My 100th Secretary

My 100th Secretary
Obelix dan Falbala


__ADS_3

Mansion Giandra Jakarta Indonesia


Bayu menarik Ajeng untuk duduk di gazebo karena gadisnya itu tampak masih sesenggukan. Keduanya duduk berhadapan dan Bayu membenarkan rambut Ajeng yang berantakan dengan menyelipkan di telinganya.


"Sekarang ceritakan padaku, bagaimana kamu memutuskan untuk turun dari pesawat?" tanya Bayu dengan nada lembut.


"Kami sudah masuk pesawat pak dan Pak Radeva meminta dompet saya lalu menonaktifkan GPS yang bapak pasang. Dan saat itu saya reflek hendak mematikan ponsel saya karena hendak tinggal landas dan saat itu saya melihat beberapa misscall bapak. Tapi yang membuat saya terkejut, pesan bapak itu. Saya lalu bertanya pada pak Radeva apakah tahu bapak mau kemari. Tadinya pak Radeva dan dik Devan tidak mau mengaku tapi saya marahi mereka berdua, baru deh ngaku kalau mereka tahu bapak mau kemari. Dan mereka sengaja menonaktifkan GPS mereka tapi mereka lupa saya sudah menyimpan ponsel saya di dalam tas sejak pagi sebelum berangkat. Mereka lupa memeriksa ponsel saya jadi saya masih sempat membaca pesan bapak. Saya memutuskan untuk turun dan pulang ke Mansion, menunggu bapak disini..." papar Ajeng sambil tersenyum.


"Aku senang kamu mengambil keputusan yang tepat di saat-saat krusial. Aku bisa mengamuk disini kalau kamu tidak muncul tadi... dan bisa-bisa aku kena hajar Oom Arga dan Oom Ega karena membuat Oma Gendhis dan Oma Danisha kena serangan jantung..." Bayu terdiam saat jari telunjuk Ajeng menempel di bibirnya.


"Jangan bilang gitu pak. Aku doanya Oma dan opa panjang umur... Sehat-sehat terus" ucap Ajeng serius. Isakannya sudah mulai berkurang setelah dirinya menjelaskan kronologis kenapa dia tetap stay di Jakarta.


"Tapi kamu tetap mendapatkan hukuman, Jeng!" ucap Bayu tiba-tiba dengan nada galak.


Ajeng terkesiap. "Ampun pak, jangan dihukum yang berat-berat pak. Bisa encok saya!"


Bayu terbahak. "No, Ajeng. Hukumannya ringan kok!"


***


Ruang Makan Mansion Giandra


Keempat Opa dan Oma hanya tertawa kecil melihat bagaimana Bayu 'menghukum' Ajeng dengan menyuapi dirinya makan siang macam anak kecil. Ajeng pun cemberut dengan hukuman dari Bossnya yang nggak banget menurutnya.


"Aaaakkk Jeng..." pinta Bayu ke Ajeng untuk menyuapinya lagi.


"Astagaaaa demi Toutatis dan Julius Caesar, pak Bayu umur berapa sih! Badan segedhe gaban, kelakuan macam Obelix ketemu Falbala!" omel Ajeng mengutip adegan di komik Asterix Prajurit Romawi sambil memasukkan sendok berisi nasi dan lauk ke mulut Bayu.


"Astaghfirullah Ajeng. Kamu tahu Asterix juga?" tanya Bara yang senang selama seminggu ini ditemani gadis receh yang sering out of the box kalau ngobrol, seperti Arum. Tidak heran semua penghuni Mansion Giandra sayang dengan gadis itu meskipun baru mengenalnya tapi sifat dan sikap Ajeng yang menyenangkan dan njawani, membuat semua anggota keluarga Pratomo di jakarta, bisa menerima Ajeng dengan tangan terbuka.


Bahkan Hoshi dan Bima pun suka dengan gadis yang bisa diajak rusuh saat kumpul - kumpul bersama Arka dan Valentino.

