My 100th Secretary

My 100th Secretary
Di Mansion Blair


__ADS_3

Sementara Bayu pusing dengan keinginan Gandari, pasangan uwu lainnya berada di gazebo dekat kolam renang yang sudah ditutup dengan penutup tebal selama musim dingin menjelang...


"Jadi belum tertangkap?" tanya Nadya sambil menatap Omar. ( Baca Love and Justice )


"Belum Nad. Dia sangat licin!" jawab Omar.


"Melakukan pembunuhan berantai di lima borough New York, dan sekarang korbannya menjadi sepuluh?" Nadya merasa pening karena kasus pembunuhan berantai akan terus muncul jika pelakunya belum tertangkap. "Apa face recognition di public space tidak menemukan hasil Sayang?"


"Belum sayang. Kalau aku menangkap nya, rasanya ingin aku bunuh dengan tanganku sendiri !"


"Jangan OZ, kamu tidak akan tahu alasan kenapa dia melakukan hal itu" cegah Nadya. "Pasti ada sesuatu yang memicu kenapa seseorang itu membunuh. Tapi aku ingat saat Opa James dulu menjadi pengacara salah satu pembunuh berantai di Tulsa Oklahoma, karena dia hanya mau dibela oleh Opa jadi Opa terpaksa terbang melewati yuridiksi, dia bilang setelah membunuh satu orang, maka semuanya akan mudah."


Omar menatap Nadya dengan wajah horor. "Aku sering tidak habis pikir, ada apa dengan otak mereka!"


"Kalau kata Ogan Abi, itu namanya otak kuwalik atau otak terbalik."


Keduanya menoleh dan tampak Kaia menghampiri pasangan itu.


"Otak kuwalik?" tanya Nadya. "Duh Oma, Ogan Abi kalau cari istilah tuh Yaaaa..."


Kaia tertawa kecil. "Opa Ghani mu dulu lebih parah dari Wira dan Jayde. Kasus mereka lebih kompleks sampai Opamu itu hampir tewas berapa kali." ( Baca The Detective and The Doctor ).


"Ghani itu Ghani Giandra? Mantan kapten NYPD, Mrs O'Grady?" tanya Omar.


"Yup. Oom Ghani, dulu biasa Oma panggil, adalah seorang detektif yang berdedikasi tinggi. Hidupnya lurus dan paling tidak suka ketidakjujuran. Mungkin kalau Mas Bara nggak hilang, Oom Ghani sudah jadi komisaris NYPD dan menjadi orang Indonesia pertama yang menduduki jabatan itu" senyum Kaia. ( Baca Bara dan Arum ).


"Nad, keluarga kamu hebat-hebat lho..." puji Omar.


"Aku juga hebat. Bisa jadi pilot, bisa jadi wanita yang cinta banget sama kamu..." goda Nadya sambil meletakkan kakinya diatas paha Omar membuat pria brewokan itu terkejut.


"Naaaadddd..." tegur Omar merasa tidak enak dilihat Kaia.


"Haaaiissshhh ..." Kaia langsung melempar bantal yang ada di gazebo itu ke wajah usil Nadya.


"Aduuuuhhhh Omaaaa..." rengek Nadya.


"Turun kan kakimu dari paha Omar !" bentak Kaia galak. Nadya pun menurut lalu menurunkan kakinya dari paha Omar.


"Omar Zidane, Oma tahu kamu cinta banget sama Nadya tapi mbok ya jangan terlalu memanjakan anak itu ! Ngelunjak !"


"Baik Mrs O'Grady..." jawab Omar pelan.

__ADS_1


Nadya tersenyum sambil menepuk pipi Omar.


"Ya ampun Omar. Kamu itu agen FBI, bisa tegas dengan penjahat... Kamu harusnya bisa tegas juga dengan Nadya ! Kalau kamu tidak bisa tegas, nanti Nadya semena-mena sama kamu ! Kan kamu akan jadi kepala keluarga!" Kaia menatap gemas ke agen FBI yang tampak kikuk kena omel dirinya.


"Oma, jangan marahi Omar dong..."


