
Apartemen Bayu O'Grady di Manhattan
Bayu merasakan hidungnya mencium harum kopi dan masakan khas Indonesia... Nasi goreng dan telur dadar. Hidung mancungnya tampak bergerak - gerak merasakan harum masakan.
"Mom... Masak nasi goreng ya..." gumamnya dengan posisi masih memejamkan matanya.
"Iya nasi goreng ala kadarnya..." jawab sebuah suara wanita yang membuat Bayu membuka matanya.
Bukan suara mommy. Bayu pun langsung terduduk dan melihat ke arah dapur. Tampak Ajeng mengikat rambutnya tinggi memperlihatkan leher jenjangnya dengan mengenakan piyama nya sibuk di dapur.
Bayu melihat jam dinding dan terkejut saat jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Kok bisa aku tidur nyenyak banget?! Apa tahu ada Ajeng di apartemen ya?
"Jeng, ini hari apa?" Tiba-tiba Bayu merasakan disorientasi tempat dan waktu.
"Hari Minggu, mas Kal-el" jawab Ajeng sambil menyiapkan juice jeruk.
"Kamu bangun jam berapa?"
"Jam setengah lima. Langsung masak nasi..."
"Kok aku nggak tahu?"
"Lha bapak tidurnya nyenyak banget sampai ngorok" sahut Ajeng cuek.
"Masa saya ngorok Jeng?" Bayu berdiri dan berjalan menuju tunangannya.
"Ngorok mas. Gini nih ... Grok grok grok" ucap Ajeng yang malah seperti suara babi membuat Bayu tebahak.
"Jeng, kamu macam Miss Piggy." Bayu langsung memeluk Ajeng dan mencium kening gadis itu. "Aku belum sikat gigi dan tidak ada permen mint di meja jadi nggak bisa macam di Jakarta."
Ajeng tertawa kecil. "Dasar pria tukang modus !"
"Tapi kamu sayang aku kan Jeng?"
"Lha mas Kal-el itu limited edition."
"Jeng, nikah cepat yuk?"
"Nggak bisa pak Bayu sayang, saya masih terikat kontrak. Kan bapak sendiri yang tanda tangan." Mata hitam Ajeng mengerjap-ngerjap jenaka dan nada suaranya kembali menjadi nada sekretaris.
"Aku kok rada nyesel ya tanda tangan kontrak itu..." gumam Bayu.
"Dah mas Kal-el mandi dulu. Habis ini kita sarapan." Ajeng melepaskan pelukan Bayu lalu membalikkan tubuh kekar dan besar itu untuk masuk ke dalam kamar tidurnya.
"Mandiin Jeng..." goda Bayu membuat Ajeng mendelik.
"Mas Kal-el mau kena wajan melayang?"
__ADS_1
Bayu tertawa. "Duh kamu ada bakat bar-bar juga ternyata." Bayu mencium pipi Ajeng. "Kamu sudah mandi?" Pria itu mencium harum sabunnya di tubuh Ajeng yang entah kenapa malah menjadi seksih padahal sabun miliknya khas maskulin. Tapi kok di Ajeng jadi berbeda rasanya.
"Sudah dong mas..."
Bayu menatap Ajeng dengan tatapan yang membuat gadis itu waspada.
"Pak Bayuuu..." nada Ajeng membuat Bayu harus kembali ke realita, bukan pikiran yang iya-iya.
"Mandi kok Jeng... Mandi..." Bayu pun masuk ke dalam kamarnya sedangkan Ajeng ke area makan. Apartemen Bayu termasuk besar dan seperti mini penthouse.
Ajeng masih menata meja saat mendengar suara pintu apartemen terbuka dan betapa terkejutnya gadis itu saat mengetahui siapa yang datang.
"Bu Gandari? Pak Abiyasa?" ucap Ajeng tertahan.
"Ajeng? Mana Bayu?" tanya Gandari yang tidak kalah terkejutnya melihat Ajeng mengenakan piyama yang dia tahu itu baru.
Abiyasa hanya bisa memegang pelipisnya karena dirinya juga terkejut putranya membawa pacarnya menginap di apartemennya dan sekarang gadisnya memakai piyama baru? Abiyasa beristighfar dalam hati. Siapapun pasti akan berpikiran yang sama dengannya.
"Mas... eh pak Bayu sedang mandi Bu Gandari..." jawab Ajeng tergagap.
Tak lama Bayu keluar dengan handuk kecil di tangan sambil mengeringkan rambutnya. "Jeng, habis makan, aku antar kamu pulang sebelum ibu negara... MOM ? DAD ?" Mata biru Bayu terbelalak melihat kedua orangtuanya sudah ada di dalam apartemen dan dirinya melirik ke arah Ajeng yang tampak menunduk tidak nyaman serta ketakutan.
