
Apartemen Bayu dan Ajeng di Manhattan New York
Radeva dan Devan yang baru saja selesai gym, terkejut ketika melihat ada mobil patroli NYPD di depan gedung apartemen Bayu dan Ajeng. Entah kenapa kedua nya punya perasaan bahwa mobil patroli itu berhubungan dengan kakaknya.
Radeva memarkirkan mobilnya di area parkir basement dan kedua pria tampan itu menuju lift dengan kartu khusus yang memang Radeva pegang, selain Gandari. Setibanya di depan unit apartemen Bayu, keduanya mendengar suara kakak iparnya marah-marah.
Radeva dan Devan pun mengetuk pintu, kemudian melihat dua officer polisi berada disana dengan wajah bingung. Salah satu polisi itu mengenali Radeva.
"Radeva !" panggil petugas berdarah Asia itu.
"Lou Nguyen? What the hell are you doing?" Radeva lalu menghampiri pria berdarah Vietnam yang memakai seragam polisi.
"Hei, apa kabar?" Lou dan Radeva saling berpelukan. "Deva, tolong kasih tahu kakak iparmu. Cabut tuntutan ke suaminya... Seriously, ini cuma sebuah Oreo..."
Radeva dan Devan saling berpandangan. "Mbak Ajeng, ada apa? Kok sampai ada polisi?"
"Deva, kamu kenal officer itu ?" tanya Bayu dengan wajah lelah.
"Kenal. Dia Lou Nguyen, teman SMA aku dulu. Tunggu, ini sebenarnya ada apa?" Radeva menatap ke semua orang termasuk officer perempuan partner Lou Nguyen.
"Jadi begini ceritanya Deva. Kakak mu itu kan sedang hamil, dan harus makan Oreo coklat setiap hari paling tidak dua keping. Tapi tadi tinggal dua keping terakhir dimakan oleh Mr O'Grady. Dan Mrs O'Grady ngamuk lah lalu telepon 911..." papar Lou Nguyen membuat Radeva dan Devan melongo.
"Hanya gara-gara Oreo?" ucap Devan tidak percaya.
"Bukan hanya gara-gara Oreo Devaaaannn! Mbak Ajeng kehabisan stok dan baru datang besok kiriman nya !" bentak Ajeng judes.
"Ya mas Bayu ke store depan lah beliin Oreo nya" ucap Radeva.
"Masalahnya, Ajeng nggak mau ditinggal tapi maij telepon polisi ... " jawab Bayu membuat kedua adiknya tepok jidat.
"Sudah gini saja, aku yang belikan ! Oreo coklat kan? Mbak Ajeng tarik tuntutan ke Mas Bayu. Kocak deh kalian itu !" Devan pun pergi keluar membelikan Oreo coklat yang jadi sumber gegeran banyak orang.
"Lou, anggap saja false alarm ya. Nanti aku urus di kantor mu" ucap Radeva. "Kamu tahu sendiri kan ibu hamil sering ajaib."
"Baiklah. Mrs O'Grady, tolong emosinya dikontrol ya. Mr O'Grady, please, jangan bikin bumil ngamuk. Okay?" senyum Lou Nguyen.
"Apa yang akan kita laporkan, Nguyen ?" tanya partnernya.
__ADS_1
"Kesalahpahaman dalam rumah tangga dan sudah diselesaikan dengan baik" jawab Lou Nguyen kalem.
***
Sepeninggal dua officer itu, Radeva menatap judes ke pasangan suami istri yang super absurd dan Membagongkan.
"Seriously mbak Ajeng ! Jangan bikin pusing orang deh ! Oom Chris sampai hubungi aku, tanya apa benar ada petugas NYPD datang ke apartemen mas Bayu." Radeva memperlihatkan pesan dari Chris Bradford.
Bayu menoleh judes ke Ajeng karena sudah membuat ramai dunia persilatan. "Alamat semua orang tahu Jeng, kamu bikin gegeran !"
"Habis mas Bayu udah tahu aku harus ada Oreo coklat, kok ya dimakan !" balas Ajeng tidak mau kalah.
"Kan masih ada stok, Jeng !"
"Habis maaassss... Baru datang besok pagi, aku sudah pesan. Tinggal dua aku eman-eman, malah mbok emplok ( tinggal dua aku jagain, malah kamu makan )!" Wajah Ajeng semakin tambah galak.
