My 100th Secretary

My 100th Secretary
Gedhe Ambeg versi Another Blair


__ADS_3

Kastil McCloud Pinggiran Kota London...


Ajeng akhirnya bisa bertemu dengan Arjuna dan Sekar McCloud beserta Aidan dan Thara. Keempat Opa dan Oma yang jarang ikut acara pernikahan karena faktor usia itu, tampak welcome menyambut Ajeng yang datang bersama Bayu.


"Akhirnya ketemu langsung ya Jeng, setelah biasanya kami melihatmu dari layar tv live streaming" senyum Sekar sambil memeluk Ajeng. "Opo maneh aku biyen Urip Ning Solo, Wis tambah seneng ketambahan wong Solo meneh ( Apalagi dulu aku tinggal di Solo, tambah senang ada orang Solo lagi )." ( Baca Bonchap Elang Untuk Rain ).


"Lho Oma Sekar dulu di Solo?" tanya Ajeng antusias.


"Sekar dulu guru bimbingan konseling di sebuah SMA di Solo, Jeng. Makanya pas Kaia cerita kalau Bayu pacaran dengan gadis Solo, Sekar yang paling antusias" kekeh Arjuna, opa yang masih terlihat tampan meskipun sudah usia lanjut.


"Owalaahhh..." senyum Ajeng.


"Bulan depan katanya kalian mau lamaran dan menikah?" tanya Aidan Blair.


"Njih Opa Ai, insyaallah saya dan mas Bayu mau menikah usai kontrak kerja saya di PRC Group selesai."


"Wah, Ai, kudu ke New York nih kita. Jadi penasaran si Bayu kayak apa acara pernikahan nya." Arjuna menatap Aidan serius.


"Boleh tuh mas Juna. Kita ke New York bulan depan ... Lagipula, aku sudah kangen lihat RR's Meal disana."


Ajeng tampak senang mendengar keempat Opa dan Oma Bayu akan datang ke New York.


"Pacarnya Deva nggak ikut ya Jeng?" tanya Thara, istri Aidan Blair.


"Dik Aya? Nggak Oma. Dik Aya baru keterima kerja di museum New York sebagai art keeper. Masih heboh-heboh nya bekerja." Ajeng memang mengetahui kalau Ganiya Redford, pacar Radeva, diterima bekerja museum National New York.


"Jadi ingat Oma Yuna, ya Ai. Dulu pekerjaannya dari museum ke museum" celetuk Arjuna ke Aidan.


"Oma buyutnya Bayu itu seorang kurator Jeng, dan pekerjaannya memang dari museum ke museum. Dan gara-gara pekerjaannya itu jadi ketemu Opa Edward deh. Dulu memeriksa lukisannya Edward Degas kalau tidak salah" papar Aidan.


"Sekarang lukisannya dimana Opa?" tanya Ajeng.


"Ada di ruang kerja Rhett di mansion Blair."


"Aku ingat dulu Oma Yuna suka melukis dan lukisannya juga bagus-bagus. Apalagi yang menggambarkan Oma dan Daddy Duncan." Aidan tampak sendu bila mengingat anggota keluarganya yang sudah tiada.

__ADS_1


Thara memegang tangan Aidan, tahu bahwa suaminya selalu merindukan ayah dan ibunya serta opa dan omanya juga Ogan dan Necannya. Thara memang tidak pernah bertemu langsung dengan Edward, Yuna, Abimanyu dan Dara tapi dilihat dari rekaman video keluarga, dia bisa melihat bagaimana hubungan besan yang sekilas tampak tidak akur tapi terlihat bahwa Edward dan Abi saling care satu sama lain. ( Baca Menikahi Suami Sahabat ku, My Rey, The Detective and The Doctor, Guruku Bar-bar Sekali ).


"Terus rencananya mau adat apa Jeng? Adat Jawa?" tanya Sekar antusias.


"Pengennya sih Oma Sekar tapi mas Bayu tidak mau pakai beskap. Katanya nggak mau kayak Arka sampai pingsan terus dibilang kena sawan manten sama Shinichi..."


Keempat orang disana melongo. "Astaghfirullah, anaknya Fayza itu ya. Hobinya kok bikin wong emosi" ucap Aidan sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku ya gumun ( heran ), padahal Fay dan Hideo itu nggak ada potongan receh lho macam Bima atau Hoshi, kok bisa punya anak macam Shinichi" gumam Arjuna.


"Fayza kan yang diingat Bima jadi wajar kalau anaknya ketularan recehnya Bima" kekeh Thara. ( Baca Love and Revenge of Mr Mafia ).


