My 100th Secretary

My 100th Secretary
Ke Dubai


__ADS_3

Istana Al Jordan Dubai UAE, dua Minggu kemudian...


Ajeng benar-benar menjadi macam turis terbengong-bengong melihat istana yang hanya dia liat di buku cerita. Saat Bayu bercerita tentang bagaimana istana Al Jordan, ternyata diluar apa yang digambarkan oleh pria itu.


Mulut Ajeng tampak menganga lebar melihat bagaimana mewah dan cantiknya istana milik keluarga Al Jordan. Tangan gadis itu tidak lepas menggenggam lengan kekar Bayu.


"Pak Bayu, saya nggak sedang mimpi kan? Ini bukan saya masuk cerita 1001 malam?" ucap Ajeng sambil celingukan melihat bagaimana istana mewah yang dia masuki.


"Jeng, don't be so ndeso tho" kekeh Bayu.


Ajeng mengeplak bahu Bayu. "Pancen aku wong ndeso !"


Bayu terbahak mendengar sungutan gadisnya. Inilah yang dia suka dari Ajeng, selalu blak-blakan dan tidak malu mengakui kalau dia sangat agak gagap dengan keluarganya.


"Bayuuu!"


Sebuah suara merdu membuat Bayu yang sedang ribut dengan Ajeng menoleh. Ajeng melihat seorang wanita dengan body gitar sangat seksih meskipun mengenakan kaftan tapi tetap tidak bisa menyembunyikan sensua*litasnya. Rambutnya yang coklat tua panjang dengan wajah yang satu persatu tampak pas disana, membuat Ajeng sedikit... ralat sangat insecure.


"Halo mbak Zee" senyum Bayu sambil memeluk wanita itu dengan erat. Wanita itu lebih pendek dari Ajeng tapi entah kenapa Ajeng merasa dirinya yang lebih pendek.


"Halo Sayang. Akhirnya datang juga. Kata Oom Abi dan Tante Gandari, kalian naik pesawat Giandra karena masih ada pekerjaan" senyum wanita cantik itu. "Hai, kamu pasti yang bernama Ajeng. Ternyata dia cantik ya Bay. Aku Zinnia dan kamu bisa memanggil aku mbak Zee. Senang akhirnya aku bisa bertemu dengan pacarnya Angin lisus" senyum Zinnia membuat wajah Ajeng memucat.


"Mbak... Zee?" cicit Ajeng.


"Hu um. Kamu panggil aku itu saja, dan suamiku panggil saja bang Sean. Oh, jangan ada pak dan Bu di sini karena bukan kantor !" kerling Zinnia sambil tersenyum lebar.


"Mas Bayu... Ini kan... " Ajeng menatap Bayu panik.


"Iya, mbak Zee, Ratu Belgia..." senyum Bayu sambil menahan tubuh Ajeng di belakangnya.


"Hah..." Ajeng merasa kakinya lemas dan Bayu harus memeluk gadisnya agar tidak pingsan.


"Ajeng, dengar. Benar aku ratu Zinnia dari Belgia tapi disini aku hanya Zinnia Hadiyanto Schumacher putri Ayrton Schumacher dan Marina Hadiyanto" ucap Zinnia sambil memegang tangan Ajeng yang terasa dingin.


"Ya ampun... Maafkan saya yang mulia ratu..." Ajenh tergagap akibat gugup dipegang tangannya oleh Zinnia.


Zinnia tertawa geli melihat bagaimana polosnya Ajeng. "Bayu, pacarmu sangat menggemaskan..."


"Sayaaanggg, kamu dimana?"

__ADS_1


Ajeng melihat seorang pria tampan dan dirinya sangat mengenali siapa dia. Raja Sean Léopold. Ajeng menoleh ke arah Bayu yang memeluknya dan melihat bagaimana Zinnia menghampiri suaminya dengan senyum terkembang.


Ya ampun Raja Sean ternyata aslinya jauh lebih tampan.


"So, ini yang namanya Ajeng, Bay?" tanya Sean ke Bayu yang hanya tersenyum sambil tetap memeluk pinggang Ajeng dari belakang. "Senang bertemu denganmu Jeng." Sean mengulurkan tangannya dan disambut Ajeng dengan sedikit gemetaran.


