My 100th Secretary

My 100th Secretary
Arti Nama Bayu


__ADS_3

Ruang Makan Mansion Blair di Staten Island New York


Kaia dan Rhett melihat wajah lelah dua cucunya yang dikerjain oleh kakaknya. Saat Kaia tahu kenapa di hari Jumat Bayu meminta tidak boleh ada pelayan yang membantu Radeva dan Devan, dia baru tahu alasan kedua cucunya datang dengan pengawasan dua pengawal Bayu. Semuanya kini sedang menikmati makan siang dan sore nanti semua orang akan kembali ke Manhattan.


"Capek?" tanya Kaia sambil tersenyum geli.


"Capek Omaaaa..." rengek Radeva dan Devan. "Mas Bayu tega! Bersihkan halaman belakang pas musim gugur itu sama saja membersihkan salju di Antartika!"


"Lagian bersihkan kolam pakai sikat besar dan sikat gigi!" timpal Radeva.


"Masih bagus aku hukum kalian yang manusiawi daripada aku hajar kalian dan masuk ke rumah sakit?" balas Bayu cuek.


"Lagian kamu sama Devan ya satu server! Sudah tahu kakakmu satu ini panasan dan lagi jatuh cintrong, malah kalian kerjain?" tegur Rhett O'Grady.


"Lho opa, justru dengan begini, terlihat bagaimana perasaan mbak Ajeng sebenarnya. Dia itu care sama mas Bayu tapi dengan caranya sendiri..." ucap Devan yang juga kena amuk ayahnya Rama McCloud dan opanya Arjuna McCloud yang tahu ulahnya. Keduanya menyetujui hukuman yang diberikan Bayu supaya Devan kapok meskipun kedua orang keturunan Elang McCloud dan Rain Reeves meragukan kalau bakalan insyaf.


"Bisa saja aku seperti itu karena takut dipecat Pak Bayu, dik Devan" sahut Ajeng dengan wajah tanpa dosa tapi sudah membuat Bayu mendelik tidak percaya.


Benar-benar gadis satu ini Yaaa! Bakalan kena hukuman ! Bayu menatap judes ke Ajeng sedangkan yang ditatap hanya memberikan senyum manis.


"Mbak, mas Bayu bakalan bahagia memecat mu sebab tujuan utamanya adalah ngajak ke depan penghulu!" gelak Devan durjana.


"Duh jangan sekarang... Masih harus profesional sampai delapan bulan kurang dua Minggu ke depan" jawab Ajeng masih memasang wajah lempeng.


Kaia dan Rhett terbahak mendengar jawaban gadis yang diklaim Bayu sebagai calon istrinya. "Ya ampun Bay, kamu harus ekstra sabar dengan Ajeng. Dia sangat Membagongkan" gelak Kaia.


"Sangat Oma!" balas Bayu sambil menatap judes ke Ajeng yang cuek memakan makan siangnya.

__ADS_1


"Oma, aku tidak yakin kalau kehidupan rumah tangga mas angin mamiri ini bakalan adem ayem soalnya mbak Ajeng bakalan bikin mas Tolak angin bligsatan" cengir Devan.


"Kamu tuh manggil mas mu kok ya aneh-aneh sih Van" kekeh Kaia. Jujur dirinya senang dua cucunya terpaksa menginap di mansion demi melaksanakan hukuman dari Bayu tapi dari situ dia dan Rhett tahu siapa Ajeng. Bahkan Bara dan Danisha mengatakan kalau mereka sangat suka dengan Ajeng. Hasil screening Bryan Smith pun juga menunjukkan Ajeng dari keluarga baik-baik dan gadis itu termasuk tangguh sejak ditinggal kedua orangtuanya.


"Salah siapa kasih nama Bayu yang berarti angin?" cengir Radeva.


"Tapi orang yang bernama Bayu itu punya arti bagus lho" celetuk Ajeng.


"Apaan?" tanya Bayu yang penasaran dengan jawaban Ajeng.


"Jika memiliki putra bernama Bayu maka sifat dan karakteristik orang ini emosional. Ia adalah orang yang berani namun ramah. Ia senang menerima hadiah sebagai ekspresi dari orang yang dicintainya. Ia cenderung manja dan cenderung memanjakan pasangannya... Eeeehhhh!" Ajeng terkejut ketika Bayu memeluknya di depan keluarganya.


