
PRC Group Building Manhattan New York
Pagi ini Ajeng datang ke kantor seperti biasanya dan di lift dirinya bertemu dengan Alesha.
"Oh, thanks God! Kamu masih disini Ajeng!" ucap Alesha sambil memeluk Ajeng.
"Lha memang aku kenapa?" tanya Ajeng bingung.
"Ada gosip kamu dipindahkan ke Indonesia karena semua orang tahu kamu pergi dengan Mr Dewanata ke Jakarta."
Ajeng melongo. "Whaaaatttt?"
"Apalagi Mr O'Grady juga tidak masuk kantor dan aku kira sedang dalam proses pemindahan kamu ke Indonesia."
Ajeng hanya diam saja dan membiarkan semua orang mengira dirinya pindah ke Indonesia. Daripada mengira hal-hal yang berhubungan dengan mas Kal-el.
"Aku tidak pindah hanya study tour ke Jakarta..." jawab Ajeng ngambang. Study tour apanya? Mencegah catastrophe ( bencana ) di mansion Giandra tepatnya!
"Bagaimana kantor PRC Group Jakarta?" tanya Alesha penasaran.
"Well, sama di Manhattan. Lokasinya juga di segitiga emas Jakarta, tepatnya di Kuningan." Untung aku sempat diajak Pak Radeva kesana jadi tahu.
"Gedungnya bagus mana?"
"Bagus Jakarta sih" cengir Ajeng.
Suara lift berhenti di lantai 15 membuat keduanya keluar dari lift yang penuh itu. Ajeng melambaikan tangannya ke Alesha yang menuju ruangannya sedangkan dirinya ke mejanya.
Rutinitas Ajeng pun berlanjut, membuat kopi dan membawakan camilan untuk Bayu. Tepat pukul 8.30 Bayu datang dengan wajah dingin seperti biasanya.
"Pagi pak Bayu" sapa Ajeng seperti biasanya.
"Pagi Ajeng. Jangan lupa kopi saya" jawab Bayu seperti biasanya lalu masuk ke dalam ruangannya.
"Baik pak Bayu." Ajeng pun membawa kopi dan piring camilan berupa resoles yang dibelinya di sebuah toko pastry milik keluarga Indonesia yang baru buka.
"Apa itu sayang?" tanya Bayu yang membuat gadis itu mendelik judes.
"Please pak Bayu!"
"What?"
"Ggrrrr... Just be a professional!"
"Lho kan cuma berdua" sahut Bayu cuek sambil melepaskan jasnya dan menggantungnya di capstock.
"Nggak begitu konsepnya! Mau cuma berdua tapi ini masih di kantor pak!" Ajeng meletakkan piring berisi resoles dan kopi.
"Jadi kalau di luar kantor, boleh kan Jeng?" senyum Bayu yang entah kenapa mood booster nya paling suka melihat sekretarisnya uring-uringan.
"Karepmu ( terserah kamu ) pak. Inyong puyeng ( aku pusing )." Ajeng pun pergi keluar dari ruang kerja Bayu.
"Aku tresno Karo Kowe Jeng ( aku cinta kamu - Jawa )" ucap Bayu sebelum Ajeng keluar membuat gadis itu menghentikan langkahnya.
Ajeng pun menoleh ke arah Bayu yang memberikan senyum manis. "Jiaaaannn, bocah gede kok ya aneh-aneh !" Gadis itu lalu keluar ruang kerja Bayu sedangkan pria itu tertawa terbahak-bahak.
***
Ajeng bekerja seperti biasa hingga menjelang jam makan siang dan Alesha sudah menghampiri meja nya.
"Lunch yuk bestie! Sudah lama kita tidak lunch bersama."
"Yuk. Aku rindu nasi mandhi nya" senyum Ajeng sambil mengambil dompet dan ponselnya lalu mematikan iMac nya.
"Kamu rindu nasi mandhi? Aku rindu steak" gumam Alesha.
__ADS_1
Kedua gadis itu berjalan menuju lift dan Bayu membuka pintu ruang kerjanya hendak mengajak Ajeng makan siang. Yah, kalah cepat sama Alesha.
***
Cafetaria PRC Group Building Manhattan New York
"Sayang sekali kamu tidak datang di acara pesta Halloween perusahaan. Boss mu mengenakan pakaian ala Sherlock Holmes lho. Lengkap dengan topi, jubah dan pipa. Yang kurang hanyalah biola" cerocos Alesha.
"Sherlock Holmes?" tanya Ajeng.
"Yup! Kamu tahu, Mr O Junior sangat tampan. Sayang Mr Dewanata pergi sama kamu soalnya biasanya dia jauh lebih seru dandanan nya."
