My 100th Secretary

My 100th Secretary
Accident di Cafetaria


__ADS_3

Note.


Buat yang tidak tahu arti kata mbel*ge*des yang berasal dari umpatan bahasa Jawa, berarti rendah, tukang bohong, nipu ( Jawa ngapusi )dan tidak berharga.


***


Cafetaria PRC Group Building Manhattan New York


Ajeng melihat Alesha yang duduk sendirian lalu menghampiri gadis itu. Alesha langsung senang karena akhirnya mereka berdua bisa makan siang bersama.


"Kemarin kamu dibawa kemana sama Mrs O'Grady?" tanya Alesha.


"Ditraktir makan siang terus ngobrol macam-macam. Sebenarnya lebih cenderung kangen ngobrol pakai bahasa Indonesia. Kan Mrs O'Grady orang Indonesia" jawab Ajeng cuek.


"I see. Tapi memang Mrs O'Grady itu cantik banget. Awet muda juga" ucap Alesha.


"Kan perawatan juga, Alesha, disamping kulitnya juga bagus sih." Ajeng memakan makan siangnya.


"Ini pada pergi ibadah Jumat ya Jeng?"


"Iya. Tadi Mr O'Grady sudah pamitan Jumatan."


"Apa namanya Jeng? Jumatan?"


"Iya. Kalau di Indonesia bilangnya sholat Jumat tapi biasa disingkat Jumatan" jawab Ajeng.


"Ajeng. Kok tidak bilang kamu sudah ada disini?" Pretson menghampiri Ajeng dan Alesha.


"Ngapain aku laporan sama kamu kalau kamu asyik menggoda anak magang? Dasar bandeng presto!" balas Ajeng.


"Ah, dia cuma anak magang. Nggak penting..." ucap Preston membuat Alesha dan Ajeng menatap pria sok kecakepan itu tidak suka.


"Preston. Besok jadi kan kita makan malam?"


Ketiga orang itu menoleh dan melihat anak magang itu memanggil Preston membuat Ajeng dan Alesha tertawa sinis.

__ADS_1


"Nggak penting ya Preston tapi kamu ngajak makan malam terus apa kamu sekalian ajak tidur bareng juga buat one night stand?" sindir Alesha sinis lalu gadis berdarah Indian itu menatap gadis magang disana. "Dengar, young lady, sebelum kamu kebablasan dengan pria playboy ini, lebih baik batalkan saja acara makan malamnya karena setelah mendapatkan *3** semalam, dia akan meninggalkan mu seperti sampah!"


"Si@lan kau Alesha!" bentak Preston.


"Tapi itu kenyataannya kan? Sudah berapa banyak korban mu?" balas Alesha galak.


Preston mengangkat tangannya hendak menampar Alesha tapi Ajeng berusaha untuk mencegahnya. Naas, malah wajah Ajeng yang terkena pukulan Preston hingga gadis itu terjatuh.


"Ajeng!" pekik Alesha yang langsung menatap Preston yang terkejut sudah memukul sekretaris Bayu O'Grady. Alesha langsung meninju Preston hingga terjatuh. "Kali ini kamu tamat, Preston! Kamu sudah memukul sekretaris Mr O'Grady!"


Wajah Preston tampak memucat dan dua sekuriti langsung menahan Preston North untuk ditahan di ruang keamanan karena siapa pun tahu, barang siapa yang macam-macam dengan sekretaris Bayu O'Grady, akan berakibat fatal.


Alesha bergegas membantu Ajeng berdiri yang meringis sambil memegang pipi kirinya. Matanya tampak berkaca-kaca menahan sakit. Dibantu Alesha dan Rekannya di lantai 15, Ajeng dibawa ke ruang kesehatan yang ada di gedung ini.


***


Bayu mengeraskan rahangnya saat mendengar laporan dari kepala kemanan bahwa Ajeng terluka akibat keributan di cafetaria. Abiyasa yang melihat wajah anaknya menahan amarah, mengelus punggung Bayu.


