My 100th Secretary

My 100th Secretary
Gandari O'Grady


__ADS_3

Apartemen Ajeng di Soho New York


"Ada apa pak Bayu? Kok nggak kembali ke rumah?" tanya Ajeng dengan tanpa memberikan ijin Bayu ke dalam apartemennya.


"Cuma mau kasih ini." Bayu memberikan kantong dengan merk coklat terkenal.


Ajeng menerima kantong itu dan membuka isinya. "Pak Bayu, ini banyak sekali. Saya harus buka counter coklat gitu?"


"Itu buat kamu semua."


"Terimakasih pak Bayu. Tapi sekali lagi, ini banyak sekali pak. Bapak meminta saya untuk jualan, terapi emosi dengan memakan coklat atau membuat saya gemuk? Saya tahu pak kalau saya termasuk langsing tapi ya masa saya segitu kurusnya hingga diberikan coklat berbagai macam merek dan rasa?" cerocos Ajeng. "Lagipula pak, saya alergi coklat." Ajeng menatap Bayu dengan wajah serius membuat Bayu melongo.


"Kamu alergi coklat?" Bayu langsung merasa bersalah membelikan coklat banyak sekali tapi malah membahayakan keselamatan sekretaris nya.


"Kalau sedikit alergi pak, tapi kalau banyak, mahal dan gratis, hilang alergi saya pak" jawab Ajeng kalem yang membuat Bayu rasanya ingin mencekik gadis yang memasang wajah polos di hadapannya.


"Habiskan semuanya!" perintah Bayu dengan suara menahan amarah.


"Lha pak Bayu, yang benar saja pak!"


"Saya tidak perduli bagaimana caramu! Harus dihabiskan! Bukan untuk dipajang, disimpan di kulkas, dipandangi atau kamu pakai buat cari wangsit macam bakar kemenyan!"


"Pak, setan mana yang bakalan datang buat nyantet orang kalau saya bakar pakai coklat? Yang ada malah ngajak nonton film horor Indonesia sambil makan popcorn dikasih saus coklat... Addduuuhhh!" Ajeng memegang keningnya yang kena slentik Bayu. "Nggak pak Bayu, nggak Pak Radeva, kenapa sih suka banget slentik dahi saya? Kalau nonong gimana?"


Bayu menatap gemas sekretarisnya. "Dahimu nggak bakalan nonong soalnya sudah nonong! Sudah, kamu bawa masuk tuh coklatnya! Sana istirahat!"


"Terimakasih pak Bayu." Ajeng tersenyum manis ke Bayu lalu kembali ke dalam apartemennya.


Pria bertubuh tinggi besar itu pun menunggu sampai Ajeng mengunci pintu apartemennya, baru setelah merasa aman, Bayu menuju lift dan kembali ke apartemen.


***


PRC Group Building Manhattan New York Senin

__ADS_1


Para rekan Ajeng di lantai 15 langsung heboh ketika Bayu membagikan banyak coklat untuk semua orang disana. Ajeng pun ikut senang melihat para teman satu lantainya tampak bahagia mendapatkan hadiah sederhana itu.


"Mr O'Grady jarang membawakan oleh-oleh, Jeng. Tapi sekalinya bawa langsung yang enak-enak!" komentar Alesha yang mampir ke meja Ajeng sambil menunjukkan coklat yang didapatnya.


"Iya kah?"


"Iya. Waktu sepupunya menikah di Jepang, kami diberikan kimono terbaik."


"Dan kali ini coklat karena Mr O'Grady datang dari Belgia dimana coklat terbaik dari sana" senyum Ajeng.


"Eh Jeng, kamu lihat di tv acara gosip tentang pernikahan saudara Mr O'Grady? Ya ampun, keluarga mereka tidak ada yang jelek ya. Dan suami nona Gemintang, cakep lho untuk ukuran pria India. Aku tidak masalah jika mendapatkan pria India bukan Indian asal wujudnya seperti itu" kekeh Alesha yang memiliki darah Indian.


"Really, Alesha? Hanya beda ada N atau tidak di belakangnya tapi tampaknya cukup sulit mendapatkan pria tampan seperti suami nona Gemintang" senyum Ajeng.


Kedua gadis itu berhenti berghibah in the morning ketika lift khusus berbunyi dan tampak Bayu keluar usai bertemu dengan ayahnya, Abiyasa O'Grady.


"Aku tinggal dulu ya Jeng. Makan siang bersama nanti?" Alesha mengedipkan sebelah matanya.


"Sure!" senyum Ajeng.


"Anytime Alesha" balas Bayu.


"Saya permisi dulu." Alesha pun berjalan menuju ruangannya dan Bayu pun berjalan menuju meja Ajeng.


"Jeng, good job" puji Bayu yang membawa berkas-berkas yang dikerjakan Ajeng sebelumnya.


"Sudah menjadi tugas saya, Pak Bayu" jawab Ajeng sopan.


"Ya sudah. Kamu bekerja seperti biasa, saya juga harus menyelesaikan penelitian saya dulu." Bayu pun membuka pintu ruang kerjanya dan masuk ke dalam.


Ajeng pun mulai bekerja untuk memberikan list pertemuan Bayu dengan para rekan bisnis dan koleganya. Gadis itu sudah menyiapkan semuanya dalam map tebal yang nantinya semua akan meminta approval dari Bayu.


Sesaat sebelum Ajeng menuju ruang kerja Bayu, suara lift khusus berbunyi membuat Ajeng menoleh. Tak lama keluar lah seorang wanita cantik khas Indonesia dengan dandanan chich dan rambut hitamnya yang tergerai.

__ADS_1


Langkahnya yang anggun, membuat Ajeng tidak dapat mengalihkan pandangannya saat wanita cantik itu datang menghampiri dirinya.



Gandari O'Grady


"Good morning, ma'am. What can I do for you ( apa yang bisa saya lakukan untuk anda ). Do you want to see Mr O'Grady ( anda hendak bertemu dengan tuan O'Grady )?" tanya Ajeng sopan.


"Stop the chit chat, Ajeng. Saya tahu kamu bisa bahasa Indonesia" ujar wanita cantik itu. "Dimana anakku yang hobinya menjadi Twister?"


Ajeng melongo. "Mrs O'Grady?" bisik Ajeng.


"Ya. Jadi kamu yang bernama Ajeng Pratiwi, sekretaris putraku." Gandari mengamati Ajeng dari ujung rambut hingga batas pinggang karena kaki gadis itu terhalang meja kerjanya.


"Yes Mrs O'Grady. Saya hubungi pak Bayu ya Bu." Ajeng pun menelpon Bayu untuk memberitahukan bahwa ibunya datang.


Suara pintu ruang kerja Bayu yang dibuka kasar, membuat kedua wanita itu menoleh.


"Mom! Ngapain kemari?" tanya Bayu bingung.


"Kamu bisa nggak sih buka pintunya pelan-pelan?" tegur Gandari dengan bahasa Indonesia. "Rusak terus piyeee ( gimana )?"


Ajeng melongo mendengar Omelan khas emak-emak. Mas Kal-el kedatangan emaknya dari Krypton!


Bayu hanya cemberut lalu menarik tangan Gandari dan masuk ke dalam ruangan nya lalu menutup pintu.


Ajeng pun duduk kembali. Jadi itu yang namanya Bu Gandari O'Grady. Cantik!


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2