
RR's Meal Hell's Kitchen New York
Giordano menatap judes ke semua kakak-kakak nya yang sudah menikah karena seolah melupakan kalau masih ada dirinya, Remy dan Mamoru yang masih sekolah.
"Bang, mas... Apa kalian lupa masih ada anak di bawah 18 tahun disini?" protes Giordano yang disetujui oleh Mamoru Hamilton dan Remy Giandra.
"Lah lupa... Ah bodo amat lah! Kalian juga sebentar lagi juga dewasa" sahut Antonio Bianchi cuek.
Giordano hanya melengos mendengar ucapan asal suami Savrinadeya itu.
Giordano Jang Smith.
"Ampun deh Tuhan ku" ucapnya sambil manyun. Remy dan Mamoru hanya menepuk bahu sepupunya itu.
"Ngomong-ngomong, Omar, kamu jadi menikah dengan Nadya besok Agustus?" tanya Gasendra.
"Insyaallah... Tapi Nadya maunya simple dan tidak mewah" jawab Omar.
"Tapi nggak mungkin lah kan Oom Travis relasinya banyak. Kalian mau model Mafioso Milan ini? Tidak akan terjadi, cicit canggahnya Cleopatra" sahut Shinichi.
"Cicit canggah?" kekeh Valentino dan Arkananta. "Memang berapa generasi Kungkang?"
"Itung saja sendiri !" sahut Shinichi cuek.
"Kalian bicara apa sih?" tanya Alexis.
"Pohon silsilah keturunan. Aku yakin kalau Agen FBI satu ini adalah keturunan Cleopatra" jawab Shinichi.
"Bagaimana bisa kamu tahu?" kekeh Romeo yang sudah hapal pola pikir Shinichi yang sering di luar nalar.
"Siapa dari kalian yang membaca Asterix and Cleopatra?" tanya Shinichi.
Hampir semua pria-pria disana mengacungkan tangannya.
"Ingat apa kata Panoramix dukun Galia saat melihat Cleopatra. Sebuah hidung kawan... sebuah hidung... Dan sekarang lihat bagaimana hidung bang Omar dari samping."
Semua orang menatap Omar. "Whaaaatttt?" Omar menatap ke semua calon iparnya.
"Yup, dia keturunan Cleopatra" gumam semua orang membuat Omar menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Oke Omar dan Nadya besok Agustus atau September. Habis itu siapa?" Luke menatap semua orang.
"Kalila mungkin. Kan dia sudah dijodohkan atau Nelson dan Marisol?" Bayu menatap sepupu nya.
"Ngomong-ngomong bagaimana kasus Simon Weston?" tanya Sadawira.
"Benar-benar pemiskinan total. Grandpa nya Inggrid lebih mafia dari kalian. Sampai penny terakhir pun diminta !" gelak Nelson. "Jadi si Drake sudah dipenjara, semua hartanya diminta oleh Mr Weston."
"Tapi tidak hanya Drake, semua orang yang terlibat dimiskinkan" sambung Jayde. "Meskipun Drake masih ada kekerabatan dengan Ratu Medeline, bukan berarti dia juga membela. Seperti yang aku quotes dari Ratu Medeline 'i don't care you're a family but you already disgrace the family and you have take the responsibility ( aku tidak perduli kamu keluarga tapi kamu sudah mempermalukan keluarga dan kamu harus bertanggungjawab )'. Dan keduanya balik badan semua."
"Itu yang menyakitkan dibuang oleh keluarga tapi kesalahannya memang keterlaluan" ucap Luke. "Oh selamat datang Kai Tarrant yang pacarnya Yvonne Al Jordan Rogers. Agen NCIS ?"
"Yes. Aku bertugas di Hawaii dan bertemu dengan Yvonne disana" senyum Kai yang kulitnya gelap sesuai dengan rasnya dari suku Maori dan Samoa.
"Sudah siap menjadi imam Yvonne?" tanya Dante.
"Masih tahap belajar. Aku tahu di keluarga kalian memang ada aturan tidak tertulis dan bagiku selama bukan atheis, aku tidak masalah" jawab Kai.