"Terima kasih sayang, meskipun aku panasan tapi kan aku suka manja sama kamu kan?" Bayu mencium pelipis Ajeng membuat wajah gadis itu merah padam malu ke keluarga Blair.


"Astaghfirullah! Dasar Bucin!" Kaia melemparkan serbet ke Bayu membuat cucunya melepaskan pelukannya.


Radeva dan Devan hanya melengos sebal melihat kakaknya yang super Bucin sekarang dengan Ajeng. Satu sisi mereka senang karena gadis yang disukai Bayu adalah gadis yang cocok dengan keluarga besar tapi sebal melihat makin tidak ingat tempat pria itu terlisus-lisus, bikin senep juga!


***


Bayu dan Ajeng berpamitan untuk pulang ke Manhattan bersama dengan Radeva, Devan, Hunter dan Doogie yang akan mengantarkan mereka ke rumah. Ajeng berjanji akan datang ke Staten Island Minggu depan karena Kaia belum puas mengobrol. Bayu pun menyanggupi akan mengantarkan Ajeng ke mansion dan menginap sekalian.


Kini Bayu dan Ajeng sudah berada di dalam mobil yang berjalan menuju Manhattan. Di dalam mobil, Bayu tampak tersenyum melihat Ajeng tampak tertidur. Perjalanan dari Jakarta ke New York memang sangat melelahkan hingga gadis itu pun memilih tidur di perjalanan.


Bayu menyetir dengan tenang dan santai, tidak mau mengganggu tidurnya Ajeng. Waktu tempuh dari borough Staten Island ke Soho membutuhkan waktu sekitar 53 menit. Dan kini Bayu sudah memarkirkan mobilnya di parkiran umum dekat apartemen Ajeng.


Bayu menepuk lengan Ajeng pelan untuk membangunkan gadis itu. "Jeng... Ajeng? Bangun...sudah sampai."

__ADS_1


"Huh?" Ajeng mengerjapkan matanya. "Sampai mana?"


"Sampai apartemen kamu. Ayo turun." Bayu membuka pintu mobil dan berjalan ke bagian belakang mobil untuk mengambil koper dan tas Ajeng. Gadis itu menyatukan nyawanya lalu turun dari mobil.


Bayu menutup semua pintu mobilnya lalu menyeret koper Ajeng dimana gadis itu berjalan di depan dengan sedikit doyong karena masih mengantuk. Bayu reflek memegang pinggang Ajeng agar tidak jatuh atau menabrak karena gadis itu mirip orang mabuk.


Keduanya pun sampai di depan pintu apartemen Ajeng dan mereka pun masuk ke dalam. Ajeng langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sedangkan Bayu menutup pintu apartemen.


Ajeng pun keluar dari kamar mandi dengan mata masih setengah terpejam lalu mengganti pakaiannya dengan daster tanpa menyadari Bayu masih berada di balik meja dapur sedang mengambil minum.


Wajah Bayu memerah ketika Ajeng dengan cueknya membuka kaos dan celana jeans nya meninggalkan pakaian dal@m bewarna hitam lalu memakai dasternya yang panjang dan naik ke atas tempat tidur. Tak lama Bayu bisa mendengar suara Ajeng terlelap.


Tapi yang menjadi masalah, Bayu melihat bentuk tubuh Ajeng yang sangat khas Indonesia dengan kulit kuning Langsat dan bukan penggemar berat olah raga. Wajah Bayu memerah mengingat pemandangan yang tidak disengaja sedangkan pelakunya macam Zombie yang tidak sadar sekelilingnya.


Bayu menenggak air putih dinginnya untuk menetralisir debaran jantungnya lalu menghampiri Ajeng yang terlelap. Pria itu menguap dan merasa lelah juga akibat perjalanan jauh. Bayu pun meletakkan tubuhnya di samping Ajeng dan dirinya bersyukur tempat tidur Ajeng berukuran king size jadi tubuhnya masih bisa cukup.


Bayu menatap Ajeng yang tidur dengan sedikit terbuka bibir nya. Bayu mencium bibir Ajeng sekilas dan setelahnya dia memejamkan matanya.


Que Sera Sera deh! Yang penting aku tidur dulu!


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2