My 100th Secretary

My 100th Secretary
Dijewer


__ADS_3

Ruang Kerja Bayu O'Grady


Ajeng menatap judes ke Bayu yang tingkat kemodusannya melebihi tingginya gunung Everest. Pria itu memeluk pinggang Ajeng yang duduk di hadapannya dan wajah mereka kini sangat dekat satu sama lain.


Bayu hendak mencium Ajeng tapi gadis itu langsung menahan nya dengan telapak tangannya.


"Jeng!"


"Pak!"


"Apa-apaan kamu tutup mulut aku pakai tangan?"


"Masih kerja Pak Angin Tornado tapi bukan Hengky Tornando ! Mbok ya eling ( ingat lah ), ini masih jam kerja ! Inilah salah satu alasan saya sampai detik ini belum menerima bapak soalnya bapak tidak bisa profesional!"


"Sudah?" Bayu menatap geli ke sekretarisnya.


"Apanya yang sudah?"


"Ngomelnya" jawab Bayu santai.


"Oh my God ! Demi Didi Kempot semoga tidak bangkit dari kubur ! Pak Bayuuu, saya serius ini..."


CUP!


Bayu mencium bibir Ajeng sekilas. "Jangan ngomel - ngomel, mending kamu suapi saya Jeng. Sudah lapar ini..." Mata biru Bayu mengerjap-ngerjap mendrama dan genit membuat Ajeng kesal tingkat provinsi. "Tuh... ada kerutan nya..."


Ajeng memejamkan matanya sambil menghitung sampai sepuluh agar tidak muntab.


"Kamu ngapain Jeng?" tanya Bayu bingung.


"Merapal mantra!"


"Memang kamu merapal mantra apa?"


"Mengirim bapak pulang ke planet Krypton!"


"Lho bukannya planet aku sudah hancur? Bumi lah rumahku sekarang. Eh Jeng, kita bagaikan Clark Kent dan Lois Lane. Cocok kan?" cengir Bayu.


Ajeng membuka matanya lalu mencubit kedua pipi Bayu. "Bapak makan sendiri ya. Saya mau keluar." Ajeng melepaskan cubitannya lalu berdiri.


"Kamu mau kemana Jeng?" tanya Bayu melihat sekretarisnya berjalan ke pintu.


"Beli ice cream! Otak saya panas!" sahut Ajeng judes sambil membuka pintu ruang kerja Bayu lalu menutupnya dengan sedikit keras.


Bayu tertawa terbahak-bahak melihat sekretarisnya marah. "Kamu kalau marah lucu Jeng. Pasti yang kamu ucapkan di luar prediksi dan perkiraan."


Entah kenapa Bayu semakin senang melihat Ajeng manyun karena baginya sangat menggemaskan.


***


Cafetaria PRC Group

__ADS_1


Ajeng langsung membeli es krim ukuran pint demi mendinginkan otak dan hatinya yang jengkel dengan sikap seenaknya Bossnya. Inilah yang ditakutkan Ajeng karena Bayu tidak bisa profesional seperti dirinya!


"Dasar manusia Krypton! Opo ya kudu diruqyah Ben ora modus bin meshum ( Apa ya kudu diruqyah biar kagak modus bin meshum )? Sitik-sitik cium, sitik-sitik cium ( Dikit-dikit cium, dikit-dikit cium )... Ampun deh!" Ajeng memasukkan satu sendok besar es krim. Ajeng sengaja ngomel-ngomel dengan bahasa Jawa biar tidak ada yang tahu dia omongin siapa.


"Kamu nggak balik ke meja?"


Ajeng mendongakkan wajahnya dan melihat Radeva berdiri di sebelahnya.


"Pak Radeva ... Masih membuat adem otak dan hati."


"Mas Bayu?" cengir Radeva yang duduk di hadapan Ajeng sambil meletakkan nampan berisikan makan siangnya.


"Siapa lagi?" jawab Ajeng sambil manyun.


"Apalagi ulah angin topan itu?" kekeh Radeva sambil memakan steak nya.


"Benar-benar tidak bisa profesional, pak! Saya sudah bilang kalau memang ingin memiliki hubungan, di kantor harus profesional ! Tapi pak Bayu tidak bisa profesional! Saya kan gemas pak !" adu Ajeng sambil memasukkan es krim lagi ke dalam mulutnya.


"Jeng, Mas Bayu memang begitu. Dia bukan tipe orang yang gampang jatuh cinta tapi begitu dia merasakannya, dia akan berusaha untuk selalu dekat orang yang sangat dicintainya. Mungkin buat kamu tidak nyaman, tapi itulah mas Bayu. Coba kamu bicarakan lagi deh sama manusia Twister itu. Kalau perlu gunakan ancaman!" cengir Radeva.


