My 100th Secretary

My 100th Secretary
Penjelasan Ajeng


__ADS_3

Restaurant Singapura Manhattan New York


Ajeng menatap Bossnya dengan tatapan tidak percaya jika Bayu datang menghampirinya dan mengetahui dirinya berada dimana. Bagaimana pria ini tahu?


"Pak Bayu, bagaimana tahu? Dan kok bisa tahu aku disini?" tanya Ajeng


"Aku tadi ke apartemen kamu dsn kamu tidak ada." Bayu langsung duduk di sebelah Ajeng. "Hai, Nadya. Hai Omar."


"Hai" sapa Nadya dan Omar bersamaan.


"Pak Bayu, bapak belum jawab pertanyaan saya." Ajeng menatap Bayu penasaran.


"Anggap saja saya cenayang?" kerling Bayu membuat Ajeng menatap sebal.


"Pak Bayu, saya serius!" ucap Ajeng sedikit keras.


"Paling mas Bayu memasang GPS di ponsel atau dompet kamu Jeng" sahut Nadya yang menatap tajam ke arah kakaknya. "Iya kan mas?"


Bayu hanya terdiam membuat Ajeng melongo. "WHAAATTT?" serunya membuat Bayu terkejut hingga sedikit terlonjak di kursinya.


"Ajeng... Aku bisa menjelaskan..." Bayu menatap Ajeng sedikit takut melihat wajah galak gadis itu.


"Hhuuurrrhhhhh!" geram Ajeng. "Miss Blair. Apakah tawaran anda untuk membanting pak Bayu masih berlaku?"


"Why ? Kamu minta bantuan aku buat banting pria nggak punya etika memasang GPS ke barang kamu?" Nadya tersenyum smirk ke arah Bayu. "Dengan senang hati, Ajeng..."


"Nadya..." Omar memegang tangan gadis itu.


"Tapi itu sudah pelanggaran Federal Omar! Iya kan? Memasang pelacak atau GPS tanpa sepengetahuan orangnya? Mas Bayu sudah melanggar hukum federal dan harus nya ..."


"Saya mau menuntut pak Bayu!" ucap Ajeng serius membuat ketiga orang disana melongo bahkan saat pelayan datang meletakkan makanan pesanan mereka, ketiganya masih mode hening.


"Kamu tidak serius kan Jeng?" Bayu menatap tidak percaya ke arah Ajeng yang tiba-tiba main tuntut dirinya.


"Way serious! Pak Bayu pasang dimana?" tanya Ajeng galak.


Nadya dan Omar hanya menikmati drama di hadapan mereka sambil memakan laksa pesanannya dengan penuh kepo.


"Aku pasang di dompet kamu..." jawab Bayu akhirnya.


"Kenapa?"


"Biar aku tahu kamu dimana."

__ADS_1


"Lha memang saya mau kemana paaaakkk!! Minggat ke Solo? Ya Allah pak, saya kan masih harus menyelesaikan kontrak saya kalau tidak rencana saya bisa berantakan!" Ajeng merasa gemas ke Bossnya hingga ingin dia menusuk bahu kekar Bayu pakai garpu yang sayangnya terbuat dari plastik. Sudah pasti patah Sebelum nembus dah!


"Kan saya tidak mau jauh sama kamu Jeng. Biar saya tidak khawatir kamu berada dimana..."


UHUK! UHUK!


Terdengar suara Nadya tersedak mendengar ucapan Bayu yang tampak bucin dengan Ajeng tapi yang dibucinin malah tidak paham.


"Nad, minum pelan-pelan..." ucap Omar sambil memberikan gelas berisi air putih sedangkan tangan satunya mengelus lembut punggung Nadya.


"Miss Blair, pelan-pelan makannya" kata Ajeng concern ke gadis cantik itu.


"Mas Bayu..." Nadya menatap tajam ke kakaknya.


"Apa?" jawab Bayu.


"Nggilani!" umpat Nadya membuat Ajeng terbahak sedangkan Bayu menatap tajam ke adiknya sementara Omar Zidane hanya bingung mendengar ucapan gadisnya.


"What's going on here ( ada apa sih ini )?" tanya Omar bingung.


"Anggap saja salah satu kata yang tidak bisa diimplementasikan ke bahasa Inggris dengan tepat" gelak Ajeng membuat Omar semakin bingung. "Disgusting, Agen Zidane. Nggilani itu bahasa Jawa yang artinya disgusting ( menjijikan )."


