My 100th Secretary

My 100th Secretary
Duncan ( END )


__ADS_3

Lenox Hills Hospital Manhattan New York


Bayu membawa Ajeng ke rumah sakit bersalin terdekat dari apartemen nya karena bumil itu sudah mulai merasakan kontraksi. Dokter Debby Tucker yang juga. berpraktek disana selain di Bellevue, sudah berada di salah satu rumah sakit termahal di dunia itu.


Bayu memang sudah ambil cuti sejak tiga hari yang lalu sejak Dokter Debby Tucker mengatakan HPL ( Hari Perkiraan Lahir ) akan terjadi Minggu ini. Dan ternyata tadi pagi, Ajeng sudah merasakan kontraksi di perut nya dan semakin sering. Bayu meminta Hunter dan Doogie untuk menghentikan semua pekerjaan di kantor lalu membantunya membawa Ajeng ke rumah sakit.


"Jeng, masih sakit ?" tanya Bayu sambil mendorong Ajeng di kursi roda.


"Masih lah mas Lisus ! Sakit ini !" omel Ajeng yang semakin terasa rasa sakitnya. "Addduuuhhh D, kamu macam bapak mu ! Ngajak gelut sakitnya !"


Hunter dan Doogie yang hanya mengikuti pasangan Absurd dari belakang, menggelengkan kepalanya.


"Entah kayak apa anaknya Bayu besok. Secara ortunya kacau begitu..." gumam Doogie.


Abiyasa dan Gandari yang datang menyusul, melihat dua pengawal Bayu sedang berdiri di depan kamar Ajeng.


"Dimana Lisus dan pawangnya?" tanya Abiyasa.


"Di dalam Oom" jawab Doogie.


"Kalian yang mengantar mereka?" tanya Gandari yang tahu keduanya satu gedung apartemen dengan Bayu.


"Iya Tante. Bayu sudah heboh dan menelpon kami yang hendak ke kantor. Ya sudah, begini deh .." senyum Hunter.


"Kita masuk dulu..." Gandari menggandeng Abiyasa untuk melihat putra dan menantu nya.


Di dalam kamar yang mewah itu, tampak Ajeng dan Bayu tampak ribut unfaedah karena meributkan nama tengah Duncan. Dokter Debby Tucker yang melihat kedua orangtuanya pasangan Absurd itu, segera menghampiri dua orang yang dikenal di dunia bisnis.


"Mr dan Mrs O'Grady..." senyum dokter obgyn itu.


"Mereka itu ribut apaan sih?" tanya Abiyasa jengkel.


"Ribut nama tengah nya si boy. Tampaknya Mr O'Grady Junior ingin membuat mrs O'Grady Junior tidak memikirkan sakitnya jadi diajak ribut..." kekeh Dokter Debby Tucker.


"Definisi mengalihkan sakit dengan cara anti mainstream..." Gandari memegang pelipisnya.


***


"Kendrick bagus Jeng..."


"Aku nggak suka ! Bagusan Aagney, artinya prajurit."


"Jeng, Duncan itu artinya sudah prajurit ! Masa mau dobel prajurit?"


"Tapi aku su... Addduuuhhh... sakitnyaaaa..."


"Nah, tuh D nggak suka nama Aagney... "


"Kasih nama Abimanyu saja sebagai nama tengah."


Bayu dan Ajeng menatap ke Abiyasa.

__ADS_1


"Gabungkan saja nama dua opa buyut kamu. Duncan Abimanyu Giandra Blair O'Grady. Selesai ! Artinya kan bagus. Duncan Abimanyu itu berarti prajurit yang pemberani, tidak kenal takut. Asal nggak ketularan julidnya Ogan saja..." Abiyasa memandang ke arah putra dan menantunya. "Bagus kan?"


"Dad, kalimat terakhir 'nggak ketularan julidnya Ogan' tolong di hapus, di Tipe-X kalau masih ada... Please deh !" sungut Bayu manyun.


"Hei, soal Julid kan sudah ada dalam gen kita Boy. Jadi diterima saja kalau nanti anakmu bakalan sama Julid dengan kamu ..."


"Aku nggak Julid Dad !"