"Oma wajib memarahi Omar karena demi kebaikan kalian berdua. Paham?"


Nadya hanya manyun sedangkan Omar melirik kearah gadisnya yang sok merajuk.


"Ya ampun, nggak kamu, Veena dan Raine, sama saja, ngeyelan !"


"Oma, bukannya keturunan Blair soal ngeyel dan keras kepala Numero Uno?" cengir Nadya.


"Kebablasan tahu nggak !"


Nadya terbahak sedangkan Omar tersenyum kecil.


***


Meanwhile...


Ajeng masih asyik berceloteh soal kesibukannya di galeri tempat Gandari menjadi CEO nya sedangkan Bayu hanya menyandarkan kepalanya di kepala sofa karena memikirkan bagaimana sang ibu yang dicintainya, tega memisahkan dirinya dengan gadis kesayangannya.


Sayup-sayup suara Ajeng terdengar setelah tadi Bayu seperti orang pingsan tapi tidak pingsan ( kepiye Kuwi ).


"Ya Ajeng?"


"Pak Bayu baik-baik saja?" tanya Ajeng khawatir melihat wajah pucat Bayu. "Saya ambilkan teh panas ya..." Ajeng hendak berdiri tapi Bayu memegang tangannya.


"Nggak usah Jeng. Kamu di sini saja, sama aku." Bayu menatap Ajeng dengan wajah memelas.


"Pak Bayu sakit?" Wajah Ajeng tampak cemas lalu memegang dahi Bayu. "Nggak anget."


Tiba-tiba Bayu memeluk Ajeng dan menyandarkan kepalanya di dada gadis itu.


"Pak Bayu !" hardik Ajeng.


"Diam Ajeng ! Begini saja dulu."


Ajeng hanya menghela nafas panjang namun tangannya reflek memeluk Bayu. "Pak Bayu kenapa?"

__ADS_1


"Kamu jangan pergi Jeng. Seminggu mataku sepet melihat duo Irish minus akhlak, ditambah salah satu bocil kematian membuat bahan penistaan di aku dan semua pada godain ... Stress aku Jeng..."


"Pak Bayu ini nggak modus kah cari yang empuk-empuk?" selidik Ajeng sebal.


"Well... itu juga. Ternyata dadamu lumayan ju... Addduuuhhh !" Bayu terdorong hingga menubruk ujung sofa. "Ya Ampun Jeng, kamu kok kuat sih dorong aku ?"


"Bikin kempes pak Bayu juga kuat !" balas Ajeng galak.


"Jeng, jangan pergi ya?" rayu Bayu lagi.


"Dengan satu syarat."


"Apa itu sayang?"


"Be a professional! Berarti, kembalilah menjadi pak Bayu yang pertama kali saya kenal, tidak ada panggil sayang, honey, Suga... eh itu anggota BTS, sugar, baby, babe apalagi babeh, No ! Tidak ada kontak fisik sama sekali ! Tidak ada acara suapin macam anak balita ! Tidak ada ...."


Bayu mencium bibir Ajeng. "Anggap saja sudah!"


"Pak Bayu ! Saya serius ini !" hardik Ajeng kesal karena Bayu selalu main cium-cium.


"Aku Yo serius kok Jeng..." Bayu hendak mencium Ajeng lagi tapi kali ini gadis itu lebih siap dan jari telunjuk nya langsung menusuk pinggang Bayu membuat pria itu terkejut dan nyaris terjatuh dari sofa. "Astaghfirullah ! AJENG ! Jangan lakukan itu !"


Ajeng meniup jari telunjuk nya seperti koboi yang meniup asap dari pistolnya.


"Ternyata benar kata Bu Gandari. Cukup tusuk di pinggang maka pak Bayu akan terjengkang..." seringai Ajeng usil.


Bayu menatap judes ke Ajeng. "Awas kamu !"


Ajeng hanya tersenyum manis lalu berdiri meninggalkan Bayu.


"Jeng ! Mau kemana ?" teriak Bayu.


"Cari camilan ! Lapar !" jawab Ajeng sambil ngeloyor masuk ke dalam rumah.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2