My 100th Secretary

My 100th Secretary
Jujurlah Padaku Jilid Dua


__ADS_3

Tokyo Jepang


Setelah menghabiskan waktu seminggu di Jepang bersama keluarga Bianchi, Bayu dan Ajeng pun terbang menuju Dubai menggunakan pesawat pribadi milik keluarga Al Jordan yang datang menjemput mereka. Tampak Gasendra datang bersama Gemma yang ingin sekalian jalan-jalan di Tokyo meskipun sehari.


Para generasi keenam pun berkumpul kembali bersama dengan generasi kelima yang berada disana. Mereka bahkan mendoakan agar Gasendra dan Gemma serta Bayu dan Ajeng segera diberikan momongan sebab hingga sekarang Gemma juga belum hamil.


Keempat orang yang baru menikah itu pun mengamini doa-doa dari para tetua dan sesepuh keluarga Bianchi dan Al Jordan. Usai menikmati acara di Tokyo, mereka pun bertolak ke Dubai.


***


Dubai UAE


"Akhirnya sampai di Dubai... lagi" celetuk Ajeng saat pesawat milik keluarga Al Jordan mendarat dengan selamat.


"Yuk, sudah ditunggu Ken di sana" ajak Gasendra yang menunjukkan Ken Al Jordan sudah berdiri dengan baju santainya di depan dua mobil Range Rover.


Keempatnya pun berjalan ke arah Ken yang tersenyum lebar. "Haaaiii... Welcome to Dubai. Sorry mbak Ajeng, Radhi lagi balapan di Aussie jadi nggak ada disini" cengir Ken.


"Yaaahhh sayang ya" gumam Ajeng membuat Bayu mendelik.


"Kamu kok kesannya malah cari Radhi doang maunya?" gerutu Bayu.


"Ah, mas Bayu cemburu?" goda Ajeng.


"Siapa yang cemburu?" elak Bayu.


"Kamu mas !" seru Gasendra dan Ken bersamaan.


"Ah perasaan kalian saja" ucap Bayu sambil ngeloyor menuju mobil.


"Jujurlah padaku, jika memang kamu cemburu mas... Jangan kamu macam kura kura dalam perahu" dendang Ajeng menggunakan lagu jujurlah padaku punya Radja membuat Bayu melirik judes sedangkan ketiga adiknya sudah terbahak.


"Astaghfirullah... kacau... kacau..." gelak Ken yang mengajak semua masuk ke dalam mobil. "Adik sendiri dicemburui tapi kagak ngaku. Yakin mbak, kamu nggak salah pilih pasangan?" Ken menaik turunkan alisnya dengan wajah jahil.


"Kentongan !" hardik Bayu kesal.


"Ah jangan marah-marah mas, nanti mabur ( terbang ) lho... Kan aku jadi terkejut rupanya kamu itu Superman beneran..." senyum Ajeng sambil merangkul lengan kekar Bayu.


Gasendra dan Ken semakin ngabrut alias ngakak brutal mendengar celoteh kakak iparnya yang makin kesini makin kesana.


"Ampun deh..." Gemma memegang pangkal hidungnya.


***

__ADS_1


Istana Al Jordan Dubai UAE


Karena Bayu dan Ajeng tiba saat siang di hari kerja, tentu saja yang di istana hanya ada Karl Schumacher dan Sabine Al Jordan, Reyhan Al Jordan dan Paradina, opa dan Oma Zinnia, Gasendra, Garvita, Ken dan Kalila.


Garvita sendiri setelah menikah dengan Gabriel, memilih tinggal di rumah yang sudah disiapkan suaminya itu sebelum menikah. Garvita memang ingin menikmati hidup berumah tangga berdua dengan Gabriel apalagi sekarang sudah memiliki Galena, putri mereka.


"Bagaimana Jepang? Duo JM dan Duo M sehat-sehat semuanya?" tanya Sabine.


"Opa Mario sekarang harus pakai kursi roda Oma. Ada pengapuran di lututnya, Opa Marco sudah sedikit pikun. Ya karena faktor usia juga sih tapi Alhamdulillah semua sehat. Oma Josephine dan Oma Marissa juga sehat, bahkan masih suka buat kue" jawab Ajeng.


"Yang penting sehat-sehat dan jika kita dipanggil pulang, dalam keadaan natural causes dan jangan sakit berkepanjangan" ucap Karl yang membuat Sabine memeluk erat suaminya.


"Manusia tattoo aku sudah siap?" tanya Sabine.


