
Penthouse Abiyasa dan Gandari O'Grady
Ajeng menatap Bayu lalu ke arah Gandari dan Abiyasa dengan wajah bingung.
"Tunggu, pak Abi dan Bu Gandari... serius?! Juni?" Ajeng menoleh ke Bayu. "Yakin mas? Aku harus cari penggantimu dalam waktu kurang dari empat bulan ini. Duh, aku harus minta daftar HRD lagi dong... Pe erku banyak..."
Bayu tersenyum simpul mendengar ucapan gadisnya yang selalu over thinking.
"Jeng, soal pengganti kamu, kami sudah memikirkan Doogie yang akan jadi sekretaris Bayu. Pertama, dia cakap di bidang administrasi dibandingkan Hunter, dan kedua dia sangat tabah menghadapi Bayu" senyum Abiyasa.
"Doogie juga oke kok jadi sekretaris Bayu. Setidaknya dia memilih bekerja di belakang meja" sambung Gandari.
Ajeng hanya terdiam. "Mas Bayu sudah memikirkan semuanya ya?"
"Of course Jeng. Tidak mungkin aku melangkah tanpa ada back up plan. Aku sudah dididik dari kecil soal bisnis dan trik semuanya jadi selalu ada plan B plan C sampai plan Z."
Ajeng mengangguk.
"Jadi, kita bulan Mei berangkat ke London untuk acara Eagle. Ajeng, kamu harus ikut ya." Gandari tersenyum ke arah Ajeng.
"Njih Bu."
***
Doogie akhirnya benar-benar belajar dari Ajeng hingga timbul spekulasi kalau Ajeng tidak akan memperpanjang kontraknya dan akan digantikan salah satu pengawal Bayu. Pria tampan khas Irlandia itu pun serius berkerja bersama Ajeng.
Hingga waktunya untuk berangkat ke London untuk menghadiri pernikahan Eagle dan Elane yang akan diadakan di kastil McCloud.
Keluarga Blair memilih berangkat menggunakan pesawat milik Travis Blair dan tidak semua keluarga New York berangkat seperti Blaze dan Samuel terpaksa tinggal di New York karena Rania terkena campak.
Mamoru dan Giordano juga tidak bisa ikut karena masih ada sekolah. Nelson pun tidak bisa ikut karena ada sidang, begitu juga Omar Zidane yang tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. Nadya datang bersama Bayu dan Radeva serta Ajeng.
Dan setibanya di kastil McCloud yang sudah disulap menjadi tempat pernikahan dan resepsi Eagle dan Elane, Ajeng kembali takjub melihat bagaimana kastil dalam arti sesungguhnya, terpampang di depan mata.
__ADS_1
"Kamu itu lho Jeng, baru kastil nya Opa Juna sudah heboh. Bagaimana kalau aku bawa ke Brussels? Disana banyak kastil yang jauh lebih bagus dan besar dari ini. Bahkan kemarin saat Mintang menikah, lebih heboh dari ini" kekeh Bayu melihat bagaimana Ajeng tampak excited.
"Isshhh mas Bayu tuh ! Kan aku memang heboh anaknya. SWGL !"
"Hah?! Apaan Jeng SWGL?"
"So What Gitu Lho ! Wis ngerti aku kiiieee bocahe gumunan kok yaaa jek takjub ( sudah tahu aku tuh orangnya suka gampang heran kok masih takjub )" gerutu Ajeng manyun membuat Bayu tertawa geli.
"Owalaahhh Jeng Ajeng, Kowe kok gemeske tho ( kamu kok menggemaskan sih )" kekeh Bayu sambil merangkul pinggang Ajeng.
"Kalian jangan uwu-uwu depan aku kenapa sih?".
Bayu dan Ajeng menoleh ke arah belakang mereka. Tampak Nadya manyun menatap mereka berdua. "Omar nggak bisa ikut, aku merana, kalian malah mesra-mesraan ! Sakit hati ini tahu nggak! Nyesek !" ucap Nadya mendrama.
"Lebay !" sahut Sakura judes yang datang sambil bergandengan tangan dengan Alessandro Moretti.
"Yeeee ! Situ ada manusia spidol ! Lha aku, punya satu manusia Sphinx aja susah dipegang belalainya..."
Bayu dan Alessandro mendelik. "Nadyaaaaaa !"
"Ampun deh !"
Alessandro menatap Bayu dengan wajah kepo. "Kapan kamu dan Ajeng, Bay?"
"Insyaallah Juni. Kami akan menikah setelah Ajeng menyelesaikan kontraknya." Bayu tersenyum sambil menatap Ajeng.
"Bagus ! Jadi aku dan Omar bisa menyusul kalian berdua !" celetuk Nadya sumringah.
"Selamat ya sudah mualaf" ucap Ajeng sambil memeluk Nadya erat.
"Makasih Ajeng. Alhamdulillah lancar..." senyum Nadya.
Bayu, Sakura dan Alessandro bergantian memeluk Nadya yang sudah menyelesaikan proses menjadi mualaf di Jakarta dengan dihadiri kedua orangtuanya dan Nelson sang kakak. Nadya sangat bersyukur memiliki keluarga uanh open minded dan bisa menerima keputusannya.
__ADS_1
***
Ajeng tampak meneteskan air mata ketika Eagle membacakan surah Ar Rahman sebagai salah satu mas kawin pria itu ke Elane. Mas kawin lainnya yang disiapkan Eagle adalah rumah dan saham di RR's Meal.
Semua sepupu Eagle yang perempuan, terharu melihat pria bermata biru itu mengaji dengan suaranya yang merdu. Bahkan Arka dan Valentino salut dengan sepupu mereka yang memberikan mas kawin berbeda dari mereka.
Elane tampak tersenyum haru saat melihat bagaimana imamnya tampak khusyuk mengaji surah yang berisikan syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Usai membacakan surah Ar Rahman, Eagle tersenyum ke arah Elane yang langsung mencium punggung tangan suaminya. Para tamu undangan pun tampak terharu dengan acara pernikahan putra bungsu Rajendra McCloud dan Aruna.
"Ya ampun mas, aku terharu banget. Mas Eagle ngajinya bagus banget...." Ajeng tampak mengusap air matanya.
"Iya...Oh, Jeng bagaimana kalau acara nikah kita pakai modern ya. Nggak usah pakai model Jawa."
"Kenapa memangnya mas?"
"Aku nggak mau kejadian Arka keulang."
"Memang Arka kenapa?"
"Waktu Arkananta nikah, dia pakai beskap dan konyolnya dia ikat terlalu ketat bagian setagen buat jarik. Akhirnya pingsan deh ! Ditambah Shinchan bilang Arka kena sawan manten pula!" ( Baca The Story of Three Brothers ).
Ajeng melongo. "Kok ya kepikiran bilang sawan manten?"
"Macam kamu nggak paham si Kampr3t satu itu..." gerutu Bayu yang membuat Ajeng cekikikan.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️