
PRC Group Building Manhattan New York
Ajeng berjalan bersama dengan Hunter menggunakan lift khusus. Selain para anggota keluarga, dua pengawal kepercayaan Bayu juga memiliki akses di lift itu. Hunter tersenyum mendengar Ajeng ngomel-ngomel ingin membuat lengan kekar Bayu kempes.
"Hunter..."
"Ya Jeng?"
"Kira-kira butuh obeng ukuran berapa ya buat bikin kempes lengan pak Bayu?"
Hunter melongo. "What? Kamu serius Jeng? Itu lengan isinya otot, daging, pembuluh darah, lemak..."
"Lha kalau darahnya mengalir terus kan berarti lama-lama kempes tho?" Ajeng menatap Hunter serius.
"Konsepnya nggak begitu Ajeeeennnggg... Nggak bakalan kempes macam balon juga!" Hunter akhirnya tahu kenapa Bayu gemas dengan sekretarisnya yang super receh dan Membagongkan. Aku pun gemas dengan cewek satu ini! Minta dikarungi terus ditanggap stand up comedy beneran deh!
"Memang pak Bayu wujudnya saja menghilang dari kantor tapi arwahnya masih berkeliaran..."
Hunter tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan absurd sekretaris bossnya. "Ya ampun Jeng, Bayu masih hidup!"
"Itu aku juga tahu Hunter. Tapi ini kan kacau! Pak Bayu bilang sebelum berangkat kalau selama beliau pergi ke Brussels, semua di sini menjadi tanggung jawab aku tapi tampaknya masih setengah hati! Buktinya Hunter datang untuk mengawal aku dan mengantarkan aku pulang. Kenapa sih? Memang apa salahku? Tunggu... " Mata coklat Ajeng terbelalak. "Pak Bayuuuuu!!!!"
"Kenapa Jeng?" tanya Hunter.
"Dasar Boss minus akhlak! Bisa-bisanya main stalking sekretarisnya!" Ajeng menatap kamera CCTV di lift dan memberikan tanda dua jari dari matanya ke kamera CCTV. "Pak Bayu! Awas!"
Hunter yang baru ngeh langsung tertawa terbahak-bahak lagi. Mampoos deh kamu Bay!
***
Kamar Bayu O'Grady di Brussels
Bayu tertawa terbahak-bahak melihat wajah kesal sekretarisnya yang baru sadar kalau dirinya selalu diawasi. Tanda Ajeng seperti menandai dirinya membuat Bayu semakin gemas dan ingin cepat pulang. Ingin tahu apakah ancaman Ajeng untuk membuat kempes lengannya akan diwujudkan.
Suara ketukan di pintu kamarnya, membuat Bayu menutup layar MacBooknya dan pria itu berjalan menuju pintu. Mata birunya tampak terkejut melihat siapa yang datang.
"Bang Sean? Ada apa?" tanya Bayu yang kaget kakak iparnya seorang raja datang ke kamarnya.
"Bisa kita bicara, Bay?" tanya Sean.
"Sure. Masuk, bang." Bayu menyingkir kan tubuhnya yang besar dan mempersilahkan suami Zinnia Hadiyanto Schumacher itu masuk.
__ADS_1
Ayah tiga anak itu pun masuk dan wajahnya tampak gusar. Sean pun duduk di sofa kamar Bayu.
"Tadi aku sudah ngobrol dengan Luke, Pedro dan Omar. Jadi tradisi kalian untuk menggagalkan unboxing, harus ditiadakan."
Bayu melongo. "Why?"
"Bay, kejadian di Hongkong itu berpengaruh pada diri aku pribadi. Para anggota parlemen yang tidak menyukai Zee jadi mereka menyerang istriku itu dan merembet ke aku juga..."
"Padahal bang Sean dan mbak Zee nggak ikutan."
"Iya memang tapi kan tetap saja bagian keluarga kalian" senyum Sean. "Jadi esok usai acara nikah, kita santai saja, makan malam biasa di istana. Okay?"
"Okay lah. Demi keamanan dan kenyamanan kita semua."
"Good. Oh, by the way, kamu tadi tertawa terbahak-bahak kenapa?" tanya Sean.
"Nonton film."
Sean mengangguk. "Selamat istirahat Bay. Jangan bikin perkara."
Bayu tertawa kecil.
