
Presidential Suite St Regis Hotel New York
Bayu dan Ajeng akhirnya tiba di kamar mereka usai menikmati acara penggagalan unboxing ala klan Pratomo. Ajeng tampak lelah apalagi setelah acara pernikahan dan non stop ke acara Membagongkan di Poughkeepsie.
"Aduh mas, aku capek banget..." keluh Ajeng sambil melepaskan sepatunya.
"Sama. Dah ganti baju yang enak, kita tidur" ucap Bayu yang sudah membuka jaket dan kaosnya meninggalkan celana jeans dan sepatunya.
"Mas, kalau bobok nggak pakai baju kah?" tanya Ajeng yang sudah mengambil daster dari kopernya.
"Nggak bisa Jeng. Nggak enak. Macam kamu kalau tidur nggak pakai br@. Biar kulitnya istirahat tho soalnya kan aku pakai jas seharian..." jawab Bayu sambil melepaskan sepatunya. "Kenapa? Geli?"
Ajeng mengangguk. "Bulu di dada yang bikin geli" jawab istrinya.
"Ya udah, besok aku wax, dicabut biar mulus..." goda Bayu membuat Ajeng melongo.
"Hah? Nggilani main wax !" sahut Ajeng sambil ngeloyor ke kamar mandi meninggalkan Bayu yang terbahak.
***
"Aduuuuhhhh enaknya bisa nggeletak" teriak Ajeng sambil merenggangkan tangan dan tubuhnya diatas kasur empuk. Matanya benar-benar tinggal se watt bukan lima Watt lagi. "Sodaranya mas Bayu tuh memang deh ! Acaranya aneh...a....neh...." Tak lama gadis itu terlelap bertepatan dengan Bayu yang keluar dari kamar mandi hanya mengenakan boxer.
Pria itu tersenyum melihat istrinya sudah terlelap dan wajah Ajeng tampak lelah. Perlahan Bayu naik ke atas tempat tidur dan memiringkan tubuhnya sambil menatap Ajeng yang tidur dengan mulut sedikit terbuka.
"Akhirnya nggak ada sita menyita oleh ibu negara ya Jeng. Sudah halal, dan bisa dikeloni seumur hidup." Perlahan Bayu menarik tubuh Ajeng yang memakai daster bewarna hijau lumut mendekat ke dirinya. Gadis itu reflek memeluk tubuh besar Bayu macam guling membuat semua sensor tubuh pria itu berdesir.
Sabar, Bayu... Sabar ...
Bayu mencium pucuk kepala Ajeng dan tak lama dirinya pun menyusul Ajeng ke alam mimpi.
***
Harum kopi dan masakan membuat Ajeng terbangun dan gadis itu mencoba mencari sumber gangguan para kaum cacing di perutnya. Dilihatnya Bayu sedang membuat kopi di meja pantry dan terdapat troli makanan disana.
"Mas Kal-el... Ini jam berapa?" tanya Ajeng sambil mengantuk tanpa menyadari Bayu sedang menahan gejolak dirinya melihat daster istrinya yang tampak seksih dengan tali spaghetti.
"Jam setengah dua belas. Kenapa?" tanya Bayu yang masih setia mengenakan boxer, menunjukkan dadanya yang lebar dengan perut kotak-kotak nya.
"Aku lapar... "Ajeng pun turun dan melihat-lihat isi troli makanan dan mulai menatanya di meja makan yang ada di ruang makan suite itu.
"Apaan ini mas?" tanya Ajeng ke Bayu saat melihat makanan yang belum pernah dilihatnya.
__ADS_1
"Escargot."
"Siput? Eeeuuuwww..." Ajeng bergidik.
"Enak lho Jeng." Bayu membawa kopi, juice jeruk, dan dua botol air mineral dalam satu nampan.
"Tapi mas... " Ajeng sedikit geli melihat menu khas Perancis itu.
"Sini aku ambilkan dan dimakan dengan garlic bread" ucap Bayu. Ajeng memperhatikan suaminya mengambil daging siput itu dan diletakkan diatas garlic bread lalu diserahkan ke istrinya.
Ajeng sedikit mengerenyitkan dahinya melihat daging siput diatas roti itu tapi melihat wajah Bayu yang tetap mendorongnya untuk mencicipi, akhirnya Ajeng pun memakannya.
"Mirip kerang, Jeng" senyum Bayu sambil ikut makan. Dia memang sengaja memesankan makanan yang belum pernah dimakan Ajeng.
"Enak rupanya..." gumam Ajeng. "Ini apa?"
Dengan sabar Bayu menerangkan menu makanan dari berbagai negara dan Ajeng pun tampak semangat mencicipinya apalagi perutnya juga lapar.
