My 100th Secretary

My 100th Secretary
Kakiku Lemas Bestie


__ADS_3

PRC Group Building Manhattan New York


Ajeng melongo melihat tiga orang pria dengan wajah tampan dan tampak Italia nya.


Kalau Mafioso nya seperti ini, jadi semua karakter di film The Godfather Martin Scorsese dan Goodfellas... berantakan semua...


"Jeng, perkenalkan ini Dante Mancini, Antonio Bianchi dan Alexis Accardi" ucap Bayu memperkenalkan semua iparnya ke Ajeng yang hanya melongo. "Jeng... Ajeng?"


"Hah?" cicit Ajeng. "Pak Bayu, gambaran saya soal Mafioso di film The Godfather... buyar pak..."


Dante tertawa terbahak-bahak sedangkan Antonio dan Alexis tersenyum simpul.


"Tu as raison... elle est trop marrante ( Kamu benar, dia Membagongkan )" kekeh Dante dengan bahasa Perancis.


Bayu hanya bisa memutar matanya sebal.


"Dia memang receh. Ayo masuk semua" ajak Bayu.


"Senang bertemu dengan mu Jeng" ucap ketiga hot Daddy itu.


"Hu um..." jawab Ajeng. Setelah keempat pria itu masuk, Ajeng langsung duduk di kursinya. Kakinya terasa lemas.


Ya Allah, kenapa iparnya mas Kal-el bentukannya begitu ya. Ngimpi apa aku semalam lihat pria-pria paripurna begitu... Mafioso pulak! Ajeng melihat ke layar monitor tempat semuanya direkam.


Duh Gusti Allah... kayaknya sampeyan lagi niat bikin blue print nya. Ajeng menatap layar itu dengan tidak bosan-bosannya. Kapan lagi melihat cogan dalam satu ruangan.


Ajeng buru-buru mengganti layar monitornya dengan gambar kucing Munchkin ketika keempatnya hendak keluar dari ruang kerja Bayu.


Melihat keempatnya keluar, Ajeng langsung memasang senyum profesional nya.

__ADS_1


"Jeng, saya makan siang dulu dengan ipar saya. Hold semuanya sampai jam dua" ucap Bayu saat melewati meja Ajeng.


"Pak Bayu ada meeting jam tiga." Ajeng mengingatkan.


"I know. Aku sudah kembali kok sebelum jam tiga."


"Baik pak."


"Kami makan siang dulu Jeng" senyum Antonio.


"Silahkan pak."


"Senang bertemu denganmu Jeng. Jangan lupa datang ke pameran ya. Nanti biar Bayu yang urus" ucap Dante. "Kamu bisa ketemu dengan istri-istri kami."


"Baik pak Dante."


"Kamu pasti akan senang bertemu dengan Veena." Alexis lalu berbisik. "Dia lebih parah receh nya dibandingkan Deva."


"Jeng, kalau ada sesuatu, hubungi saya ya." Bayu menatap sekretarisnya.


"Baik pak Bayu."


Keempat pria itu pun berjalan masuk ke dalam lift khusus dan setelah mereka menghilang, para rekan kerja Ajeng yang wanita di lantai 15, langsung menghampiri gadis itu.


"Jeng! Mereka siapa?" tanya Alesha heboh mewakili semua cewek - cewek.


"Iparnya Mr O'Grady" jawab Ajeng kalem.


"Ipar?! Yaaaaahhhh..." ucap para wanita itu kecewa.

__ADS_1


"Eh ? Kalian pada kenapa?" tanya Ajeng bingung.


"Berarti sudah sold out semua Ajeennggg... Kita tidak ada kans mendapatkan mereka ! Mana istri-istrinya kan saudaranya Mr O'Grady... Yaaaa berat temaaannnn..."


Gerombolan wanita heboh itu pun kembali ke ruangannya masing-masing di lantai 15. Hanya Alesha yang masih tinggal.


"Kamu nggak pengen pingsan Jeng pas melihat mereka?" tanya Alesha penasaran.


"Kamu tidak tahu saja, kakiku sampai lemas usai mereka masuk ke dalam ruangan Mr O'Grady. Aku tidak tahu semalam mimpi apa bisa melihat cogan - cogan yang bikin... Duh !" kekeh Ajeng.


"Kamu beruntung bisa menjadi sekretaris Mr O'Grady jadi bisa bertemu dengan saudaranya yang paripurna... Eh yang wajahnya dingin mengenakan suit abu-abu siapa Jeng?"


"Namanya Mr Dante Mancini."


"Duh sangat Italia tapi setahuku dia suaminya Leia Bianchi..."


"Saudaranya Luke Bianchi?"


"Yup."


Ajeng hanya memegang pelipisnya. Great! Mafia ketemu Yakuza ... bagooossss Ajeng, pacarmu iparnya Mafioso semua. Duh Gusti...


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2