"Siap tidak siap, kita pasti akan dipanggil pulang dan pasti aku akan ditanyakan Papa Sena, apakah aku bisa melindungi kamu, anak-anak dan cucu kita, Bine" senyum Karl membuat Sabine tampak terharu. "Apalagi kita sudah usia segini dan aku bersyukur diberikan usia panjang jadi bisa melihat bagaimana kekacauan keluarga kita yang seolah tidak ada habisnya."


Bayu terbahak. "Opa, kalau kita nggak kacau, bukan keluarga klan Pratomo namanya."


"Iya sih ... " gumam Karl. "So, apa kalian ada rencana ke Brussels? Sekalian tengok Raj dan Mintang yang dapat triplets."


"Rencananya sih begitu, Opa. Ajeng juga pengen belanja coklat dan Tintin dari negaranya. Katanya dia ketagihan coklat yang aku bawakan dulu saat Mintang nikah" senyum Bayu sambil melirik Ajeng.


"Ke Brussels saja Jeng. Kata Zee, mau ada festival pretzels Minggu depan" ucap Sabine. "Kalau kami masih kuat, pergi deh ke Belgia."


"Mbak, kamu harus bisa bahasa Perancis dan Jerman tapi..." goda Gasendra.


"Lha kan ada mas Bayu. Buat apa aku bawa Bayu translate kemana - mana?" jawab Ajeng cuek membuat semua orang terbahak sedangkan Bayu hanya menatap gemas ke istrinya yang makin kacau saja.


"Bayu translate... Udah di hak paten mbak?" tanya Ken.


"Sudah lah ! Sama Ajeng Enterprise Ltd."


Para opa dan Oma semakin geli dengan cucu menantu mereka yang makin lama makin Absurd.


***


Malam harinya, Garvita dan Gabriel pun datang ke istana bersama dengan Galena yang berusia setahun. Ajeng pun merasa gemas dengan bayi cantik bermata biru itu.


"Mas Bayu, kira-kira kalau kita punya anak nanti, apakah anak kita matanya akan bewarna biru?" tanya Ajeng.


"Positif" jawab Bayu tegas.


"Papa Abi matanya coklat..." celetuk Ajeng.

__ADS_1


"Allah salah kasih warna mata" jawab Bayu cuek membuat semua orang di meja makan melotot ke arah Bayu.


"Mas Bayu setelah sama mbak Ajeng kok jadi beda ya ... " gumam Gemma.


"Memang kenapa mbak Gemma?" tanya Garvita.


"Selama aku jadi sekretaris nya mas Bayu itu, macam aku handle robot bermata biru. Mas Bayu memasang tembok tinggi-tinggi jadi murni aku dan mas Bayu hanya bekerja saja ... "


"Mending mana saat kamu bekerja dengan bang Antonio atau sama mas Bayu?" tanya Gasendra.


"Awal aku kerja, mending sama Bang Antonio karena meskipun juga dingin tapi masih ada sisi konyolnya. Mas Bayu nggak. Kaku banget. Makanya aku kaget bisa seperti ini sama Mbak Ajeng" jawab Gemma.


"Sebenarnya Bayu itu aslinya memang receh tapi karena sudah bekerja dari muda, Bayu memasang tembok supaya tetap fokus apalagi dia good looking dan kaya, jadi incaran banyak cewek. Cuma kamu, DeeDee dan Ajeng saja yang fokus bekerja tapi ternyata sikap Ajeng yang cuek bebek buat Bayu tertarik. Lagian kamu sendiri juga tidak tertarik sama Bayu kan Gemma?" Paradina menatap Gemma lembut.


"Rasa greng, berdesir pun tidak Oma Dina. Beda saat bertemu dengan mas Sendra" jawab Gemma dengan pipi memerah.


"Nah itu bedanya. Bayu dan Gemma memang tidak ada reaksi kimia tapi beda saat Bayu dan Ajeng..." analisa Paradina.


"Ngomong-ngomong... kalian mau balapan lagi?" tawar Ken.


"Ken, bilang saja kamu cari teman buat cobain mobil Ferrari terbaru" tegur sang ayah, Enzo Al Jordan.


"Nah tuh Daddy paham" cengir Ken.


"Hayuk ! Aku sudah lama nggak nyetir !" seru Ajeng antusias lalu saling bertos dengan Ken.


"Wis ... Wis ... Wis" gumam Bayu manyun.


***


Pengumuman


Yvonne dan Kai ada novelnya di sebelah yaaa.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2