"Kita nanti honeymoon keliling keluarga Jeng. Pertama kita Queensland Australia tempatnya Oom Fathir dan Pahlevi. Trus kita ke Bali, ke Solo untuk urus rumah kamu. Habis urusan di Solo selesai, kita ke Jogjakarta dan Semarang gimana? Lewat darat saja, itung-itung adventure. Terus kita bablas ke Jakarta. Habis dari Jakarta, kita ke Tokyo. Puas disana, kita ke Dubai lanjut London dan Manchester lalu balik ke New York. Bagaimana?" Bayu menatap Ajeng yang melongo. "Jeng?"
"Aku kok sudah ngeces membayangkan makanan Solo, Semarang dan Jogja ya mas..." ucap Ajeng sambil mengusap ujung bibirnya dengan punggung tangannya.
"Hah? Yang kamu pikir malah makanan di Joglo Semar?" Bayu menepuk jidatnya. "Owalaahhh istriku... istriku..."
***
"Yang lain pada belum bangun?" tanya Ajeng sambil tiduran berbantalkan bahu suaminya.
"Mana aku tahu..." jawab Bayu yang melihat berita di ponselnya yang memberitakan pernikahan dirinya dan Ajeng.
"Mas Kal-el narsis banget sih ! Berita sendiri dibaca.." kekeh Ajeng melihat ponsel Bayu.
"Biarin lah..." suara notifikasi grup chat berbunyi. Tampak disana ada pesan masuk dari Luke yang mengatakan nanti malam akan ada acara makan malam bersama dengan semua generasi keenam bersama pasangannya di RR's Meal yang sudah dibooking oleh mereka.
"Nanti malam kita kumpul-kumpul bareng ya mas? Sudah pada mau pulang besok?" tanya Ajeng sambil menatap Bayu.
"Kayaknya..." Bayu meletakkan ponselnya yang sudah dimatikan diatas nakas dan menatap Ajeng. "Jeng..."
Ajeng membalas tatapan Bayu. "Mas Kal-el ... Mau sekarang?"
"Boleh kah?"
__ADS_1
Ajeng mengangguk dan Bayu langsung mencium bibir istrinya yang semula lembut tapi lama kelamaan menjadi panas. Bayu menin*dih tubuh Ajeng yang mengalungkan tangannya ke leher kokoh suaminya.
Bayu menurunkan tali spaghetti daster Ajeng dan meloloskan kain batik itu hingga menunjukkan tubuh polos istrinya.
Mata biru pria itu terbelalak karena dibalik daster hijaunya, Ajeng tidak mengenakan apapun.
"Kan bakalan dicopot juga jadi sekalian lah.. Tadi habis mandi aku cuma pakai daster saja ..." senyum Ajeng membuat Bayu tersenyum senang.
"Aku suka gayamu Mrs O'Grady" ucap Bayu yang semakin bersemangat lalu mulai mencum*Bu istrinya. Suara desa*Han Ajeng lolos terdengar di telinga Bayu. Pria itu lalu melepaskan boxernya dan wajah Ajeng tampak memerah melihat milik Bayu yang sudah sempurna minta dipuaskan.
"Aku akan perlahan Jeng..." bisik Bayu di sisi telinga Ajeng yang hanya mengangguk. Gai*rah calon mantan gadis itu semakin memuncak ketika Bayu semakin panas menggoda dirinya dan Ajeng merasakan dibawahnya terasa basah.
Bayu melihat wajah istrinya yang semakin sayu dan tampak terang*sang, bersiap memasukkan miliknya. Perlahan pria itu mulai mencoba menembus penghalang yang berada di dalam milik Ajeng. Merasakan benda asing masuk ke dalam tubuhnya, membuat Ajeng terkesiap.
"Mas..." ucap Ajeng tertahan namun setelahnya gadis itu mendesis kesakitan saat sesuatu mengoyak miliknya. "Oh God... "
"Maaf Jeng... Aku bergerak perlahan..." Bayu semakin dalam menghujam miliknya dan perlahan pinggulnya bergerak maju mundur membuat Ajeng mengeluarkan suara yang mendengar nya pasti semakin horny.
"Mas..."
"Ya?" Bayu masih berkonsentrasi merasakan sensasi yang sangat nikmat.
"Aku mau... Oh shiiitttt !" umpat Ajeng membuat Bayu tersenyum smirk.
"Aku suka kalau kamu berbicara dirty..." kekeh Bayu yang tahu Ajeng sudah mendapatkan yang pertama.
Ajeng terengah-engah antara sakit tapi nikmat... Lebih banyak nikmatnya sih sebenarnya.
"Ya ampun... Rasanya..." Ajeng menatap Bayu.
"Lagi?" Bayu menggerakkan panggulnya lagi tapi kali ini dia membawa Ajeng duduk dipangkuan nya dan mantan gadis yang sudah menjadi wanita itu memekik merasakan sensasi berbeda.
Siang itu menjadi malam... eh siang pertama Bayu dan Ajeng. Dan mereka menghabiskan waktu hingga sore menikmati hubungan suami istri dengan berbagai gaya kama sutra.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️