
RR's Meal Kuningan Jakarta Indonesia
Remy datang ke RR's Meal bersama dengan Bayu dan Ajeng menggunakan mobil milik Anarghya yang ada di garasi Mansion. Meskipun Remy sudah mendapatkan SIM A nya tapi tetap saja Anarghya sang Daddy belum memberikan ijin putranya membawa mobil apalagi malam hari. Walhasil Bayu lah yang menyetir dengan panduan jalan dari Remy.
"Papa memang strict soal aturan mbak Ajeng. Aku memang sudah ada SIM A tapi masih belum boleh bawa mobil malam hari sementara karena jalanan lebih ramai, dan aku masih emosional" jawab Remy saat Ajeng menanyakan kenapa tidak dikasih Anarghya untuk menyetir mobil.
"Tapi papamu juga benar, Remy. Malam hari itu kalau belum jago, bahaya. Karena cahaya lampu suka membuat kamu kaget" ucap Bayu.
"Iya mas. Kalau siang hari pulang sekolah, biasanya aku nyetir sendiri dengan dikawal pengawal di sebelah sebagai mentor nyetir. Tapi papa sih janji kalau akan menemani aku nyetir malam" senyum Remy. "Mbak Ajeng bisa nyetir?"
"Bisa tapi mbak Ajeng sudah lama nggak nyetir apalagi sama mas mu dilarang ... Njelehi !" sungut Ajeng membuat Remy tertawa.
"Lha ada aku, ngapain kamu nyetir sendiri? Di rumah New York juga kamu sukanya di apartemen sambil nonton Netflix.. Jarang pergi juga." Bayu menatap lembut ke istrinya.
"Makane tho mas. Aku dibalikin jadi sekretaris kamu atau ikut Bu Gandari Ben aku ada kesibukan nggak cuma di rumah. Gabut lho ..." balas Ajeng.
"Wis gampang lah..." Bayu pun mulai mencari tempat parkir dan pria itu tersenyum melihat parkiran yang sudah disiapkan untuk para keturunan klan Pratomo. Bayu memarkirkan mobil BMW milik Anarghya di sebelah Mercedez merah convertible klasik.
Ketiganya pun turun lalu Bayu melihat mobil Mercedes klasik itu. "Punya Valentino ya?" tanya Bayu ke Remy.
"Iya. Punyanya Opa Eiji terus diwariskan ke Oom Hoshi dan sekarang buat Valentino. Hebat deh mas, masih terawat."
Bayu mengelus kap mobil yang mulus itu. "Seleranya Opa Eiji memang deh..."
"Opa Eiji kan fans berat Mercedes, Mas" jawab Remy.
Ketiganya pun naik ke dalam lift menuju lantai tempat restauran keluarga mereka berada. Sesampainya disana, pelayan sudah menunggu mereka dan mengantarkan ke ruang VIP.
"Lho masih buka ternyata mas restauran nya. Nggak macam di Hell's Kitchen kemarin" komentar Ajeng melihat para pengunjung tetap makan di restauran yang dibangun oleh Ryu Reeves, opa buyut Eagle McCloud.
"Soalnya VIP disini kan cukup buat nampung yang di Jakarta. Lha kemarin pas di New York, berapa orang coba Jeng? Semuanya datang lho..." senyum Bayu yang membuat Ajeng menepuk jidatnya.
"Lali aku ..." senyum wanita itu yang mendapatkan rangkulan di pinggangnya oleh Bayu.
Pelayan itu pun membuka pintu dan tampak semua sepupu Bayu di Jakarta ada disana.
"Wah manteb anyar sing jeng-jeng honey moon" goda Arkananta sambil menghampiri pasangan itu. Bergantian para sepupu Bayu memeluk pasangan pengantin baru itu.
"Habis ini jadi ke negaranya Kungkang?" tanya Valentino setelah mereka semua duduk di meja besar yang sudah ditata sedemikian rupa.
"Yup besok Minggu pagi kita bertolak ke Tokyo. Bang Lukie sudah menyiapkan kamar hotel di hotel milik AJ Corp di daerah Shinjuku" jawab Bayu.
__ADS_1
"Duh, langsung di hotel yang baru. Bagus katanya Kungkang yang datang pas peresmian" sahut Arkananta.
"Mbak Ajeng kemarin di Aussie sama Levi disuruh apa?" tanya Radyta yang sepupu kandung Pahlevi karena ibu Radyta, Falisha adalah kakak kandung Fathir ayah Pahlevi.
"Kasih maem pedhet ( anak sapi - Jawa ), piyik ( anak ayam ) sama cèmpé ( anak kambing )" jawab Ajeng sambil menyesap soda gembiranya.