***
Ajeng tampak kesal usai Hunter mengatakan kalau Bayu memang mengawasi dirinya selama pergi melalui CCTV. Gadis itu memang tahu kalau kantor Bayu canggih dan penuh dengan CCTV di berbagai sudut. Tapi ya nggak gini juga! Macam NSA ( National Security Agency )! Semua diawasi!
Gadis itu lalu masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri dan beribadah. Merasa sudah nyaman, Ajeng lalu memesan pizza ekstra cheese besar untuk dimakan nya sendiri. Kebiasaan Ajeng jika jengkel, harus makan banyak dan enak! Kali ini pizza yang menjadi pilihannya.
Setelah memesan, Ajeng pun menyalakan tv dan melihat berita tentang acara pernikahan kerabat ratu Zinnia of Belgium yang bernuansa India. Disitu juga disebutkan bahwa keluarga besar klan Pratomo juga tampak hadir di pernikahan kedua Gemintang Lexington dan Raj Rao.
Pernikahan kedua? Ajeng pun kepo dan mencari tahu tentang Gemintang. Betapa terkejutnya sepupu Bayu itu menikah dengan dua saudara kembar. Pertama dengan adiknya terus sekarang kakaknya? Definisi jodoh tertukar ini - batin Ajeng. ( Baca Gemini dan Gemintang Love Stories ).
Ajeng pun mengikuti berita itu dan mengakui kalau Keluarga Bayu memang good looking semua. Nggak versi tua, nggak versi muda semua paripurna.
Mata Ajeng terbelalak melihat Bayu menggendong seorang batita cantik yang disebut sebagai Princess Alisha of Belgium.
"Ya ampun cantiknya anak itu. Gemeeessshhhin!" ucap Ajeng. "Princess pula! Apakah nanti juga akan menikah dengan pangeran?"
Suara ponselnya berbunyi dan Ajeng langsung mengangkat tanpa melihat siapa yang menelponnya. "Yes. Put the pizza in front of the door ( taruh pizzanya di depan pintu ). Your tips is inside the jar on the table ( tipsnya di dalam vas atas meja )."
"Ajeng, aku bukan tukang delivery pizza."
__ADS_1
Ajeng melongo lalu melihat layar ponselnya. Pak Bayu?
"Ada apa pak? Apa saya besok di stalking lagi?" sahut Ajeng judes.
"Jangan marah Jeng. Kan saya harus melindungi semua barang penting saya..."
"Oh saya itu barang penting? Saya itu manusia pak, bukan barang apalagi orang-orangan!" potong Ajeng kesal.
"Ajeng, kamu itu aset perusahaan yang memang penting. Kan saya tidak bilang kamu barang" ucap Bayu kalem.
"Pak, saya tidak mau bapak main stalking terus kirim Hunter buat mengawal saya sampai harus mengantarkan saya ke apartemen! Besok memangnya giliran Doogie?"
"Boleh juga tuh Jeng!"
"Pak Bayu! Sudah deh pak. Bapak percaya saja sama saya tapi tolong, sekali lagi tolong, berikan kesempatan saya untuk menikmati tidak ada boss di kantor! Bapak itu CEO MB Enterprise atau agen NSA sih?"
Bayu tertawa mendengar omelan Ajeng. "Ya sudah, kamu besok kerja seperti biasa dan saya tidak akan menganggu kamu, tidak juga Hunter atau Doogie."
"Terimakasih pak. Besok pun saya tidak akan masuk ke ruangan bapak karena sudah selesai semuanya. Berkas penting bapak sudah bertengger rapih di dalam lemari besi."
"Bertengger? Kamu kira burung apa?"
"Daripada saya bilang terkapar tewas di tempat?"
"Astaghfirullah... Kamu kalau marah, omongannya makin ngaco ya Jeng?"
Suara bel apartemen Ajeng berbunyi dan gadis itu meletakkan ponselnya lalu melihat dari layar intercom dan tampak tukang delivery pizza. "Your tips is inside the jar" ucap Ajeng melalui microphone. Tukang delivery itu pun mengambil tips yang ada di dalam vas.
Setelah pria itu pergi, Ajeng membuka pintu dan mengambil kotak pizza nya. Usai menutup dan mengunci pintu apartemennya, Ajeng pun menikmati pizzanya melupakan ponselnya yang masih online dan Bayu pun manyun di seberang.
"AJEEEENNNGGG!"
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1