My 100th Secretary

My 100th Secretary
Kan Cuma Boleh Weekend


__ADS_3

Ruang Kerja Bayu O'Grady


"Kalian dalam rangka apa kemari?" tanya Bayu ke Gemini dan Michel.


"Ada pameran wine, Bay. Jadi kami datang lah" jawab Michel.


"Bang Dante dan bang tomat nggak datang?" tanya Bayu lagi.


Bang tomat? Ajeng menoleh ke arah Bayu dengan tatapan bingung.


"Antonio Bianchi, Jeng. Biasa dipanggil tomat sama Leia dan Luke Bianchi hanya gara-gara fans berat buah tomat. Tapi kami-kami jadi ikutan manggil begitu" kekeh Gemini.


"Suaminya Deya, kakaknya Devan" terang Bayu.


"Ooohh..." jawab Ajeng. Suara ketukan di pintu, membuat gadis itu berdiri untuk membuka pintu. Tampak dua orang pegawai cafetaria datang membawakan pesanan mereka.


Ajeng meminta untuk meletakkan semua pesanan di meja dan setelah mereka pergi, keempat orang di dalam ruang kerja itu langsung memakan makan siangnya.


"Antonio dan Dante akan datang besok, Bay. Rencananya juga Deya dan Leia akan datang ke New York. Apalagi kan Deya juga kangen kedua orangtuanya" jawab Michel menjawab pertanyaan Bayu.


"Memang pameran dimana? RR's Meal?" tanya Bayu ke Michel.


"Nggak, di Ritz Carlton jadi kami menitipkan Lachlan ke Oma Kristal dan Opa Ashley selama kami masih sibuk" jawab Gemini.


"Bagaimana L?" senyum Bayu. "Apakah ikut Tante Freya?"


"Iya lho mas ! Ya ampun tolong ! Bisa-bisanya ketularan mommy ! Aku curiga gara-gara dia waktu lahir didoktrin mommy kayaknya. Duh tobat deh!" adu Gemini.


"Ikut mommy... Maksudnya gimana ?" tanya Ajeng.


"Aku kasih tahu ya Jeng, mommyku itu Freya Lexington, adalah orang paling punya hobi teraneh di keluarga besar. Dia hobinya jalan-jalan ke tempat berhantu!" jawab Gemini gemas.


"Tapi ibu mertuaku itu memang terbaik kalau kasih hukuman ! Saat Gemini hampir tewas diculik oleh Oom dan Tanteku, mommy memberikan ide untuk menghukum mereka di hutan Aokigahara selama seminggu. Dan mommy mengeluarkan uangnya sendiri demi mengirim mereka kesana" kekeh Michel.


"Aokigahara itu bukannya gunung tempat banyak orang Jepang bunuh diri?" Ajeng menatap Gemini dan Michel bergantian.


"Yup."


"Seminggu kalian taruh disana?" tanya Ajeng.


"Technically, ibu mertuaku yang mengirim mereka ke sana dengan pengawasan gelang kaki ber GPS, tenda untuk berkemah dan persediaan makanan serta air buat dua Minggu" cengir Michel.

__ADS_1


"Lalu? Apa yang terjadi selama Seminggu kemping disana?" tanya Ajeng penasaran.


"Bibiku langsung memutih rambutnya" seringai Michel.


"Nooooo..." Ajeng menutup mulutnya. "Sebegitu menakutkan nya kah?"


"Jeng, disana tempat orang bunuh diri sejak berabad-abad lalu jadi bayangkan roh apa saja yang disana. Roh penasaran... roh yang tidak bisa masuk antara surga dan neraka" senyum Bayu.


"Kayaknya seru ya disana" senyum Ajeng membuat Bayu melongo tidak percaya.


"Apa maksudmu Jeng?" Bayu berusaha berharap agar Ajeng tidak berpikir apa yang dipikirkan.


"Aku selalu penasaran dengan tempat aneh-aneh. Besok kalau aku sudah tidak kerja disini, aku ingin kesana. Ingin tahu seperti apa" cengir Ajeng tanpa beban membuat Bayu melongo.


Michel dan Gemini tertawa terbahak-bahak melihat pasangan di hadapan mereka.


"Gem, sono entrambi molto carini ( mereka berdua sangat lucu )" gelak Michel.


"Mi piace molto osservare le loro interazioni ( aku suka melihat interaksi keduanya )" balas Gemini.


"Ooohh aku sangat suka mendengar bahasa Italia ... Sangat Da Vinci code" celetuk Ajeng membuat Michel dan Gemini melongo.


"Astaghfirullah... Ajeennggg!" gerutu Bayu membuat pasangan de Luca semakin terbahak.


***


"So, kamu dengan mas Bayu?" senyum Gemini dengan menggunakan bahasa Indonesia.


"Yup tapi hanya Weekend" jawab Ajeng.


"Apa? Aku kok tidak yakin dengan kakakku yang panasan dan tidak bisa tanpa modus, Jeng."


"Oh yeah, Pak Bayu penuh dengan kemodusannya!"


Gemini terbahak. "Semoga kamu tabah dengan segala kemodusannya Jeng."


"Sejujurnya, saya takut Mrs De Luca..."


"Gem. Kamu bisa memanggil aku Gem..." potong Gemini. "Kalau saudara kembar ku, panggil saja Mintang, if kalian bertemu. Bedanya, mataku biru, Mintang hijau Jamrud."


"Wah pasti sama cantiknya denganmu Gem" senyum Ajeng.

__ADS_1


"Geminiiii!"


Ajeng dan Gemini menoleh ke arah suara. Tampak Radeva berlari dan segera memeluk Gemini erat.


"Heeiii... Apa kabar?" Gemini memeluk erat Radeva.


"Sama bang Michel?" Radeva celingukan.


"Iya sama Michel. Kamu sendiri? Mana Aya?" tanya Gemini yang tahu Radeva sudah pacaran dengan Ganiya Redford yang biasa dipanggil Aya.


"Aya ya di rumah. Tapi nanti pulang kantor, aku, Aya, Ajeng dan Moru akan ketemuan di RR's Meal" jawab Radeva.


"Duh sayang aku tidak bisa ikut. Harus bertemu banyak klien" senyum Gemini.


"Pameran wine kah?" tanya Radeva.


"Yup."


"Bang Dante dan Bang tomat?" Radeva menoleh ke Ajeng. "Bang Dante itu..."


"Ajeng sudah tahu, Deva" potong Gemini. "Tunggu, kalau kalian bertemu berempat di RR's Meal, bagaimana dengan mas angin sepoi-sepoi?"


Ajeng melongo mendengar panggilan Bayu yang beda lagi.


"Kan mas Twister hanya boleh pacaran weekend, ya harus manut lah! kalau tidak, Ajeng bakalan dikirimkan ke Solo oleh ibu negara !" gelak Radeva.


Gemini menggelengkan kepalanya. "Astaghfirullah... kalian tuh yaaaa... Poor mas Bayu."


***



Introducing Lachlan 'L' Lexington de Luca dewasa


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2