"Tapi lebih parah dari Valentino yang memang keturunannya Oom Eiji. Kita semua tahu kan Oom Eiji memang kompor bleduk receh nggak jelas." Aidan menatap semuanya.


"Tapi memang cocok begitu, soalnya Hideo kan kaku banget, dikasih anak receh, yang ada ngelus dada terus" gelak Sekar. ( Baca The Story of Three Brothers ).


"Shinichi memang kocak kok" senyum Ajeng.


***


Bayu membiarkan Ajeng mengobrol dengan keempat Opa dan Omanya, sedangkan dirinya memilih mengobrol dengan Nadya dan Radeva yang sedang heboh soal pencurian... ralat ... perampokan uang milik Opa Inggrid dari perusahaan berliannya.


"Iya, makanya Daddy di London lama. Grandpa Simon meminta sendiri Daddy yang menjadi pengacaranya untuk mengambil kembali uang yang diambil oleh empat tersangka itu selama lima tahun terakhir ini" jawab Nadya menjawab pertanyaan Radeva.


"Kok bisa nggak ketahuan sih Nad?" tanya Bayu.


"Jadi si Bryce itu rapih mas mainnya. Diambilnya tidak setiap bulan dengan jumlah acak dan ada bukti cek tersilap atau transaksi belum dimasukkan jadi seperti salah kalkulasi. Apalagi yang buat ledgernya si Bryce sendiri yang dipercayai Oom Stephan dan Tante Gabriella" jawab Nadya.


"Benar yang diamb £35 juta?" tanya Radeva.


"Nope. Daddy dan Oom Taufan serta Jayde, membongkar pembukuan Bryce dari lima tahun lalu dan ternyata menyentuh di angka £500 juta."


"Waaaahhhh... Sumbut lah uang segitu jadi dalam satu tahun, £100 juta melayang dari Weston Diamond Ltd " ucap Bayu.


"Itu dari ledgernya Bryce yang membuat dua pembukuan supaya dia ingat ambil berapa. Dari situ, uangnya dilipatgandakan lagi oleh mereka di saham dan kripto hingga menembus angka £1 Miliar."

__ADS_1


Bayu dan Radeva melongo. "Gilaaakkk !"


"Sekarang Grandpa Simon menuntut pengembalian uang yang mereka pakai, dua kali lipat! Dan meskipun menteri perdagangan masih ada hubungan keluarga dengan Tante Medeline, sang Ratu tutup mata. Baginya, itu kesalahan terbesar perdana menteri Weasley mengangkat orang serakah macam menteri Drake !" Nadya tersenyum puas.


"Itu baru kejahatan white collar belum kejahatan pidana berupa pembunuhan dua agen MI6 yang tewas misterius saat menyelidiki kasus Drake Gate ini."


Ketiga orang itu menoleh dan melihat Jayde berdiri di belakang Radeva dan Bayu bersama dengan Inggrid.


"Mereka berani membunuh agen MI6?" Radeva menatap Jayde tidak percaya.


"Itu yang masih diselidiki Scotland Yard karena minimnya barang bukti tapi kami tidak menyerah." Jayde menatap semua saudaranya.


"So, mas Bayu, katanya mau menikah dengan Ajeng bulan Juni?" tanya Inggrid.


"Yup. Insyaallah Juni bulan depan bertepatan ulang tahun Ajeng ke 25, kami akan menikah."


"Pakai internasional kan?" tanya Jayde.


"Ajeng pengennya pakai adat Jawa tapi yang benar saja ... Aku? Pakai beskap?" Bayu menatap adik-adiknya.


"Mas, pertama kalau kamu pakai beskap, bakalan sumpek mengingat kamu badannya besar. Kedua, penjahit di New York juga kesulitan nanti. Ketiga, yakin bisa jalan pakai jarik? Keempat, tar kalau pingsan macam Arka, Shinchan bakalan heboh bilang 'Sawan Manten'. Lagian ya mas, butuh sepuluh orang buat gotong elu kalau geblak ! Kan repot ! Sudah pada pakai jas, masih juga kudu gotong manusia sebesar Gaban !" Radeva menghitung kelemahan Bayu dengan jari tangannya tanpa melihat wajah kakaknya yang sudah merah padam jengkel.


Nadya yang tahu kalau Bayu kesal, buru - buru memeluk kakaknya. "Jangan gelut, jangan gelut..."


"Deva, kamu mau aku suruh bersihin istal kastil?" ancam Bayu sebal.


"Lha itu faktanya mas. Jangan dibantah !" jawab Radeva tanpa beban.


"Hadeehhh... Lihat mas Bayu begini, macam Radhi saja. Sama-sama Gedhe ambeg !" gerutu Jayde. "Dasar keturunan Blair dan Giandra !"


****


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2