My 100th Secretary

My 100th Secretary
Irit Air


__ADS_3

Istana Brussels Belgia


"Bagaimana perjalanan nya Jeng? Nggak kena turbulensi kan?" tanya Zinnia.


"Alhamdulillah nggak mbak Zee. Awannya tampak seperti awan kintoun, kalem macam yang dinaiki Songoku..." jawab Ajeng membuat Arsya cekikikan.


"Dih Tante Ajeng kok tahu awan kintoun?" ejek Arsya.


"Lha Arsya tuh bagaimana sih, sebelum Arsya lahir di dunia ini, Tante Ajeng sudah tahu duluan awan kintoun... Apalagi cerita Dragon Ball... Suka lah itu!" sahut Ajeng dengan sedikit jumawa.


"Mommy, was hat Tante Ajeng gesagt ( mommy, Tante Ajeng bilang apa )?" tanya Alisha yang membuat Ajeng melongo.


"Duh Alisha, mbok jangan ngomong macam gute nacht gitu dong. Tante Ajeng nggak paham. Oom Bayu translate nya nggak ada disini..." keluh Ajeng dengan wajah memelas membuat Zinnia dan Arsya tertawa terbahak-bahak sedangkan Avaro yang sedikit paham bahasa Indonesia, ikutan tertawa.


Alisha tampak bingung. "Mommh, müssen wir mit Tante Ajeng Englisch sprechen ( Mommy, apakah kita harus berbicara dengan bahasa Inggris )? Keine deutsche Sprache ( bukan bahasa Jerman )?"


"Sha, kalau sama Tante Ajeng, bahasa Inggris saja. Nanti makin pusing dengar bahasa keriting lho" kekeh Arsya sambil mengusap kepala Alisha lembut.


"Oh, okay" jawab Alisha sambil tersenyum.


"Ya ampun mbak Zee, Alisha mirip banget sama kamu" puji Ajeng.


"Semua orang bilang begitu Arsya mirip Sean, sedangkan Alisha mirip aku, kalau Avaro, perpaduan kami berdua" senyum Zinnia sambil mengusap kepala Avaro.


"Tante, suka anjing dan kucing nggak?" tanya Arsya.


"Suka banget cuma sayangnya, apartemen Tante yang dulu nggak boleh membawa hewan peliharaan dan setelah tinggal sama Oom Bayu, mungkin akan mulai pelihara kucing atau anjing kecil" jawab Ajeng. "Memang Arsya punya?"


"Ada dua anjing shitzhu namanya Pochi dan Mochi, dua kucing Munchkin namanya Salt and Pepper."


"Namanya kok cute sih ? Jadi pengen lihat deh !"


"Nanti saja Arsya, biar Tante Ajeng makan siang dulu. Tuh Varo dan Sha sudah terlihat lapar" tegur Zinnia.


"Oke mommy."


Semuanya pun masuk ke ruang makan dimana Bayu dan Sean sudah duduk disana sambil mengobrol banyak hal.


***

__ADS_1


"Jadi Mintang sekarang cukup pusing dengan kembar tiganya ?" tanya Bayu ke Zinnia.


"Iya lho Bay, ingat kan pas Mintang keguguran? Alhamdulillah dapat tiga tapi kalau satu rewel, yang lain suka ikutan. Aku yang cuma berdua ini saja sudah pusing, apalagi Mintang urus trio ABC ... " kekeh Zinnia.


"Trio ABC itu namanya siapa saja mbak?" tanya Ajeng.


"Ararya biasa dipanggil Arya, Benoit yang dipanggil Ben dan Charusmita biasa dipanggil Mita" jawab Zinnia. ( Baca Gemini dan Gemintang Love Stories ).


"Oooohhh jadi gitu tho ceritanya."


"Mintang itu nggak tahu kalau kembar tiga, kirain kembar dua tapi ada tiga titik waktu di USG."


"Mas Bayu, kita nggak usah bikin anak kembar ya?" toleh Ajeng ke Bayu.


