
PRC Group Building Manhattan New York
Bayu pun keluar dari ruang kerjanya berlagak hendak pulang kerja dan melihat Radeva serta Ajeng mengehentikan acara ngobrol nya.
"Kamu ngapain sama Ajeng, Deva?" tanya Bayu dengan wajah datar.
"Oh mau ajak Ajeng ketemu sama Aya. Katanya pengen kenalan sama cewek Indonesia dan Jawa pula" ucap Radeva apa adanya.
"Memang Aya dimana sekarang?" tanya Bayu lagi.
"Aya sedang di perpustakaan publik di Bryant Park."
"Dekat Hell's Kitchen?"
"Iya mas."
"Habis itu mau kemana?"
"Mau ke restoran pizza mungkin... Langganannya Mamoru. Kan Oom Chris dan Tante Alea suka makan disana lagipula dekat kan?" jawab Radeva.
"Ajeng biar sama aku saja. Kamu bawa mobil sendiri, aku akan mengikuti kamu dari belakang. Nanti Ajeng jadi obat nyamuk diantara kalian!" ucap Bayu tegas membuat Radeva dan Ajeng melongo.
WHAAATTT?!
"Lha mas Bayu nggak papa ikutan?" tanya Radeva bingung. Jujur dia belum siap mengenalkan Ganiya ke Bayu atau pun anggota keluarganya yang lain. Rencananya, dia hanya mengenalkan pada Ajeng.
"Kamu kan nanti mengantarkan Aya terus ke Ajeng. Daripada susah mending kamu antar Aya pulang, aku yang antar Ajeng pulang. Enak gitu kan?"
Radeva menoleh ke arah Ajeng yang hanya memberikan kode Ojo dilawan mengko ISO dadi Twitter eh Twister level mbuh ( Jangan dilawan nanti bisa jadi Twister level entah )!
"Kamu nggak apa-apa kan Jeng jadi berubah rencananya?" tanya Radeva.
"Manut pak boss saja lah, pak Radeva. Kan yang gaji saya, beliau" sindir Ajeng gemas karena Bayu seperti pengacau acara.
Bayu hanya mendelik mendengar sindiran Ajeng. Kalau saja tidak ada Deva, sudah habis anak satu ini kena keplak!
"Ya sudah, ini pas jam lima... lebih lima menit malah. Aku turun dulu mas. Mas Bayu langsung ke perpustakaan kan nanti atau langsung ke restauran pizza?" Radeva melihat Ajeng belum sempat beberes dan dia memperhitungkan butuh sepuluh menit.
"Langsung ke restoran pizza nya. Langganannya Moru kan?"
"Iya. Kalau mas Bayu sampai duluan, tolong pesanin half and half ya?" pinta Radeva.
"Oke."
Radeva pun mengangguk ke arah Ajeng lalu berjalan menuju lift khusus.
"Kamu nggak beberes?" Bayu menatap Ajeng dingin.
"Hunter dan Doogie gimana pak?" balas Ajeng mengingat Bayu selalu bersama dengan the Dev duo, Spongebob dan Patrick, Batman and Robin, Road Runner and Wile E. Coyote...
__ADS_1
"Sudah aku suruh pulang! Ayo Jeng, segera beberes!" Bayu menatap judes ke sekretaris nya.
Ajeng pun berbenah dengan cekatan lalu dalam waktu sepuluh menit, dia sudah siap untuk pulang. Bayu pun berjalan menuju lift tapi Ajeng masih kembali ke ruang kerja Bayu membuat pria itu berbalik mencari sekretaris nya.
"AJENG!" panggil Bayu.
"Memeriksa ruangan pak Bayu!" balas Ajeng. "Benar kan! AC belum dimatikan, cangkir kopi masih di dalam. Sebentar pak!" Gadis itu lalu mencuci cepat cangkir kopi Bayu lalu memeriksa sekali lagi ruangan bossnya dan menguncinya. Dua kali dia memeriksa dan setelah aman baru dia menghampiri bossnya yang berdiri sambil manyun menunggu dirinya.
"Kamu tuh!"
"Lha bapak juga ceroboh! AC nggak dimatiin, cangkir kopi masih di dalam!" balas Ajeng galak.
"Bukankah itu tugas kamu menyingkirkan cangkir kopi?"
