My 100th Secretary

My 100th Secretary
Taruhan di Tokyo


__ADS_3

Tokyo Jepang


Setelah seminggu dihabiskan Bayu dan Ajeng di Jakarta, akhirnya mereka terbang ke Tokyo Jepang dengan menggunakan pesawat milik Giandra Otomotif Co sekalian bersama dengan Valentino dan Hoshi Reeves karena mereka ada urusan dengan Luca dan Luke Bianchi.


Sesampainya di kamar hotel milik AJ Corp, Ajeng sudah heboh mencari barang-barang yang dibelinya di Joglo Semar karena tidak ada semuanya.


"Mas Bayu, semua dus isi barang-barang aku pada kemana?" tanya Ajeng bingung karena asyik kumpul dengan para saudara suaminya, jadi tidak memperhatikan dus-dus yang berisikan semua hasil shopping khilaf binti kalapnya.


"Sudah aku kirimkan ke New York. Termasuk barang-barang yang tidak perlu kita bawa ke Tokyo dan Dubai nanti" jawab Bayu kalem. "Dari jaman di Jakarta jeng, aku minta tolong dikirimkan."


"Ya ampuuunnn mas... Mbok ya ngomong dulu ! Kan aku jadi panic dot com arep nangis Gelung kuming Ning pojokan wedhi ilang ( mau nangis guling - guling di pojokan takut hilang )" omel Ajeng yang membuat Bayu terbahak.


"Ya Allah Jeng, besok kalau kita punya anak, aku nggak kebayang macam apa anak kita dengan casing bule tapi ngomong medhok macam kamu" kekeh Bayu.


"Kok yakin bakalan casing bule ?" jawab Ajeng.


"Gen Blair kok dilawan. Lihat saja dari jaman opa Edward nikah sama oma Yuna, lahirnya opa Duncan yang bule. Opa Duncan menikah dengan Oma Rhea yang wong jowo, lahirnya Oma Kaia dan Opa Aidan yang super bule. Daddyku nikah sama mommy, keluarnya aku. Tante Reana nikah sama Oom Pandu, bentuknya yang keluar Deva dan Veena. Jadi jangan diremehkan ya Jeng" kerling Bayu membuat Ajeng melengos.


Tapi memang iya sih Oom Travis dan Tante Rahajeng, keluarnya Nelson dan Nadya begitu.


"Mas, kalau punya anak laki-laki, mau dikasih nama siapa?" tanya Ajeng sambil mengambil baju untuk mandi.


"Duncan. Duncan Giandra Blair O'Grady."

__ADS_1


"Mbok Ojo Duncan tho... Kok jadi sama dengan Opa Duncan..."


"Sebenarnya kalau aku kasih nama Duncan, berarti Duncan ketiga di keluarga Pratomo" gumam Bayu.


"Kok bisa?" tanya Ajeng.


"Opa buyutku namanya Duncan McGregor. Pas oma Yuna adu tembak dengan Opa Duncan McGregor, pasang taruhan. Kalau anak nya Oma Yuna dan opa Edward itu laki-laki, harus dikasih nama Duncan. Oma Yuna kalah jadinya pas anak mereka lahir dan laki-laki, ya sudah namanya jadi Duncan Sherlock Pratomo Blair." ( Baca Love In Bet )


"Dan sekarang mas Bayu kalau punya anak laki-laki, kasih namanya Duncan lagi?" Ajeng memicingkan matanya. Macam nggak ada nama lain saja !


"Wis gini, kita taruhan. Kalau anak kita pertama laki-laki, kasih nama Duncan. Kalau perempuan, kamu yang kasih nama. Gimana?"


"Mas Bayu nebak anak kita pertama apa?" balas Ajeng.


"Oke. Aku bilang anak kita pertama perempuan."


"Memang kamu mau kasih nama siapa kalau anak nya perempuan?" tanya Bayu.


"Scarlett !" jawab Ajeng. "Entah kenapa aku suka nama Scarlett... Macam Opa Rhett kalau manggil Oma Kaia."


"Okay deal. Anak pertama laki-laki, namanya Duncan. Anak pertama perempuan, namanya Scarlett. Gimana?" Bayu mengulurkan tangannya ke Ajeng.


"Deal !" jawab Ajeng.

__ADS_1


"Bagus ! Kalau begitu, kita harus membuatnya sekarang Jeng. Biar taruhan kita segera terlaksana..." Bayu menggendong Ajeng menuju tempat tidur membuat istrinya terpekik, kaget dengan kelakuan suaminya.


"Mas Kal-el kiieee jiaaannn... Modus bin meshumnya Soyo ndodro ( semakin menjadi )!" omel Ajeng dengan tatapan judes ke Bayu yang sibuk membuka kancing blus istrinya.


"Lho biar taruhan nya Ndang terlihat hilalnya dong Jeng..." jawab Bayu kalem sambil membuka ikat pinggang Ajeng lalu membuka kancing celana jeans dan menurunkan resletingnya. Sekali tarik celana jeans Ajeng terlepas.


Bayu lalu mencium bibir Ajeng yang sama saja sibuk membuka ikat pinggang suaminya dan membuka kancing celana jeans nya. Tangan Ajeng pun masuk ke dalam dan bermain disana membuat Bayu menge*rang nik*mat.


"Kamu mulai nakal ya Jeng..." ucap Bayu sambil menatap sayu ke Ajeng.


"Memangnya cuma kamu saja mas yang penasaran?" goda wanita itu sambil tetap mengelus milik suaminya.


"Damn it Jeng !" Bayu pun langsung melaksanakan acara pembuktian taruhan dengan Ajeng.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2