My 100th Secretary

My 100th Secretary
Bonchap - Kimberly Wyatt


__ADS_3

Duncan dan Doogie membereskan semua barang - barang piknik mereka lalu sambil bergandengan tangan, kedua pria beda usia itu berjalan menuju gedung PRC Group.


"D, soal Tante Kimberly, jangan cerita ke papamu ya?" pinta Doogie.


"Kenapa?" Duncan menatap Doogie dengan mata birunya yang polos.


"Karena nanti papamu kepo dan membuat Tante Kimberly tidak nyaman bekerja. Kasihan kan baru masuk kantor..."


"Oh okay. Tapi kalau D keceplosan?"


"Itu musibah D..." gumam Doogie dengan perasaan kacau.


***


Doogie mengantarkan Duncan masuk ke dalam ruangan Bayu dimana si pemilik masih belum pulang dari pertemuannya dengan Jang Geun-moon.


"Oom, papa belum selesai sama Oma Moon..." ucap Duncan.


"D mau main game atau mau ..."


"Mau main game kimia." Duncan mengambil iPadnya dan mulai bermain aplikasi kimia yang merupakan cara membuat komponen unsur kimia menjadi sesuatu yang baru. "Kata papa ini jauh lebih aman dalipada bikin lumah meledak..."


Doogie tertawa kecil. Duncan memang mirip Bayu jeniusnya dan kocak macam Ajeng tapi hanya dengan orang-orang terdekat saja. Hanya saja Duncan jarang bisa akur dengan Aslan, putra Nadya Blair dan Omar Zidane.


"Ya sudah. Oom kembali ke meja Oom ya. Kamu silahkan buat formula awet muda..." cengir Doogie.


"Duncan kan memang masih imut Oom..."

__ADS_1


Doogie mengacak-acak rambut Duncan yang duduk di sofa sambil bermain iPadnya. Pria Irlandia itu pun keluar dari ruangan Bayu menuju meja kerjanya dan menyalakan CCTV tempat Duncan berada. Doogie melihat batita itu sibuk membuat formula macam-macam dan main Corat coret diatas kertas.


Ampun deh Bay, anakmu persis kamu !


***


Apartemen Kimberly Wyatt dekat Hudson River


Kimberly membuka pintu apartemennya dan melihat seseorang tampak asyik menggambar di meja makan. Hari ini Kimberly memang belum masuk kerja, baru memasukkan data seperti sidik jari, retina mata dan pembuatan id card. Wanita berambut merah itu baru mulai bekerja esok hari dan dia tidak sabar untuk memulai di tempat kerjanya yang baru.


"Mommy sudah pulang?" sapa gadis cilik yang sedang asyik menggambar itu.


"Sudah sayang. Bagaimana sekolah hari ini?" tanya Kimberly sambil mencium pucuk kepala gadis cilik itu.


"Tugas matematika menyebalkan. Untung aku homeschooling dan online jadi bisa cari caranya di google..." gelak gadis cilik berambut coklat kemerahan itu.


"Salad salmon mommy..." jawab Keira.


Kimberly mengangguk. Putrinya Keira, mengalami kerusakan hati akibat infeksi virus Hepatitis B yang diperoleh dari makanan di sekolah nya dulu. Akibatnya, hati Keira rusak dan harus mendapatkan transplantasi hati. Sudah dua tahun ini Kimberly berusaha mendapatkan donor hati tapi tidak ada yang cocok dengan putrinya.


Kimberly memutuskan pindah dari Oklahoma setelah mendapatkan pekerjaan di New York dengan gaji lebih besar dan berharap rumah sakit di New York lebih banyak stok donor dibandingkan di Oklahoma.


Keira tidak diijinkan Kimberly bersekolah di public schools karena dia sangat rentan dengan virus. Beruntung di New York, ada sekolah online hingga putrinya tidak tertinggal pendidikannya. Keira pun tidak masalah untuk homeschooling karena dia tidak mau menjadi lebih sakit lagi.


Kimberly sangat memperhatikan pola makan Keira bahkan tidak boleh roti, daging merah maupun gorengan. Kimberly selalu bilang jika mau sehat sampai mendapatkan donor hati yang cocok, Keira harus makan makanan sehat. Kimberly sendiri lah yang menyiapkan makanan untuk putrinya. Jika dirinya bekerja, Keira sudah tahu makanan untuknya yang sudah disiapkan ibunya.


Kimberly mengkukus salmon dan menyiapkan semua sayuran yang boleh dikonsumsi oleh Keira. Kimberly bahkan membuat dressing sendiri dengan mengatur kadar garam dalam saus itu, membuat mayonaise sendiri dan membuat saus lainnya sendiri.

__ADS_1


Setelah siap, Kimberly meletakkan diatas meja makan dan mereka akan makan siang berdua. Kimberly sampai mengalah untuk tidak membeli junk food atau pun minuman bersoda agar Keira tidak merasa tersisihkan. Jika Keira ingin ayam goreng tepung, Kimberly mengijinkan hanya sebulan sekali agar tidak membebani kinerja hati putrinya.


"Bagaimana acara mommy hari ini?" tanya Keira sambil memakan salad salmon nya.


"Mommy bertemu dengan anak kecil menggemaskan. Namanya Duncan dan ternyata anak calon boss Mommya. Masih tiga tahun, tapi cerdas nya minta ampun..." senyum Kimberly.


"Wah, andaikan bisa bermain bersama ya mommy..." senyum Keira.


"Iya sayang. Semoga bisa bermain bersama..." jawab Kimberly.


Dan mommy bertemu dengan Daddymu.


***



Introducing Keira Wyatt


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2