__ADS_1


"Opa, aku adalah tukang baca buku. Asterix, Tintin, Storm, Trigan, Komik DC, komik Marvel, Hans Christian Andersen, Agatha Christie, sir Arthur Conan Doyle, Sidney Sheldon, hingga para author novel romantis Harlequin pun saya baca. Saya paling suka dulu menghabiskan waktu di perpustakaan nasional New York kalau libur hanya untuk membaca disana. Kalau tidak ketemu hard copynya, saya download pdf nya meskipun rasanya tidak senyaman baca buku kertas" senyum Ajeng.


"Pantas kamu cocok dengan kami Jeng. Satu server kita" kekeh Arum.


"Matur nuwun Oma sudah menerima Ajeng yang receh ini" jawab Ajeng manis.


Bayu memperhatikan interaksi Ajeng dan keempat opa Omanya yang tampak sayang dengan gadisnya. Alhamdulillah, setidaknya Ajeng diterima dulu di Jakarta, tinggal aku kenalkan ke Oma Kaia dan Opa Rhett.


"Bay, kamu itu makan sendiri kenapa? Kasihan Ajeng belum makan dari tadi" tegur Iwan sambil menatap geli ke piring kosong Ajeng.


"Anggap aja latihan buat nyuapin anak kita nanti.... Aduuuuhhhh!" Bayu memekik kesakitan ketika Ajeng menusuk pakai garpu.


"Kok nggak kempes ya lengannya pak Bayu?" Ajeng menatap bingung ke lengan Bayu yang memerah dengan empat titik disana.


"Ya kagak Ajeng! Bolong dan berdarah iya!" hardik Bayu gemas.


"Kayaknya pakai obeng baru kempes ya pak Bayu?" tanya Ajeng dengan wajah polos.


Keempat opa dan Oma hanya mengacuhkan keributan pasangan muda itu.


"Kalau mereka berjodoh dan menikah, bakalan ribut macam apa ya mas?" tanya Arum ke Bara.


"Macam kita lah, Dis" senyum Bara sambil mencium kening Arum.


Ajeng melirik bagaimana mesra nya Bara ke Arum yang tidak lekang oleh usia. Pantas mas Kal-el juga mesranya minta ampun, wong ada contohnya. Tapi rata-rata sepupu mas Kal-el yang sudah menikah juga sama mesranya. Memang benar, jika pernikahan kedua orang tuamu harmonis, maka akan menular ke anak-anaknya.


Bayu menatap Ajeng yang tampak terhanyut dengan sikap mesra opa dan Omanya. Nanti kita akan lebih dari itu Jeng... tenang saja.


***


Usai makan siang, para opa dan Oma memilih untuk beristirahat di kamar masing - masing sedangkan Bayu dan Ajeng berada di ruang tengah sambil menonton televisi yang menyetel film - film klasik.

__ADS_1


Bayu melihat Ajeng tampak serius menonton film Sabrina tahun 1954 yang dibintangi oleh Audrey Hepburn, Humprey Bogart dan William Holden. Pelan-pelan Bayu meletakkan kepalanya diatas paha Ajeng yang terkejut dengan sikap Bossnya.



"Pak, kan ada bantal itu" tegur Ajeng yang jujur merasa gugup dan berdebar debar karena sikap Bayu yang sangat intimate.


"Enak pahamu lah..." balas Bayu. "Kamu kok serius banget nonton film hitam putih ini?"


"Hanya membandingkan aktor jaman dulu dan jaman now. Jaman dulu aktrisnya cantiknya classy tapi cowoknya tampak tua dan nggak ganteng..."


"James Dean, Rock Hudson gimana?" komentar Bayu.


"Ganteng tapi kurang menurut aku."


"Ukuran ganteng menurut kamu macam apa Jeng?" tanya Bayu sambil menatap gadis itu.


"Macam... Pak Bayu..." ucap Ajeng pelan.


BRUGH!


Bayu terjatuh dari sofa.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2