My 100th Secretary

My 100th Secretary
Klepon Kryptonite


__ADS_3

Ruang Kerja Bayu O'Grady


Ajeng menatap Radeva dengan perasaan tidak enak. "Maaf ya Pak Radeva. Saya ke ruangan pak Bayu dulu."


"Oh, nggak papa Jeng. Lagian aku juga bersiap mau pulang. Diajak nonton basket di Madison Square Garden sama teman-teman kuliah." Radeva pun berdiri. "Kamu suka basket atau baseball atau soccer atau American futbol?"


"Saya suka makan pak" kekeh Ajeng. "Nonton olahraga macam gitu bikin lapar..."


"AJENG!"


Ajeng dan Radeva saling berpandangan. "Maaf pak Radeva. Harus ke dalam dulu. Permisi." Gadis itu tergesa-gesa masuk ke dalam ruang kerja Bayu yang tadi tidak tertutup rapat.


Radeva melihat bagaimana Ajeng menutup pintu ruang kerja kakaknya dan saudara kembar Raveena itu hanya menggelengkan kepalanya. Benar kata Ajeng, mas Bayu lagi jadi twister! Radeva pun berbalik berjalan menuju lift khusus dan masuk ke dalamnya.


***


"Kamu itu kalau disuruh masuk, SEGERA!" bentak Bayu begitu Ajeng masuk ke dalam ruangannya.


"I.. iya Sir. Maaf." Ajeng menunduk tapi matanya menatap dari balik bulu matanya yang lentik alami.


"Ini berkas yang harus kamu kerjakan selama syaa tidak ada. Jangan sampai salah! Ada yang punya PRC, MB Enterprise dan Giandra Otomotif. Dipilah-pilah sesuai dengan masing-masing bendera! Ingat, Jangan Sampai Salah! Sepulang dari Brussels, saya akan periksa semuanya!" Bayu menatap tajam ke sekretarisnya yang masih menatapnya dengan serius.


"Baik Mr O'Grady" jawab Ajeng sambil menatap satu tumpuk berkas. Perasaan tadi aku beresin tempat ini, tidak Nemu berkas segitu banyaknya. Diumpetin dimana sih? Jangan - Jangan mas Kal-el sengaja deh, biar Eike kagak boleh nganggur!


"Berkas ini sangat penting Ajeng, maka dari itu saya tidak mengijinkan siapapun, ingat siapa pun masuk ke dalam ruangan saya, kecuali kamu! Ini semua tanggung jawab kamu selama saya tidak ada! Paham?"


"Paham Mr O'Grady." Ajeng mengangguk lagi.


"Good! Saya pegang kata-kata kamu!"


Ajeng hanya mengangguk tanpa ada rasa ingin membantah bossnya.


***


Sehari Sebelum keberangkatan ke Brussels...


Ajeng menyimpan semua berkas penting itu di lemari besi khusus berkas yang hanya dipegang sekretaris. Ajeng sudah mengganti nomor lemari besi itu sesuai dengan instruksi Gemma karena setiap penggantian sekretaris harus menghapus nomor lama dan diganti yang baru.


Gadis itu memilih mulai bekerja setelah Bayu terbang ke Brussels dan itu berarti besok dia akan sendirian di mejanya, tidak ada bayi besar yang bersikap ala Twister lokal.


Ajeng menatap berkas dengan teliti. Masing-masing memiliki warna berbeda meskipun tidak kentara. Deep black, medium black, light black. Mbok ya warnanya merah putih biru macam bendera kompeni atau Perancis gitu? Atau nggak kuning biru pink, macam Upin Ipin dan Kak Ros? Atau merah kuning orange macam KFC McDonald's dan Burger King.


"Kamu ngapain Jeng?"

__ADS_1


Ajeng yang sedang bersimpuh di depan pintu lemari besi yang tidak terlalu tinggi, tidak mengalihkan pandangannya ke arah suara. "Bakar menyan pak, biar aman sentosa ini berkas!"


Bayu bergegas mendekati Ajeng, takut sekretaris nya serius membakar menyan.


"Kenapa pak? Takut saya bakar menyan?" tanya Ajeng yang masih posisi semula.


"Seriously Ajeng! BUKAN WAKTUNYA BERCANDA!"


"Idiiihhh pak Bayu nih. Jangan suka marah-marah, nanti lengannya kempes lhooo" jawab Ajeng kalem. Sejak semalam Ajeng sudah bertekad untuk mengacuhkan Bayu kalau sedang PMS.


