My 100th Secretary

My 100th Secretary
RUN !


__ADS_3

POV Bayu pasca Ajeng dideportasi oleh Gandari Hari Selasa


Pagi ini Bayu tampak datang ke kantor dengan wajah super dingin bahkan biasanya dia mengangguk saat para pegawainya menyapa, tapi kali ini Bayu sudah kembali Bayu yang dingin.


Mengenakan kacamata hitam, Bayu pun keluar dari lift khususnya dan melihat di meja Ajeng sudah ada Hunter dan Doogie. Tadi dua pengawal Bayu memang tidak menemani nya seperti biasanya.



Yang galau


"Selamat pagi pak Bayu" goda Doogie menirukan gaya Ajeng kalau menyapa Bayu setiap pagi.


Bayu menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Doogie. "Jangan meniru Ajeng ! Cuma dia yang boleh bilang begitu !" desisnya dingin.


"Bay, biar kamu..."


Bayu mengangkat jari telunjuk nya menandakan Doogie harus diam. "Doog, mood aku lagi jelek ! Jangan kamu pancing !"


Doogie mengangkat kedua tangannya. "Okay, Bay. Cool man."


Bayu mendengus kesal lalu masuk ke dalam ruangannya dengan membanting pintunya agak keras.


"Daammmnnn... Dia beneran kacau !" gumam Hunter. Suara telepon mulai berbunyi dan pria itu pun bekerja sesuai dengan instruksi Ajeng.


"Mr O'Grady office."


***


Ruang Kerja Bayu


Bayu melihat di meja sudah ada kopi dan camilan Irish sausage rolls. Bayu pun melepaskan jasnya dan menggantungnya di capstock lalu duduk di kursi kebesarannya.


Pria itu lalu membuka kalender digital nya yang sudah disusun oleh Ajeng hingg Minggu depan. Bayu tersenyum membaca note di digital planner yang dibuat oleh Ajeng yang berbentuk unyu-unyu.

__ADS_1



Awalnya Bayu agak sebal tapi melihat menjadi lucu dan menggemaskan macam Ajeng, membuat Bayu lama-lama bisa menerimanya.


"Monoton is boring ( monoton itu membosankan ), Pak Bayu. Harus ada warnanya biar tampak kiyut" ucap Ajeng saat Bayu komplain dengan digital planner ala gadis itu yang berbeda dengan DeeDee ataupun Gemma yang formal. Bayu tersenyum saat mengingat jawaban Ajeng.


"Duh Jeng, Ndang balik sini. Sepi tahu disini macam hutan Sandy ... Kalau Jason datang gimana..." gumam Bayu sambil menatap foto Ajeng yang diambilnya diam-diam saat tidur dan dipasang di mejanya.


Pigura digital itu memang disetting Bayu menutupi foto-foto Ajeng yang diambilnya. Disaat ada orang lain, foto di pigura digital itu bergambar wajahnya tapi saat dirinya sendirian, Bayu mensetting hingga bisa berganti foto-foto Ajeng.


Bunyi telepon kantor Bayu yang menghubungkan meja Ajeng dan dirinya berbunyi. "Ya Hunter?"


"Klienmu dari perusahaan..."


"Suruh masuk Hunter." Bayu langsung mengganti foto Ajeng di pigura digital nya. "Aku kerja dulu."


***


Hari Rabu ...


Betapa terkejutnya Radeva dan Ganiya karena yang ada disana Hunter dan Doogie. Kemana Ajeng?


"Lho kok kalian disini? Mana Ajeng?" tanya Radeva bingung.


"Dibawa pergi Tante Gandari" jawab Hunter sambil memasukkan laporan pertemuan Bayu dan kliennya tadi.


"Dibawa Tante Gandari? Kemana?" tanya Radeva lagi.


"Well, paling ke galerinya Tante Gandari. Eh kamu yang bernama Aya kan?" Doogie dan Hunter baru ngeh kalau Radeva tidak sendirian.


"Halo..." sapa Aya sambil tersenyum. Hunter dan Doogie mengulurkan tangannya dan bersalaman serta berkenalan dengan gadis manis itu.


"Sejak kapan Ajeng dibawa Tante Gandari?" Radeva melirik ke arah pintu ruang kerja Bayu.

__ADS_1


"Senin kemarin."


Radeva dan Ganiya saling berpandangan lalu wajah pria itu tampak usil. "Kenapa Tante Gandari membawa Ajeng? Pasti terjadi sesuatu..."


"Bisa dibilang begitu..."


Radeva langsung mengambil ponselnya dan mengetik di grup chat sepupu pria generasi keenam.


📩 Radeva Dewanata : Disaat angin mamiri kehilangan kryptonite nya, dijamin bakalan ada tornado besar.


📩 Arkananta Baskara : Lha hilang kemana?


📩 Radeva Dewanata : Dibawa ibu negara.


📩 Valentino Reeves : Deva, kamu dimana?


📩 Radeva Dewanata : Depan pintu ruang kerja Mas Angin Topan


📩 Luke Bianchi : Deva, aku sarankan...RUN ! SAVE YOUR LIFE !


Radeva lalu menarik tangan Ganiya bergegas menuju lift khusus bertepatan dengan pintu ruang kerja Bayu terbuka.


"RADEVAAAAA!!!" bentak Bayu dengan suara menggelegar dan Radeva sudah masuk ke dalam lift bersama Ganiya.


Hunter dan Doogie hanya bisa melongo melihat wajah Bayu yang memerah menahan amarah.


"Fix ! F-5 keluar."


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2