"Mom, Dad ... Ini tidak seperti yang kalian kira..." Bayu bergegas mendekati Ajeng untuk melindungi gadis itu dari amukan ibunya.
"What the f*** are you thinking Bayu Aarav Blair O'Grady ! Minta mommymu jantungan? Pengen semua opa kamu bangkit dari kubur buat jewer kamu ! Ya Allah BAYUUU ! Mommy tidak pernah mengajari kamu untuk macem-macem sama anak gadis apalagi sampai merusak nya !" omel Gandari yang sudah bersiap untuk memukul Bayu dengan tas Hermès Birkin nya.
Abiyasa lalu memeriksa CCTV dari tv layar besar milik Bayu dan memang omongan putranya terbukti. "Kamu ngapain jam tiga masuk kamar kamu? Tahajud?"
"Eh... errrr..."
"BAYUUU!" Gandari sudah mendelik.
"Lihat Ajeng... Aduuuuhhhh duh duh ! Mom ! Birkin mu limited edition lho!" Bayu melindungi kepalanya dengan tangannya terkena pukulan tas Gandari.
"Astaghfirullah... " Abiyasa hanya menggelengkan kepalanya. "Ajeng, kemari !"
Ajeng pun berjalan pelan ke arah Abisatya.
"Kenapa kamu semalam tidur disini?"
Ajeng menatap pria berambut blonde dengan uban disana dengan sedikit takut. "Saya...semalam terkena... Asam lambung saya naik pak Abi. Dan saya nyaris pingsan karena sakit sekali..."
"Kamu kenapa kena asam lambung? Bayu apain kamu? Bikin kamu sakit?" Gandari bergegas mendekati Ajeng dan memeriksa kondisi gadis itu.
"Kok aku lagi sih disalahin?" protes Bayu.
"Memang harus ada kambing hitam ! Salah siapa kamu pakai kaos hitam?" sahut Gandari cuek membuat Bayu melengos lalu berjalan ke arah Ajeng.
__ADS_1
"Bukan pak Bayu tapi saya sendiri Bu Gandari." Ajeng menatap gugup ke Gandari.
"Aku lihat semalam Blaze dan Samuel memang kemari Ndari. Berarti Ajeng memang sakit" ucap Abiyasa sambil memperlihatkan rekaman CCTV.
Gandari juga mendengar percakapan putra dan keponakannya. "Ayo duduk, kita bicarakan..."
"Mom, nasi gorengnya udah dingin nanti dan Ajeng harus diisi perutnya daripada nanti kena maag lagi." Bayu memberikan kode ke Gandari.
"Ya sudah kita makan sekalian ngobrol. Ajeng juga baru sembuh" ucap Abiyasa mencoba berkompromi dengan istrinya yang masih mode gemas.
***
Gandari dan Abiyasa menikmati nasi goreng buatan Ajeng yang menurut nya sangat enak.
"Kamu pintar masak, Jeng" puji Gandari.
"Terimakasih Bu Gandari" senyum Ajeng.
"Sekarang cerita dari awal kenapa Ajeng bisa sakit?" Abiyasa menatap tajam putranya.
Bayu pun menceritakan apa yang terjadi saat acara lelang wine dan bagaimana Ajeng tampak shock mendengar harga nya. Ketidaknyamanan dan insecure Ajeng yang membuatnya over thinking hingga memicu asam lambung nya naik ditambah perutnya kosong.
"Jeng, aku kasih tahu ya. Hampir semua orang yang masuk ke keluarga Pratomo itu semuanya pasti merasa insecure. Termasuk aku juga meskipun aku sudah terbiasa bekerja di kalangan high class karena profesiku, tapi rasa itu tetap ada. Itu wajar. Tapi jangan kamu jadikan itu suatu beban karena apa, semua orang bisa menerima kamu. Keluarga Jakarta apa kabar? Anak-anak Turin juga. Kamu yang belum hanya dengan keluarga London, Dubai, Tokyo dan Queensland. Jeng, Bayu sayang sama kamu, cinta sama kamu... Itu yang kamu pegang. Tetaplah menjadi Ajeng yang biasa, Ajeng yang receh, Ajeng yang ceria, yang mampu membuat angin topan anak durjana ini berubah..."
"Moooommmm..."
Gandari mengangkat jari telunjuk nya menandakan putranya untuk diam. "Jangan terlalu banyak over thinking. Just let it flow ... Oke ? Nikmati hidupmu... Anggap saja kamu mendapatkan keluarga baru yang membuat mu tersenyum lagi. Oke?"
Ajeng menatap Gandari dengan mata berkaca-kaca lalu gadis itu berdiri dan memeluk Gandari. "Terimakasih Bu Gandari."
"Sama-sama Jeng. Besok kamu kembali kerja sama saya ya!"
Bayu mendelik. "MOOOOMMMM!"
Ada yang ketar ketir nih
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa gaaaeeessss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1