"Tadi itu juga tugas saya pak! Memeriksa ulang semuanya!" Ajeng menatap tajam ke Bayu. Mas Kal-el mau jadi Twister, aku bisa jadi angin halimun... Tunggu, angin halimun itu sing kepiye ( yang gimana )? Apa jadi angin Fohn? Tapi angin Fohn di Indonesia ada banyak nama ...
Bayu terdiam mendengar argumentasi sekretaris nya. Keduanya pun masuk ke dalam lift khusus keluarga klan Pratomo tanpa ada keinginan untuk membuka mulut.
Ajeng memajukan bibirnya pertanda dia kesal sedangkan Bayu menipiskan bibirnya. Dua orang itu sama-sama malas melihat refleksi masing-masing di dalam lift yang full kaca.
Gadis itu benar-benar dongkol dengan sikap Bossnya yang seenaknya sendiri.
"Pak Bayu."
"Hhhmmmm."
"Pak Bayu kok jadi seksih repot sih?"
"Lha kan saya rencananya pergi dengan Pak Radeva dan mbak Aya. Kenapa pak Bayu malah jadi ikutan?" Ajeng menatap bossnya dari pantulan dinding lift.
"Biar Deva tidak capek mondar-mandir antar Aya terus antar kamu atau sebaliknya."
Ajeng menyipitkan matanya. "Pak Bayu cemburu ya nggak diajak jeng-jeng?" goda Ajeng.
Mata biru Bayu mendelik. "Apa maksud kamu saya cemburu nggak diajak jeng-jeng?" Tanpa sadar Bayu menggunakan bahasa Indonesia.
"Kan saya mau have fun dengan mbak Aya dan pak Radeva tapi nggak ngajak pak Bayu. Terus pak Bayu Meri ( iri ) pengen ikut. Duh pak Bayu, iri bilang boss! ... Addduuuhhh!" Ajeng mengusap dahinya yang kena slentik Bayu.
"Sembarangan!" elak Bayu dengan wajah dingin.
"Pak, Jujurlah padaku bila bapak memang cemburu" dendang Ajeng mengutip nada lagu milik band Radja.
"Jeng, please... jangan nyanyi! Polusi kuping!" hardik Bayu bertepatan dengan pintu lift terbuka di area parkir.
Tapi Ajeng mana mau mendengarkan Omelan Bayu dan tetap menyanyikan lirik lagu jujur itu.
"Jujurlah padaku bila kau tak lagi cinta
Tinggalkan aku
__ADS_1
Bila tak mungkin bersama
Jauhi diriku lupakanlah aku ..." dendang Ajeng sambil masuk ke dalam Range Rover milik Bayu.
"Astaghfirullah! AJENG!"
***
Restauran Pizza Langganan Chris Bradford, Alea Hamilton dan Mamoru Bradford.
"Bayu! Apa kabar?" sapa pemilik pizza itu sambil berpelukan.
"Alhamdulillah baik. Bagaimana kabar mu, bro?" balas Bayu sambil tersenyum.
"Baik lah. Eh ini siapa?! Come stai bella signora ( apa kabar nona cantik )?" sapa Matteo sambil mencium punggung tangan Ajeng membuat Bayu cemberut.
"Hah? Siapa Bella Signora? Aku tahunya Bella Swan" jawab Ajeng polos membuat Matteo tertawa terbahak-bahak.
"Dia sekretaris aku Matteo" jawab Bayu dingin.
"Astagaaa Bayu, sekretaris mu menggemaskan! Kamu sangat lucu nona. Siapa namamu?" Matteo menatap intens ke Ajeng.
"Ajeng Pratiwi."
"Senang bertemu denganmu Ajeng. Aku Matteo. So, kalian mau pesan pizza apa?" Matteo menatap keduanya.
"Half and Half" jawab Bayu dan Ajeng bersamaan membuat Matteo tertawa.
"Astagaaa kalian itu. Berapa?"
"Dua, karena Radeva hendak kemari juga bersama kekasihnya" jawab Bayu.
"Lengkap dengan salad? Buat empat orang?"
"Yes Matteo. Grazie."
"Oke, silahkan duduk dulu. Aku buatkan dulu." Matteo pun menuju dapur sedangkan Bayu dan Ajeng duduk di meja untuk empat orang.
"Apa itu pizza half and half?" tanya Ajeng kepo.
"Nanti kamu akan tahu sendiri" jawab Bayu cuek membuat Ajeng gemas dengan boss njelehinya itu.
Dasar manusia Krypton!
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️