"Ya Allah... mimpi apa aku salaman dengan Raja Belgia... Senang bertemu ... dengan anda tuanku..." Suara Ajeng terdengar gemetaran.


"Bang Sean saja Jeng manggilnya. Disini bukan kantor" kekeh Sean geli melihat wajah Ajeng yang panik. "Bay, Ajeng tidak akan pingsan kan?"


Bayu menggelengkan kepalanya. "Semoga tidak..."


"Ya Allah kakiku Lemas..." Ajeng memegang tangan Bayu.


"Ada aku yang akan selalu menjagamu agar tidak pingsan Jeng" kekeh Bayu sambil mencium pucuk kepala Ajeng.


Sean dan Zinnia tertawa geli melihat bagaimana Ajeng benar-benar tergantung dengan Bayu.


***


Ruang Para Wanita Generasi Keenam


"Hai..." Ajeng melihat para sepupu perempuan Bayu yang mulai dikenal nya. Ketiga wanita cantik itu langsung memeluk Ajeng dengan erat macam Teletubbies.


"Hai, aku Thea Ramadhan, adik sepupu mas Bayu. Ternyata mbak Ajeng cantik ya?" senyum gadis berambut cokelat panjang dengan kulit eksotis sambil mengulurkan tangannya yang disambut Ajeng sambil tersenyum.


"Halo... " balas Ajeng.


"Jeng, ayo aku kenalkan ke para wanita - wanita cantik yang belum kamu kenal dan ketemu. Sudah bertemu Gemini kan? Ini kembarannya Gemintang yang sedang hamil lagi ... Kembar tiga" senyum Zinnia sambil memperkenalkan wanita bermata hijau Jamrud yang tampak hamil muda.


"Kembar... tiga?" Ajeng menatap wanita cantik itu tidak percaya.


"Setelah sebelumnya aku keguguran Jeng. Alhamdulillah diberikan gantinya langsung tiga." Gemintang tampak sumringah.


"Alhamdulillah. Aduh pasti menggemaskan..."


"Dan merepotkan!" gelak Gemintang.


"Dan ini adalah Garvita, adikku dan Gasendra yang juga sedang hamil muda" ucap Zinnia.

__ADS_1


Garvita langsung memeluk Ajeng. "Akhirnya ketemu juga setelah aku hanya mendapatkan cerita saja" senyum bumil bermata biru itu.


"Lalu ini Kalila Al Jordan, saudara kembar nya Ken."


Kalila memeluk Ajeng. "Semoga nggak pusing ya dengan kita-kita."


"Ini Sakura Park yang baru saja menikah dengan Alessandro Moretti dan calon iparnya Kedasih Jayanti."


Ajeng berpelukan dengan Sakura dan Kedasih. "Tunggu, Sakura Park? Adiknya Shinichi Kudo... eh Park?" Ajeng menatap Sakura.


"Yup, dan ini pacarnya mas Shin" jawab Sakura sambil memeluk lengan Kedasih.


"Oohhh..." Ajeng mengangguk.


"Lalu ada Apsarini Neville, sepupu kami yang berkerja di Finlandia" lanjut Zinnia. Ajeng bersalaman dengan gadis cantik yang terlihat blasteran nya.


"Dan ada Chisato, pacarnya Sadawira. Kamu sudah bertemu dengan Wira kan? Oh sayang Inggrid nggak datang ya?" Zinnia celingukan.


"Inggrid datang besok mbak" jawab Chisato. "Dari Mekkah katanya."


"Ngapain Inggrid ke Mekkah?" tanya Nadya.


"Katanya belajar disana dan mempersiapkan diri menjadi mualaf. Sama seperti kita Nadya, tapi bedanya aku di Tokyo, kamu di Jakarta dan Inggrid di Mekkah" jawab Chisato.


Ajeng melongo mendengar percakapan mereka.


"Jangan kaget Jeng, kami banyak yang mualaf kok" senyum Zinnia.


Ajeng mengangguk. Alhamdulillah.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2