"Astaghfirullah... " Bayu memegang pelipisnya. "Semoga besok kalau Aya hamil, nggak macam Ajeng deh Deva... Mengingat kamu juga ada darah Blair !"
Radeva hanya tersenyum smirk. "Semua kan bagaimana suaminya pengerten ( pengertian ) mas. Wis ngerti oreo Wek e mbak Ajeng, kok ya jek disikat lho ( sudah tahu Oreo punyanya mbak Ajeng, kok ya masih diambil )!"
Bayu pun semakin manyun. Tak lama suara ketukan pintu apartemen terdengar, Radeva pun berdiri lalu berjalan ke pintu dan membukanya. Tampak Devan membawa banyak Oreo coklat dan rasa lainnya di dalam tas belanja nya.
"Ampun deh !"
***
Kabar Ajeng menelpon 911 hanya gara-gara Oreo nya dimakan Bayu, membuat ramai generasi keenam. Mereka secara sistematis melakukan ledekan secara durjana ke pria bermata biru itu.
"Ya ampun maaassss... Sudah tahu mbak Ajeng nggak bisa lepas dari oreo coklat, kok ya nekad ngemplok ?" gelak Ken Al Jordan dengan wajah geli.
Para generasi keenam dengan kompak melakukan panggilan video di hari Minggu pagi dan siang sedangkan New York masih malam. Bayu memang belum tidur karena harus menyelesaikan tugas penelitiannya.
"Kamu tuh memang Terlalu !" ejek Luke dengan nada ala Rhoma Irama.
"Emang kok ! Mas Bayu itu terlalu!" timpal Shinichi. "Mbok ya eling, kalau mbak Ajeng nyuruh mas Lisus tidur diluar opo ora rekoso ( apa tidak sengsara)? Sono saja tidur di luar !"
"Kungkaaannggg !" teriak Valentino dan Arkananta. "Udah F-5 tuh !"
__ADS_1
"So ? Masalah gitu ? Mas Bayu disana, aku disini. Tunggu kok macam kata-kata lagu ya..." gumam Shinichi dengan wajah sok imutnya.
"Sekarang Oreo nya sudah datang stocknya ?" tanya Gasendra yang istrinya Gemma juga sedang hamil.
"Sudah."
"Pokoknya kalau mas Bayu mau Oreo, jangan yang menjadi obat enegnya mbak Ajeng" komentar Mamoru.
"Lho Omar nggak ikut?" tanya Pedro yang tidak melihat sahabat dan juga rekan kerjanya dalam panggilan video.
"Nggak, Nadya nggak mau ditinggal - tinggal sama Omar kalau di rumah. Kan anak itu lagi hamil muda juga si Nadya" jawab Nelson.
"Berarti anaknya Bayu, Gasendra, Omar dan Eagle nanti sepantaran ya. Paling tua Arsya, terus Biana, Vicenzo, Rania, Hyde... " gumam Antonio.
"Bang Dante gimana bang Tomat?" tanya Sadawira yang tahu Dante Mancini mengalami kecelakaan berat dari saingan bisnis anggurnya keluarga Ferrara. ( Baca The Emir and The Ordinary Girl ).
"Alhamdulillah sudah membaik kondisinya" jawab Antonio.
"Blaze dan Samuel terbang ke Turin kan?" tanya Pedro.
"Yup, membantu operasi Dante dan Sergio. Sayangnya, kita - kita yang di Italia tidak menemukan bukti langsung bahwa keluarga Ferrara bertanggung jawab atas insiden ini" ucap Michel de Luca.
"Semoga family feud antara Mancini dan Ferrara tidak berlanjut deh" ucap Pahlevi putra Fathir Hassan itu.
"Kayaknya telat deh Vi. Vicenzo sudah bilang akan membalas dendam karena membuat Dante celaka." Luke menatap pria berdarah Turki itu. "Dan meskipun Hyde juga tidak akur dengan Vic kalau ketemu, aku yakin besarnya mereka akan obrak Abrik Italia karena Vic bilang akan membuat orang yang mencelakakan ayahnya mendapatkan ganjaran nya dan Hyde akan menolong Vic."
"Bang, mereka baru tujuh tahun !" celetuk Pahlevi.
"Aku usia segitu sudah menghajar orang di Dojo Kendo yang empat tahun lebih tua dari aku" jawab Luke cuek.
Saudaranya hanya melongo.
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️