"Keluarga kita memang gado-gado. Pengusaha, jelas. Dokter, jelas. Ketambahan ilmuwan tidak jelas..." Luke melirik ke arah Shinichi yang hanya memasang wajah datar. "Ketambahan Yakuza, Mafioso, pengacara, agen FBI, agen NCIS ... Benar-benar deh. Tapi boys, jika ada gesekan antara kita dengan kalian law enforcement, selama itu bukan hal yang prinsipil, kita tidak ada masalah. Tapi jika salah satu dari kita macam si Drake dan harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, kita harus terima. Oke?"
"Deal" jawab semua pria disana.
"Radhi, kabarnya kamu masih ribut dengan Charles McGregor?" tanya Alessandro.
"Blair dan McGregor sudah berapa lama tidak saling berkomunikasi?" tanya Radyta Yung.
"Mungkin orang tua kami masih, tapi anak-anaknya nggak" jawab Radhi.
"So, besok kita semua pulang ke kota dan negara masing-masing. Bayu, kapan kamu ke Queensland?" tanya Michel de Luca.
"Dua Minggu lagi sepertinya. Aku selesaikan pekerjaan aku dulu sebelum nanti dihandle Doogie dan Hunter" jawab Bayu.
"Lho kalian berdua saja?" celetuk Remy. "Nggak dikawal?"
"Remy Rem Blong, masak iya ada orang bulan madu dikawal? Jadi obat nyamuk dong!"kekeh Valentino. "Masa mau nungguin orang lagi ihik-ihik?"
"Oh tidaaakkk... Otak dan kupingku tercemar..." keluh Giordano kesal.
***
Dua Minggu Kemudian ... Kingaroy Queensland
__ADS_1
Bayu dan Ajeng akhirnya menempati rumah milik Gemintang yang dulu dibelikan Khrisna Rao ( Baca Gemini dan Gemintang Love Stories ). Pasangan suami istri itu tampak senang dengan rumah yang tidak terlalu besar tapi tampak asri dan nyaman. Foto pernikahan Gemintang dan Raj terdapat disana.
"Mas, kata Mintang, hati-hati kalau ada ular red belly atau piton" ucap Ajeng sambil memasukkan baju-baju mereka di lemari kamar yang dulunya dipakai Gemintang. Bayu dan Ajeng menolak memakai kamar utama karena itu milik Gemintang dan Raj. Kamar bekas Gemintang juga termasuk luas dan nyaman, sudah cukup bagi keduanya.
"Kamu tahu. Malah para pria-pria minus akhlak, bang Tomat terutama bilang kalau kamu harusnya takut sama aku..." sahut Bayu yang sedang memasukkan bahan makanan ke kulkas dan lemari dapur.
"Kenapa aku harus takut sama mas Kal-el?" tanya Ajeng bingung dari pintu kamar. "Toh aku sudah tahu bagaimana mengalahkan mas Kal-el, sudah dikasih tahu sama mommy."
"Kata bang Tomat, kamu harus takut sama ularku Jeng..." senyum Bayu usil.
Ajeng melongo lalu teringat saat para generasi keenam berkumpul dan para pria ributnya bukan main. Oh ya ampun, pria tuh ya !
"Astaghfirullah ! Mas ! Aku bilang sama Deya kalau suaminya rusuh !" gerutu Ajeng.
Bayu terbahak lalu melipat tas belanja nya. "Tapi sayang, yang namanya pria itu memang seperti itu. Kalau nggak rusuh, bukan cowok namanya apalagi yang sudah menikah pastinya nggak jauh-jauh dari itu."
Ajeng menggelengkan kepalanya dan masuk ke dalam kamar. Bayu pun menyusul lalu menggendong Ajeng membuat istrinya terpekik karena terkejut.
"Mas !" hardik Ajeng.
"Yuk, kita lihat apakah ularnya aku bikin kamu takut atau mende*sah" goda Bayu seduktif.
"Mendesis iya ! Gadha mas !" Ajeng menatap Bayu dengan wajah manyun. "Aku lagi dapat."
Suaminya melongo. "Lhooo kok dapat?"
"Lha kan memang periodenya Bambaaaanngggg..." jawab Ajeng yang diturunkan Bayu diatas kasur.
"Hari ke berapa?" tanya Bayu sebal. Kenapa sih cewek harus ada palang merah?
"Hari kedua. Kan semalam kita nggak ngapa-ngapain karena persiapan ke Aussie apalagi perjalanan hampir 23 jam juga dari New York" jawab Ajeng.
Bayu tiba-tiba tersenyum smirk. "Bisa cara lain kok Jeng..."
Mata coklat Ajeng terbelalak.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️