
Apartemen Bayu O'Grady
Bayu menunggu hasil pemeriksaan Blaze bersama dengan Samuel di ruang tengah. Hunter dan Doogie sudah kembali ke apartemen mereka masing-masing di unit dua lantai bawah apartemen Bayu.
"Rania dan Rase dimana Sam?" tanya Bayu menanyakan kedua keponakannya.
"Di rumah Daddy dan Mommy. Kan biasa kalau malam Minggu, keduanya menginap disana" jawab Samuel.
"Tapi semua ikut Bee ya gennya" kekeh Bayu.
Samuel hanya melengos sebal. "Rase hanya dapat struktur wajah aku tapi Rania, benar-benar gabungan Bee dan mommy. Heran aku, kok bisa ya?"
"Mana aku tahu. Kan kalian yang dokter" cengir Bayu.
"Bay, Ajeng mau ngomong sama kamu" panggil Blaze keluar dari kamar Bayu. "Kita pulang yuk Bebek. Biar Ajeng dan Bayu menyelesaikan masalah mereka berdua."
"Lha Bee, kalau ditinggal berdua, kan bisa bahaya" celetuk Samuel.
"Daripada kena kita jadi setannya?" balas Blaze cuek. "Bay, jangan aneh-aneh kamu ! Ajeng orangnya terlalu over thinking dan itu yang membuatnya terkena serangan asam lambung. Meskipun sudah berusaha kuat, tapi gadis itu tidak sekuat yang dia kira."
"Memangnya Ajeng kenapa Bee?" tanya Bayu bingung.
"Kalian ngobrol saja berdua. Jangan kamu desak, jangan kamu judge dia. Biarkan dia mengeluarkan semua uneg-unegnya. Okay?" Blaze menepuk bahu Bayu. "Tagihan nya tar aku kirim."
"Haaaaahhh? Bayar? Seriously?" Bayu mendelik tidak percaya ke arah sepupunya.
"Hei, kamu kira harga infus dan obat berapa Bambaaaanngggg! Ditambah kamu mengganggu acara berduaan aku sama Bebek ! Itu harus ada ganti moril dong !" balas Blaze cuek.
"Astaghfirullah..." Bayu menggelengkan kepalanya sedangkan Samuel hanya tersenyum simpul.
Bayu mengantarkan pasangan suami istri itu keluar dari Apartemennya usai saling berpelukan dan setelahnya Bayu masuk ke dalam kamar nya.
Kamar mas Lisus
Tampak Ajeng duduk bersandarkan kepala tempat tidur sambil melihat pemandangan Manhattan dari jendela kamar Bayu.
Bayu pun menghampiri Ajeng dan duduk di pinggir tempat tidur. Pria itu melihat cairan infus yang tinggal seperempat dan harus dihabiskan pesan Blaze tadi.
Yang bingung soal gadisnya
__ADS_1
"Infusnya tinggal dikit Jeng, tunggu sampai habis ya" ucap Bayu lembut ke Ajeng. Bayu menggenggam tangan gadis itu. "Jeng..."
Ajeng menoleh dan wajahnya tampak sedih. "Pak Bayu..."
"Ada apa Jeng? Kenapa kamu sampai naik asam lambung nya? Kamu mikir apa?" Bayu menatap Ajeng penuh perhatian.
"Pak Bayu... Saya tahu bapak dan keluarga bapak semuanya Sultan tapi saya... " Ajeng mengehela nafas panjang. "Saya memang wanita sederhana, rada ndeso dan tidak paham kegiatan jetset, high class...Saya memang wong ndeso... Membandingkan wine langka dengan sirup Marjan..."
Bayu nyaris terbahak mendengar analogi Ajeng membandingkan wine dengan sirup.
"Saya... memang lebih nyaman berada di Jakarta karena saya tidak melihat bagaimana kehidupan orang bersendok emas. Di Mansion Giandra, semua orang santai, sepupu-sepupu pak Bayu juga santai jadi saya nyaman pak. Tapi acara lelang tadi mengingatkan saya akan realita... Saya tidak bisa hidup di dunia lain pak Bayu..." Ajeng menunduk dan Bayu bisa melihat ada buliran bening menetes di pipi mulus gadis itu.
"Jeng... lihat aku." Bayu mengangkat dagu Ajeng. "Yang penting adalah kamu dan aku. Kami memang terbiasa dengan kehidupan high class tapi kamu kan melihat keluarga kami bagaimana ke kamu. Apakah mereka melihat kamu siapa? Apakah mereka menanyakan kamu punya uang berapa di tabungan? No Ajeng. Mereka menyukaimu karena kamu nya. Oma Gendhis dan Oma Danisha suka denganmu, Oma Kaia apalagi. Mommyku juga, bahkan sampai mau membajak kamu dari aku kan? Jeng, kamulah yang aku suka, aku sayang dan aku tidak akan membuat kamu tidak nyaman karena aku akan selalu melindungi kamu. Apa kamu tidak melihat bagaimana aku kelimpungan tidak ada kamu? Karena kamu adalah satu-satunya wanita yang aku inginkan menjadi pasanganku..."
