."


Kimberly pun membuka pintu apartemennya dan Doogie pun berjalan keluar.


"Kimmy... Aku serius mendonorkan hati ku untuk putri kita..." ucap Doogie dengan wajah bersungguh-sungguh.


Pipi Kimberly merona saat mendengar kata 'putri kita'. "Douglas..."


"Jangan menolaknya, Kimmy. Please. Aku sudah kehilangan sepuluh tahun tidak mengetahui memiliki seorang putri yang cantik. Kamu membesarkan Keira dengan sangat baik..." senyum Doogie. "Kamu ibu yang hebat. Maafkan aku yang tidak ada disisimu pada masa-masa kamu membutuhkan bahu bersandar dan teman berbagi..."


Mata hijau Kimberly tampak berkaca-kaca mendengar ucapan tulus Douglas. Sejak awal mereka berkenalan, hati Kimberly sudah merasa bahwa Doogie pria baik.


Doogie memeluk Kimberly. "Jika kamu butuh sesuatu, hubungi aku" bisik pria itu di sisi telinga Kimberly.


Kimberly yang awalnya tidak ingin memeluk Doogie, akhirnya memeluk tubuh yang sangat dia hapal. Bagi Kimberly, Doogie adalah satu-satunya pria yang pernah menyentuhnya dan Kimberly tidak ada rasa ingin mencari pria lain. Kimberly sudah bertekad membesarkan Keira sendiri jika dirinya tidak pernah bertemu Doogie lagi.


"Douglas..." bisik Kimberly.


"I'm so glad kita bisa bertemu lagi, Kimmy. Aku tahu permintaan maaf tidak lah cukup karena aku meninggalkan kamu selama sepuluh tahun ini..." ucap Doogie.


"Doug, sebaiknya kamu pulang. Aku besok masih harus berangkat pagi..." Kimberly mengurai pelukannya. "Klien Mr O'Grady akhirnya mau menggunakan desain aku."


"Si nyonya menyebalkan itu?" ucap Doogie sebal. "Dia sudah cukup merepotkan Bayu dan Mr Abiyasa !"


Kimberly tertawa. "Dia mau desain yang aku buat tadi. Mungkin karena sangat Irish..."


"Congratulations. Semoga dia mau tanda tangan kontrak jadi kamu mendapatkan bonus nanti."

__ADS_1


"Amen. Kamu pulang dulu. Besok aku ceritakan bagaimana kliennya" senyum Kimberly.


"Oke. See you tomorrow." Doogie mencium kening Kimberly. "Jaga Keira ya."


"Always Doug, always."


***


Kimberly masuk ke dalam apartemen dan melihat putrinya berdiri di ruang keluarga dengan tatapan tidak bisa ditebak.


"Ada apa Kei?" tanya Kimberly dengan jantung berdebar karena dia tahu putrinya sangat cerdas dan tidak pernah melihat dirinya datang dengan laki-laki tapi hari ini, dia datang bersama Doogie.


"Mommy ... Apakah uncle Doogie itu Daddy Keira?" tanya gadis cilik bermata hijau yang sama dengan dirinya dan Doogie.


Kimberly mengajak Keira duduk. "Kita duduk dulu sayang. Mommy tahu ini terlalu mengejutkan karena mommy juga sama terkejut nya denganmu. Kamu mau tahu dari mana?" Kimberly memeluk putrinya sambil mengelus rambut merahnya.


"Dari kenapa Uncle Doogie tidak mencari kita..." jawab Keira serius.


Kimberly menarik nafas dalam-dalam sebelum akhirnya bercerita apa adanya ke putrinya. Bagi Kimberly, memang sudah waktunya Keira mengetahui semuanya apalagi dia sudah besar.


***


"Jadi Uncle Doogie tidak tahu mommy kemana? Pas kalian hendak menikah, uncle Doogie dikirim untuk misi rahasia?" cecar Keira.


"Seperti yang mommy bilang..."


"Seperti yang mommy bilang" ucap Kimberly. "Mommy yang salah... Mommy yang pergi dari Daddy..."


Keira menggelengkan kepalanya. "Tidak mommy, yang salah hanya salah paham..."


Kimberly tertawa sambil menangis mendengar ucapan putrinya lalu memeluk erat Keira sambil mencium pipinya. "Bagaimana perasaan kamu Keira ? Setelah tahu Uncle Doogie adalah Daddymu?"


"Sejujurnya? Kei senang... Akhirnya Kei punya Daddy. Selama ini Kei selalu merasa Daddy adalah agen rahasia jadi tidak mau kita dalam bahaya ... Makanya tidak mencari kita."


"Sayang, kamu terlalu banyak menonton film spionase..." kekeh Kimberly.


"Tapi Uncle Doo... Eh Daddy sudah tidak menjadi agen rahasia lagi kan? Sudah tidak di militer kan?" tanya Keira penasaran.


"No sayang. Daddymu adalah asisten boss mommy dan sudah tidak di militer lagi."


"Thanks God. Daddy sudah tidak dalam misi bahaya." Keira tampak mengatupkan kedua tangannya seperti berdoa. "Hari ini Keira senang sekali mommy."


"Mommy ikut senang melihat Kei senang..." Kimberly semakin mengeratkan pelukannya ke putri cantiknya.

__ADS_1


***


Kimberly tampak senang usai menemui klien yang kata Doogie dan Alesha super cerewet dan menyebalkan karena wanita itu langsung menandatangani kontrak kerjasama menggunakan jasa desain dan interior PRC Group dengan permintaan khusus, Kimberly lah yang menjadi mandornya.


Alesha yang mengetahui itu pun, langsung memeluk Kimberly erat, ikut senang karena hampir dua bulan ini mereka dipusingkan dengan klien super cerewet itu.


"Bagaimana bisa dia mau tanda tangan kontrak kerja sama, Kim ?" tanya Alesha dan beberapa rekan kerjanya yang ikut lega.


"Aku ajak obrol dengan bahasa Irlandia Gaelic dan dia langsung berubah menjadi ramah. Rupanya dia mengalami homesick, rindu sesama orang Irlandia. Jadi tadi dia tanda tangan tanpa pakai tanya..." kekeh Kimberly.


"Aaaahhh beruntung nya kamu Kim ! Tapi kita semua ikut senang karena telinga kami sudah terkena polusi Omelan boss !" ucap rekannya yang lain.


"Gara-gara dia susah dipuaskan" celetuk rekan pria mereka membuat para wanita menoleh judes.


"Kenapa kalimat kamu jadi ambigu, Klaus ?" pendelik Alesha.


"Eh? Tunggu... Iya ya... Kok jadi ..." Klaus menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


***


"Apakah kamu dan Kimberly akan rekonsiliasi demi Keira?" tanya Bayu ke Doogie yang datang ke ruang kerjanya untuk meminta tanda tangan suami Ajeng itu.


"Belum... Aku belum memberitahukan pada Keira kalau aku ayahnya..." jawab Doogie.


"Aku rasa dia tahu."


Doogie menaikkan sebelah alisnya. "Bagaimana kamu bisa bilang begitu, Bay ?"


"Karena, ikatan batin seorang anak dan ayah atau ibu sangat kuat. Apalagi kamu pergi bukan karena hal yang jelek... " jawab Bayu.


"Pelan-pelan Bay... Aku baru dua hari ini tahu punya anak !" jawab Doogie.


"Kamu sudah punya anak?"


Bayu dan Doogie menoleh ke arah pintu dimana Hunter McDouglas berdiri disana.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2