"Memangnya bisa diatur? Kalau namanya rejeki punya anak kembar ya nggak heran lah. Wong Daddy kembar juga" jawab Bayu.


"Bay, kamu sudah persiapan nama belum. Jangan sampai macam aku dan Raj yang tidak ada persiapan nama anak" kekeh Sean. ( Baca The Prince and I ).


"Aku dan Ajeng sudah taruhan malahan" jawab Bayu cuek.


"Taruhan apa?" tanya Zinnia.


"Kalian itu ya memang dasar keturunannya Blair, sukanya taruhan..." kekeh Zinnia.


"Iya kah mbak Zee?" tanya Ajeng.


"Iya. Damian dan Radhi tuh hobinya ngajak Gasendra dan Ken taruhan entah itu balapan atau menembak. Ampun deh... Sekarang kamu Bayu. Nama anak kok dijadiin taruhan sih?" Zinnia menatap tajam ke Bayu.


"Lho biar ramai kan?" balas Bayu cuek.


"Memang kalian sudah mempersiapkan nama?" tanya Sean. "Apa Ajeng sudah hamil?"


"Belum bang. Wong kemarin pas di Jakarta, Oma Gendhis langsung di USG padahal aku sama mas Bayu belum ada sebulan menikah."


"Lha Oma Gendhis kok sudah heboh?" kekeh Zinnia.


"Soalnya Oma Gendhis maunya beliau duluan yang tahu aku hamil. Biar menang gitu dari yang lain" gelak Ajeng saat menanyakan pada Arum soal kenapa ngeyel periksa dirinya.


"Tapi memang kok sekarang sudah semakin canggih. Baru dua Minggu saja sudah keliatan kok" celetuk Zinnia. "Aku saja yang nggak ngeh waktu itu hamil. Soalnya kita sudah beberapa kali kecewa ya Sean?"

__ADS_1


"Hu um. Makanya pas Zee jatuh sampai pendarahan, aku ... kami baru ngeh kalau Zee hamil..."


"Iya Tante. Mommy waktu itu kepleset dan jatuh terduduk... Darahnya banyak..." timpal Arsyanendra. "Aku lihat sendiri."


"Duh Arsya terus gimana? Nangis lihat mommy berdarah?" tanya Ajeng concern.


"Nggak lah! Arsya kok nangis.... Nggak salah kejernya" jawab Arsyanendra cuek membuat Ajeng melongo.


"Haaaaahhh?"


"Itu baru fase awal Jeng. Akan makin banyak yang membuat kamu darting hasil ajaran trio kampret" kekeh Bayu membuat Ajeng menatap Sean dan Zinnia bergantian.


"Yang diucapkan Bayu itu benar Jeng. Itu belum seberapa" sungut Sean yang merasa semakin Arsya besar, semakin rasanya butuh stok sabar semakin banyak menghadapi putra sulungnya yang terlalu merasuk ajaran Oom trio kampret nya.


"Shinichi masih kamu larang masuk Belgia?" tanya Bayu membuat Ajeng terkejut.


Apa? Adik sendiri dilarang masuk? Yang benar saja!


"Masihlah ! Gara-gara aku sempat membuka ijin Shinchan masuk karena ada pertemuan ilmuwan fisika disini, eh tuh anak dengan santainya memberikan 'wejangan' yang membuat Arsya, Avaro dan Alisha semakin berantakan didikan dari Zee" omel Sean.


"Memang apa ajarannya?" tanya Ajeng.


"Sebagai pangeran dan putri, tidak perlu mandi dua kali sehari ... Yang penting mandi sekali dan bau minyak telon sudah cukup. Harus irit air karena bayar air mahal" jawab Zinnia manyun.


Bayu dan Ajeng melongo lalu tertawa terbahak-bahak.


"Astaghfirullah..."


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


***

__ADS_1


Trio Kampret udah END beneran ya gaeeesss


__ADS_2