Omar Zidane hanya manggut-manggut lalu tersenyum geli. "Tampaknya saya harus belajar banyak ungkapan dalam bahasa Jawa ya Ajeng?"


"Exactly! Biar kalau anda dirasani... eh diomongi pakai bahasa Jawa, paham."


"Ah iya! Benar juga" gumam Ajeng sambil memukul telapak tangannya.


"Mas Bayu, tolong deh GPS nya Ajeng dicopot" pinta Nadya.


"Tidak mau. Kamu kan juga ada GPS nya diluar ponselmu, Nadya." Bayu menjawab dengan tegas.


"Astagaaa demi Dragon Ball! Jeng, jangan lupa hubungi aku jika kamu butuh pengacara!" Nadya menatap Ajeng serius membuat Gadis Indonesia itu cekikikan.


***


"Mas Bayu serius sama Ajeng?" tanya Nadya setelah mereka menyelesaikan acara makan siangnya.


"Yup."


"Kamu sudah terima mas Bayu, Jeng?" Nadya menatap Ajeng.


"Belum" jawab Ajeng dan Bayu bersamaan membuat Nadya dan Omar melongo.

__ADS_1


"Lho kok?" Nadya tampak bingung dengan pasangan di hadapannya.


"Mungkin mereka mirip kita, Nad. Dinikmati saja hubungan nya tetapi tahu bahwa aku dan kamu itu memang pasangan..." ucap Omar serius.


"Tapi ini aneh Omar ... Mas Bayu ini macam kena gampar dan baru sadar kalau suka sama Ajeng. Jangan bilang kamu macam Opa Edward atau Opa Duncan main klaim langsung!" Nadya memicingkan matanya.


"Kalau iya, kenapa?" jawab Bayu cuek. "Ajeng memang belum menerima aku tapi aku yakin kami memang akan bersama."


"Kan aku sudah bilang Nad, macam kita" senyum Omar sambil mengelus punggung Nadya mesra.


"Tapi OZ, kita saling suka. Lha ini? Ajeng belum menerima mas Bayu!" Nadya menatap Omar Zidane gemas.


"Ajeng itu tipe ditelateni Nadya. Jadi aku akan pelan-pelan membuat Ajeng mau sama aku" sahut Bayu.


Ajeng hanya diam saja mendengar perdebatan antara Bayu dan Nadya. Apa ini salah satu petunjuknya ya? Bertemu dengan pasangan yang menikmati hubungan mereka meskipun belum ada proklamasi tapi semua orang tahu mereka memiliki hubungan spesial pakai telur?


"Guys, chill ( tenang )" ucap Ajeng menengahi keributan mereka. "Ternyata saya ada contohnya."


"Apa maksudmu Jeng?" tanya Nadya.


"Miss Blair dan Agen Zidane. Kalian sama-sama nyaman berdua dan menikmati hubungan kalian. Mungkin jika saya dan pak Bayu mencoba seperti kalian berdua, bisa berubah arah mata anginnya... Bisa saya juga suka sama pak Bayu tapi bisa juga tidak..."


"Heeeiii !!!" protes Bayu.


"Pak, bapak kan belum lihat jeleknya saya. Selama ini saya Perfecto Dimata bapak. Tapi apa bapak tahu saya tukang ngiler, tukang ngupil, trus kalau bersihkan jigong gigi pakai kuku?" ucap Ajeng cuek membuat Nadya tertawa keras sedang kan Bayu hanya melongo.


"Apa?"


"Beneran pak. Saya itu kadang jorok lho. Kalau apartemen memang rapi karena saya suka kerapihan tapi soal ngupil... Duh itu kebiasaan jelek saya. Di kantor saja saya memilih ngupil di kamar mandi demi menjaga image saya sebagai sekretaris pak Bayu" sambung Ajeng lagi.


"Astaghfirullah! Ajeng!" hardik Bayu kesal mendengar alasan absurd sekretarisnya.


"Mending bapak tahu dulu di depan daripada tahu pas sudah menikah. Oh saya lama di kamar mandi lho. Soalnya saya harus menyanyi paling tidak dua lagu full yang durasinya sekitar tiga menit jadi enam menit dipakai untuk menyanyi olah pita suara baru acara pakpung ( mandi ) ditambah bertapa mencari wangsit."


Bayu hanya menggelengkan kepalanya gemas dengan ucapan receh Ajeng sedangkan Nadya masih tertawa cekikikan. Omar Zidane hanya bisa mengusap wajahnya, pusing mendengar semua perkataan Ajeng.


Astaghfirullah!


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2