"Haaaaahhh?" seru semua orang.
"Lho temenan ( beneran ) ! Kok dho ora percoyo sih?" Ajeng menatap ipar-iparnya bingung.
"Percaya mbak tapi kan ya ora kudu nganggo bahasa jowo tho" gelak Dewananda Hadiyanto.
"Ya Wis ta ganti. I was feeding calf ( anak sapi ), lamb ( anak domba / kambing ) and cheek ( anak ayam ). Piyeee?" cengir Ajeng membuat semua iparnya melengos.
"Nggak gitu juga mbaaaakkk !" protes Remy dan Dewananda sedangkan Bayu sudah terbahak mendengar keributan antara istrinya dan adik-adiknya.
***
Meanwhile di Tokyo Jepang
Shinichi menatap layar MacBook nya dengan manyun karena tidak bisa ikutan dalam keributan di Jakarta. Dirinya merasa iri melihat para sepupunya pada ramai dan heboh di RR's Meal.
"Ichi, kamu belum tidur?" tanya Fayza yang melihat putra sulungnya masih berada di ruang tengah menatap MacBooknya. "Apa kamu masih kerja?"
Fayza pun duduk di sebelah Shinichi yang langsung meletakkan kepalanya di bahu sang mommy yang memeluk nya macam masih anak-anak dulu.
"Ichi...Ichi... Mana ada pintu kemana saja Doraemon?" kekeh Fayza sambil mengusap rambut hitam putranya yang tebal. "Kan besok Minggu Bayu dan Ajeng datang kemari terus kamu bisa buat acara sendiri sama Kedasih, Luke dan Rin."
"Tapi kan... tapi kan..." ucap Shinichi mendrama.
"Ichi, kamu itu sudah pengen nikah sama Kedasih kok ya masih saja macam anak kecil?" Fayza mencium pucuk kepala putranya.
"Yeeee, mommy itu gimana sih? Mau aku sudah nikah sama Burung Kenari, tetap saja aku akan tetap seperti ini sama mommy karena bagaimanapun, mommy adalah cinta pertama aku, sama seperti kembang kasturi itu ke appa. Dapatnya malah manusia spidol... Tapi sama dinginnya macam appa, cuma mesra sama Kembang kantil ..." senyum Shinichi. "Mau besok Shin sudah punya anak pun, Shin akan tetap seperti ini sama mommy."
Fayza semakin erat memeluk putranya yang sejak dalam kandungan sudah mendapatkan banyak cobaan bahkan nyawanya nyaris melayang saat baru beberapa jam lahir. ( Baca Love and Revenge of Mr Mafia ). "Mommy sayang Ichi..."
"Ichi lebih sayang ke mommy" balas Shinichi sambil mencium pipi Fayza.
"Sama appa, nggak?" goda Fayza.
"Sayang tapi nggak terlalu banget."
__ADS_1
"Lha kenapa?" tanya Fayza bingung. Yang benar saja sama appanya begini? Ajarannya siapa?
"Soalnya tidak ada surga di bawah kaki appa" jawab Shinichi kalem membuat Fayza melongo.
"Astaghfirullah ! Ichiiii !!!"
***
RR's Meal Kuningan Jakarta
"Kalian rencana di Jepang mau kemana saja?" tanya Katya D'Angelo Reeves yang sedang hamil.
"Mungkin ke Disneyland atau Lego land meskipun aku orang yang ga sabar main Lego sih" jawab Ajeng.
"Tahun ini berarti Arabella lahiran, tahun depan Katya yang lahiran?" tanya Bayu.
"Iya mas. Makanya aku tidak yakin bisa datang ke acaranya Nadya dan bang Omar" jawab Arabella.
"Lho mereka nggak mau merepotkan kalian. Hanya keluarga yang di New York yang datang, lainnya live streaming" ucap Bayu.
"Serius?" tanya Arkananta.
"Kamu nggak buka grup chat?" balas Bayu.
"Kan bang Omar belum dimasukkan ke GC, mas. Mungkin di GC cewek-cewek ya?" celetuk Valentino.
"Ya sudah, Omar aku masukkan." Bayu mengambil ponselnya dan memasukkan Omar Zidane ke dalam GC sepupu pria. Tak lama ponsel Bayu berbunyi dan pria itu mengangkatnya.
"Yes OZ?"
"Bayu, kamu mau buat aku terkontaminasi kebobrokan kalian?" hardik Omar kesal.
Bayu hanya tertawa. "Welcome Omar Zidane."
"Brengseeekkk kau ..." gelak Omar.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa gaaaeeessss
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️