Jebule makhluk krypton juga bisa PMS. - batin Ajeng.


Bayu hanya menatap judes ke sekretaris nya. Entah kenapa dari kemarin moodnya berantakan tapi apa penyebabnya, dia sendiri tidak tahu.


Ajeng pun berdiri dan menutup pintu brankas itu yang otomatis langsung mengunci. "Pak Bayu, berkas sudah aman. Kalau begitu saya keluar dulu pak. Permisi." Gadis itu pun langsung berjalan keluar dari ruang kerja Bayu.


Entah kenapa, Bayu mengecek ulang pintu brankas itu apakah sudah terkunci atau belum. Syukurlah sudah terkunci. Bayu pun menuju meja kerjanya dan melihat sudah tersedia kopi dan camilan yang jarang dia makan.


Klepon? Memang di New York ada yang jual? Bayu melihat ada memo di bawah piring klepon dan membacanya.


Kryptonite untuk makhluk krypton.


Bayu menatap layar iMac nya dan melihat sekretarisnya bekerja seperti biasa.


"Si@lan kamu Jeng! Masih saja menganggap aku Superman?" gerutu Bayu sambil memakan klepon nya. "Enak..."


***


"Pagi Jeng" sapa Radeva.


"Pagi pak Radeva. Bawa apa itu pak?" tanya Ajeng melihat Radeva membawa paper bag.


"Nih, topi New York Knicks. Oleh-oleh buat kamu!" Radeva menyerahkan paper bag itu dan Ajeng melongok ke dalam paper bag dan mengambil topi hitam itu.



"Waaaahhhh, matur nuwun pak Radeva. Meskipun saya bukan penggemar Basket tapi I really appreciate it" senyum Ajeng dengan wajah sumringah. "Ngomong-ngomong menang kah tadi malam?"


"Sayangnya kalah ..." keluh Radeva sambil memajukan bibirnya.


"Yah, kenapa saya dikasih topi tim kalah pak?"


"Idiiihhh! Kamu itu kenapa nggak terima kasih sih?!"

__ADS_1


"Lha tadi saya sudah bilang matur nuwun!" balas Ajeng sambil manyun.


"Jeng, kamu itu suka game apa sih? Olahraga apa gitu?" tanya Radeva yang sebetulnya merasa kesepian semenjak Raveena menikah dan menemukan sosok seperti kembaran nya yang sama - sama Membagongkan.


"Game ? Saya suka dakon, monopoli, ludo, ular tangga..."


Radeva menoyor dahi gadis itu. "Ya Allah Jeng!" gelak pria itu.


"Lha bapak nanya nya Game. Ya saya jawab yang saya suka. Saya tidak suka game online, buang-buang waktu, menurut saya sih. Tapi kalau game board macam tadi, saya mah hayuk aja..." cengir Ajeng tanpa dosa.


"Olah raga?" tanya Radeva lagi.


"Gobak sodor termasuk nggak sih?"


Radeva melongo. "Kok kamu jadul banget sih?"


Ajeng terbahak.


Suara pintu ruang kerja Bayu terbuka dan pria itu keluar dengan wajah datar. "Jeng, buatkan kopi lagi!"


Ajeng pun berdiri menuju pantry.


"Radeva, kamu nggak kerja?" tanya Bayu dingin.


"Ini mau balik." Radeva tersenyum. "Jeng, nanti makan siang sama aku ya!"


"Baik pak Radeva!" jawab Ajeng sambil membuat kopi.


"Yuk mas, aku duluan." Radeva pun berbalik menuju lift khusus tanpa mengetahui sepasang mata biru menatap punggungnya dengan dingin.


***


Note.


Gobak sodor atau galah asin adalah salah satu permainan tradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta. Permainan gobak sodor merupakan permainan menghalangi lawan untuk mencapai garis akhir. Permainan ini dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri dari tiga orang. Satu tim sebagai penghalang dan satu tim sebagai penyerang. Gobak sodor dimainkan pada lapangan berbentuk bujur sangkar yang pembatasnya ditandai dengan kapur. Posisi penyerang dan penjaga ditukar ketika pemain penyerang disentuh oleh pemain penghalang. Gobak sodor merupakan permainan beregu. Dalam permainan ini, terdapat banyak gerakan yang tidak sederhana.


Sumber Wikipedia


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2