"Pak Radeva..."


"Apa?"


"Apa bapak tidak kapok kena hukuman membersihkan kolam renang?" seringai Ajeng.


"Haaaiissshhh ! Malah kamu ingatkan pulak!" sungut Radeva sambil makan.


***


Ruang Kerja Bayu O'Grady


"Kamu dimana?" tanya Bayu saat Ajeng menjawab panggilan nya.


"Masih di cafetaria bersama pak Radeva" jawab Ajeng apa adanya.


"Kamu tidak mau menemani aku makan siang tapi malah makan bersama Radeva ?" hardik Bayu sambil masuk ke dalam ruangannya.


"Technically, saya makan es krim buat mendinginkan emosi saya. Pak Radeva baru turun makan siang dan menghampiri saya yang sedang makan es krim. Jadi saya tidak menemani Pak Radeva. Pak Radeva lah yang menemani saya" papar Ajeng mencoba menjelaskan karena tahu Bayu pasti akan memeriksa CCTV.


"Balik kamu Jeng!" bentak Bayu.


"Baik Pak!" balas Ajeng sedikit keras membuat Bayu terkejut.


Lho kok jadi dia yang marah? Harusnya aku yang marah dong! Pacarku malah makan siang eh makan es krim bersama adikku? Bayu mondar mandir di ruangannya dengan perasaan kesal. Iiissshh!


***


Ajeng pun langsung kembali ke lantai 15 dan bergegas menuju ruang kerja Bayu. Beruntung hari ini tidak ada klien atau kolega yang meminta bertemu dengan Bayu jadi Ajeng bisa sedikit bebas.


Ajeng mengetuk pintu lalu membuka pintu ruang kerja Bayu dan masuk ke dalam. Gadis itu melihat Bossnya dalam mode Twister F-3 karena dirinya merasakan hawa dingin meskipun pengaruh musim gugur yang hendak masuk ke musim dingin.

__ADS_1


"Ya pak Bayu ? Ada apa?" tanya Ajeng dingin.


"Kamu itu ! Kenapa tidak mau menemani saya makan siang?"


"Kalau model makan siangnya macam saya harus menyuapi balita, maaf pak Bayu saya tidak mau. Pak, saya tahu bapak sayang sama saya tapi saya mohon, kita itu masih di kantor. Saya hanya meminta kita bersikap profesional seperti biasanya jangan seperti tadi pak..."


"Macam apa? Apa salah jika saya memeluk calon istriku?" Bayu berjalan mendekati Ajeng.


"Pak Bayuuu... Astaghfirullah... Pak, saya minta dengan sangat dan hormat, tolong bapak jangan kontak fisik dengan saya. Kan saya sudah bilang..."


Bayu menarik tubuh Ajeng dan memeluknya. "Kontak fisik macam ini?"


"Pak Bayuuu..."


"Atau macam ini..." Bayu menunduk dan mencium bibir Ajeng lembut hingga berubah menjadi panas.


"Astaghfirullah! Bayu!"


Bayu melepaskan pagu*tannya dan menyembunyikan wajah Ajeng di dadanya lalu menoleh kearah suara.


"MOM?"


***


Ajeng hanya bisa meringis melihat Bayu tidak berkutik kena jewer sang ibu, Gandari. Pria bertubuh tinggi besar itu sekarang hanya bisa pasrah panas telinganya.


"Kamu itu ya! Ini masih jam kantor! Bisa - bisanya main cium Ajeng! Kalau Ajeng pingsan lagi gimana !" omel Gandari galak.


"Mom, Ajeng mungkin bakalan pingsan lihat calon mertua galaknya tingkat galaxy... Aduuuuhhhh duh duh !" teriak Bayu saat ibunya semakin durjana menjewer telinganya.


"Ajeng !"


"Ya Bu Gandari?" cicit Ajeng yang tampak pucat melihat wajah garang Ibu Bayu itu.


"Kamu itu harusnya menolak dicium Bayu ! Saya tahu kamu tidak bisa beladiri tapi setidaknya kamu marah sama Bayu !"


Ajeng menunduk.


"Mom, Ajeng juga balas ciuman aku..."


"Diam kamu! Ajeng, jangan terlalu permisif sama anak angin ini ! Besok lagi, tusuk pinggangnya! Oke?" Gandari menatap tajam tapi ada kelembutan ke Ajeng.


"Baik Bu Gandari."


Bayu pun manyun. Kenapa dikasih tahu kelemahan aku itu di pinggang sih mom?


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2