"Mr Radeva memang tahun lalu menjadi apa?" tanya Ajeng.
"Avatar."
Ajeng melongo. "Biru semua dong?"
"Yup!" gelak Alesha. "Sebenarnya kita semua menanti tahun ini dia jadi apa tapi sayang dia tidak datang."
"Kalau Mr O'Grady Junior?"
"Tahun lalu? Kamu tidak akan percaya" senyum Alesha.
"Who?"
"Buzz Light-year."
Ajeng terbahak membayangkan muka Bayu bagaikan buzz sahabat Woody di Toy Story. "Pasti sangat hilarious!"
"Sangat!" kekeh Alesha.
"Setidaknya tidak menjadi Gru ataupun Minions."
Ajeng tertawa geli membayangkan pria itu menjadi Stuart atau Bob atau Kevin.
***
Sementara itu di ruang kerja Bayu
"Enak saja aku jadi Gru atau Minions! Awas anak itu!" umpat Bayu kesal. Tapi sejurus kemudian pria itu tersenyum melihat wajah ceria sekretarisnya. "Tapi melihat kamu tertawa lepas begitu dan tambah cantik, kok ya gemesin..."
Bayu lalu menelpon Ajeng.
"Ya Mr O'Grady?" sapa Ajeng seperti biasanya.
"Kamu dimana?"
"Saya di cafetaria Sir. Bagaimana?"
"Tolong bawakan makan siang untuk saya. Nasi mandhi dan kambing panggang."
"Yes Sir. Nanti saya bungkuskan."
"Jangan lama-lama Jeng. Saya sudah lapar."
"Yes Sir." Ajeng pun mematikan panggilannya lalu berjalan ke counter nasi mandhi dan memesankan untuk Bayu.
***
Cafetaria PRC Group Building
"Mr O'Grady baru makan siang sekarang?" tanya Alesha.
"Tadi memang bilang tidak mau diganggu karena sedang mengurus sesuatu dengan Mrs Jang. Jadi aku tidak berani mengganggu nya." Ajeng segera menghabiskan makan siangnya bertepatan dengan pesanannya selesai.
__ADS_1
"Kamu hendak ke ruangan Mr O'Grady?" tanya Alesha.
"Iya Alesha. Aku takut Mr O'Grady sudah kelaparan kan bisa-bisa bakalan cranky. Bahaya lah di akunya" senyum Ajeng.
"You're right. Mr O Junior kalau sudah ngamuk menyeramkan" ucap Alesha.
"Aku duluan ya" pamit Ajeng yang berdiri lalu berjalan menuju lift.
Alesha lalu melanjutkan makan siangnya.
***
Ruang Kerja Bayu O'Grady
"Pak, makan siangnya" ucap Ajeng usai Bayu mengijinkan masuk. Gadis itu sudah tahu kalau Bayu sedang mengadakan pertemuan dengan Jang Geun-moon, dia tidak akan mengganggu.
"Bawa sini Jeng." Bayu pun duduk di sofa sambil melonggarkan dasinya. Ajeng menutup pintu ruang kerja Bayu dan menyiapkan makan siangnya serta minum nya. Bayu adalah penggemar air putih serta es teh sebagai minuman yang wajib ada.
"Bon appetit ( selamat makan ), pak Bayu" ucap Ajeng setelah semuanya siap.
"Kamu disini dulu lah..." pinta Bayu.
"Lha bapak kan mau makan siang. Saya tidak mau mengganggu bapak."
"Temani saya makan Jeng. Tidak enak makan sendirian..." Bayu menepuk sisi sofa sebelah kanannya yang kosong.
Ajeng menghela nafas panjang melihat pria itu dalam mode manja.
"Pak Bayu, kok makin kesini makin kesana" ucap Ajeng jengkel.
"Apa maksudmu makin kesini makin kesana?" tanya Bayu sambil mengikuti kemana sekretaris nya berjalan dan duduk di sebelahnya.
"Pak Bayu kan biasa makan sendirian." Ajeng menatap Bayu sebal.
"Lho ada pacar lima langkah, kenapa tidak dimanfaatkan..."
"Lima belas langkah. Bapak salah hitung!" potong Ajeng membuat Bayu tertawa.
"Jeng... "
"Ya pak?"
"Aaakkk..." Bayu membuka mulutnya pertanda minta disuapi.
Ajeng melongo. "Pak Bayu, anda kan bukan bayi!"
"Tapi sama kamu, aku ingin menjadi bayi... Bayi besar!"
Ajeng mendengus sebal. "Modus!"
"Ayo Jeng... Aaakkk."
Ajeng memicingkan matanya. "Pak Bayu dikasih Allah tangan buat apa?"
"Buat meluk kamu..." Bayu langsung memeluk Ajeng.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1