"Sabar, Preston sudah ditahan sampai kamu datang. Doogie disana mengawasinya" bisik Abiyasa saat mereka masih mendengarkan ceramah dari imam masjid Manhattan.


"Kurang ajar !" umpat Bayu kesal. Rasanya dia ingin langsung kembali ke kantor sekarang juga tapi harus menyelesaikan ibadah wajibnya dulu.


***


Ruang Kesehatan PRC Group Building Manhattan New York


"Duh kok ya Preston cari mati sih!" omel Dokter Victoria Black yang berkulit hitam sambil mengobati Ajeng dengan salep anti memar. "Secara kamu sekretarisnya yang terlama kedua setelah Gemma Bernardi." Ajeng duduk di tempat tidur pasien sedangkan dokter Victoria berdiri sambil mengobati gadis itu.


"Apakah wajah saya macam kena tonjok Mike Tyson?" tanya Ajeng masih berusaha bercanda meskipun rasanya senut-senut.


"Well, kalau seperti itu, lebih parah Jeng" kekeh Dokter cantik berusia 35 tahun itu.


"Duh, berapa lama ini hilangnya dok? Kan susah saya buat ngunyah makanan ..."


"Paling seminggu Jeng baru kembali normal wajahmu. Dikompres es dulu ya atau di rumah nanti, kompres dengan daging steak beku. Bisa membantu membuat kempes bengkaknya" senyum Dokter Victoria sembari memberikan kompres es ke Ajeng. "Ditahan disini... ya bagus."

__ADS_1


Ajeng cemberut ketika kompres es itu mengenai wajahnya. "Dasar bandeng presto!" umpat gadis itu.


"Apa Jeng?" tanya Dokter Victoria tidak paham dengan ucapan Ajeng.


"Tidak apa - apa dok. Hanya mengumpat" senyum Ajeng. "Apakah bibir saya pecah dok?"


"Yup. Berarti Preston pakai tenaga penuh itu."


"Sebenarnya dia hendak memukul aku dok" celetuk Alesha yang menunggu di kursi tunggu. Dirinya merasa bersalah karena gara-gara dia mengatai Preston, Ajeng jadi terluka. Entah bagaimana reaksi Bayu O'Grady kalau tahu.


Suara langkah kaki sedikit terburu terdengar di pintu ruang periksa dan pintu itu terbuka dengan kasar membuat ketiga wanita disana terkejut.


Tampak Bayu O'Grady menatap cemas ke Ajeng yang sedang mengompres pipi dan rahangnya dengan kompres.


"Vicky! Apakah dia harus dibawa ke rumah sakit?" tanya Bayu sambil menghampiri Ajeng yang tampak kaget melihat wajah cemas boss manusia Krypton nya. Pria itu mengamati wajah sekretarisnya yang tampak membengkak ditambah bibirnya juga pecah. Sisa darah kering masih ada disana, membuat emosi Bayu semakin memuncak.


Aku buang si Preston ke Empang nya Luke Bianchi!


"Tidak usah, Bay. Dia hanya memar. Aku sudah menyiapkan salep terbaik untuk menghilangkan memarnya dan wajahnya harus rutin dikompres." Victoria tersenyum kearah Ajeng. "Bayu itu adik sepupu sahabat aku, Blaze Bianchi. Jadi aku sudah kenal lama."


Ajeng hanya mengangguk maklum karena bingung mendengar Dokter Victoria memanggil Bayu dengan nama depannya.


"Mr O'Grady..." ucap Alesha. "Maafkan saya, tapi ini kesalahan saya..."


Bayu berbalik dan melihat Alesha tampak cemas. Terlihat dari wajahnya yang panik dan tangannya saling terpilin.


"Ceritakan apa yang terjadi Alesha! Saya mau tahu kejadian sebenarnya!" pinta Bayu dengan nada dingin. Alesha mendongakkan wajahnya dan menatap Bossnya.


Untuk kali ini Alesha baru melihat mata biru Bayu O'Grady tampak ingin membunuh seseorang. Alesha menelan salivanya susah payah dan mulai bercerita.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2