"Tapi pak Bayu... "
"Nggak ada tapi-tapian..."
"Pak Bayuuu... Dengar dulu. Tapi bagaimana kalau saya mempermalukan bapak di acara macam tadi... Bagaimana kalau saya terserang panick mendengar uang segitu buat beli minuman... "
Bayu mencium bibir Ajeng lembut. "Jangan over thinking Ajeng sayang. Aku tahu kamu gadis yang memiliki motto mendang mending... Iya kan?"
Pipi Ajeng memerah. "Bagaimana pak Bayu..."
"Oh astaghfirullah... saya belum mengganti uang sepatu ... " Mata Ajeng terbelalak saat Bayu mencium bibirnya panas.
"Buat calon istri kok pakai acara hutang piutang?" kekeh Bayu usai mencium Ajeng.
"Pak Bayu..."
"Jeng, jangan over thinking. Kamu itu nyaman kan dengan keluarga aku?"
"Banget pak. Meskipun belum semua tapi saya senang semalam mbak Leia, Veena dan Deya menerima saya ..."
"Kalau Bee ... eh Blaze mukanya judes, itu memang dari Sononya tapi dia sama hebohnya dengan mbak Leia kok..." Bayu mengelus pipi Ajeng. "Dengar sayangku, kamu nanti akan menikah denganku, kamu nanti akan hanya dekat dengan keluarga ku. Jangan khawatir Jeng, aku akan melindungi kamu jika terjadi sesuatu selama itu bukan yang melanggar norma dan aturan."
"Pak Bayu..." Ajeng menatap Bayu masih dengan wajah ragu. "Bapak yakin sama saya?"
"Astaghfirullah Ajeng Pratiwi binti Argono Prawiro... Kamu itu masih harus diyakinkan apa lagi sih?" gerutu Bayu gemas. "Apa kamu tidak ingat bagaimana aku hampir menangis gara-gara mengira kamu sudah pergi bersama duo kadal kadut ?"
Ajeng terbahak. "Pak, pak Radeva dan dik Devan cakep-cakep gitu, kok dibilang kadal kadut sih?"
"Heeeeiiii, yang cakep di mata kamu cuma aku, Ajeng. Jangan memuji orang lain meskipun adikku atau kakakku sendiri !" protes Bayu posesif.
__ADS_1
"Pak Bayu... saya mau cerita."
"Apa itu sayang?" Bayu melihat infus Ajeng sudah habis. "Sebentar sayang, aku lepas jarum infusnya karena sudah habis."
Ajeng melihat bagaimana Bayu dengan telaten melepaskan jarum di tangannya dan menempelkan kasa bersih dan tensoplast medis yang sudah disiapkan Blaze diatas nakas.
"Sakit kah tadi dicabut jarumnya?" tanya Bayu yang dijawab gelengan kepala Ajeng.
Bayu lalu membereskan semua nya dan membawa nya keluar untuk dibuang meninggalkan Ajeng yang masih tampak termenung.
Apakah ini memang jalanku ya Allah? Mendapatkan pasangan yang kebetulan anggota keluarga Sultan? Tapi... aku juga suka dengan keluarganya... Keluarga yang guyub dan Membagongkan... keluarga yang suka lupa bahwa mereka adalah keluarga Sultan... Ajeng menatap jendela lagi. Jeng, apa kamu tidak ingat bagaimana mansion Giandra, mansion Blair, pesawat pribadi...
"Melamun apa lagi Jeng?" tanya Bayu yang sudah kembali dengan membawakan mug berisikan teh panas untuk Ajeng dan kopi untuknya.
"Memikirkan saya pak..."
"Jangan over thinking lagi Jeng. Dinikmati saja..." Bayu menyerahkan mug teh herbal untuk gadisnya. "Sorry, ramuan teh wasgitel nya habis jadi seadanya ya?"
"Terima kasih pak Bayu." Ajeng menerima mug berisikan teh buatan Bayu.
"Kamu tahu, semenjak aku suka sama kamu, aku selalu membayangkan kita akan seperti ini. Mengobrol diatas tempat tidur, bicara apa saja..." Bayu terkejut melihat Ajeng menangis lagi. "Lha Ajeng? Kamu kenapa lagi ? Apa ada yang salah?"
Ajeng menggelengkan kepalanya lalu meletakkan mug teh nya lalu memeluk Bayu membuat pria itu terkejut.
Bayu meletakkan mug kopinya bersebelahan dengan mug Ajeng dan membalas pelukan gadisnya.
"Terimakasih pak Bayu. Sudah menyayangi saya sedemikian rupa."
"Aku yang berterima kasih... Gadis receh satu ini mau bersama angin Lisus..." gumam Bayu di ceruk leher Ajeng membuat gadis itu tertawa.
"Mas Kal-el ku..."
Bayu semakin erat memeluk Ajeng. "Aku suka panggilan kamu itu... Hanya saat berdua saja ya manggilnya."
Ajeng mengangguk.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️