"Really?" ejek Abiyasa membuat Bayu menyipitkan matanya sebal.


"Aduuuuhhhh...duh ... duh..." teriak Ajeng.


Dokter Debby Tucker meminta Abiyasa dan Gandari keluar lalu memeriksa kondisi Ajeng. "Oke, siap-siap... Sang jagoan sudah mau keluar !"


Bergegas para suster dan Dokter Debby Tucker membawa Ajeng ke ruang bersalin dengan ditemani Bayu yang tidak mau jauh dari istrinya.


"Mas Bayu, nanti kalau pingsan gimana? Kan aku mau lahiran... " ucap Ajeng dengan nada terengah antara sakit sama mengatur nafasnya saat berada di dalam ruang bersalin.


"Apa ? Takut darah ? Apa kamu lupa aku sudah biasa gegeran?" balas Bayu.


Ajeng hanya tersenyum. "Ah gegeran Hongkong..."


"Ajeng, sudah bukaan sempurna... Yuk push" pinta dokter Debby Tucker.


Ajeng menggenggam tangan Bayu dan mengejan untuk mengeluarkan bayi laki-laki yang ditunggu oleh semua orang.


***


Ajeng melirik judes. "Kadang ya aku mau protes. Aku yang bawa selama sembilan bulan, aku yang ribut sama kamu mas, kenapa mirip sama kamu ! Harusnya kan mirip aku ! Kamu yang Julid, kamu yang bikin aku ngamuk..."


"Tandanya itu adil Jeng. Soalnya kamu kualat sama aku, pakai manggil 911 ... Jadi itu pertanda bahwa kamu nggak boleh galak-galak sama suami..."


"Mas Bayu njelehi !" sungut Ajeng manyun.


"Lho kok njelehi tho Jeng, ngangeni... " goda Bayu sambil menowel pipi Duncan lalu menowel d@d@ Ajeng yang penuh.


"Maaassss... !!"


"Lha kan bakalan dikompeni Duncan, aku puasa 40 hari. So, wajar dong aku towal towel..."


Ajeng berusaha untuk tidak memukul Bayu karena masih menyusui Duncan.


Dokter Debby Tucker dan para suster di ruang bersalin yang sedang membersihkan Ajeng hanya menggelengkan kepalanya mendengar keributan pasangan suami istri itu.


***


"Nggak ada nama lain apa?" tanya Radeva saat menengok keponakan bersama dengan Ganiya di sore harinya usai pulang kantor.


"Apanya ?"


"Namanya Duncan lah ! Duncan Abimanyu... Okelah opa Duncan kalem tapi Ogan Abi... Wassalam deh julidnya ..." kekeh Radeva.

__ADS_1


"Sebenarnya kan hari ini pas ulang tahunnya Ogan Abi dan D lahir di tanggal yang sama jadi ngepasi kan?" jawab Bayu santai.


"Iya kah ?" Radeva lalu mencari data para opa buyutnya. "Eh iya pas hari ini Ogan Abi lahir. Wis mas, alamat sifatnya Ogan nurun Ning anakmu. Aku hanya mengucapkan... Selamat berdarting ria ! Semoga besok anakmu dapat jodoh yang super suabar macam Necan Dara ... " Radeva menepuk bahu Bayu yang menatapnya judes.


"Kok ya kamu doanya jelek sih?"


"Nggak jelek mas ku sayang... Tapi lihatlah fakta da. realita yang terjadi. Semua keturunan Blair dan Giandra super Julid itu minusnya tapi positif nya banyak ...Jadi berharap lah Julid itu nurun.... Addduuuhhh !"


Radeva memekik kaget saat Bayu memiting leher adiknya itu membuat Ajeng dan Ganiya hanya melengos sebal melihat kekacauan di kamar VIP mewah itu.


"Mbak, jadi cuma dua kali ngejan, Duncan sudah keluar. Kok gampang banget?" tanya Ganiya mengacuhkan keributan antara kekasihnya dan kakaknya.


"Alhamdulillah lho si D gampang keluarnya padahal termasuk besar juga ukuran mini me nya mas Lisus." Ajeng tersenyum kearah bayi tampan nya.


"Wis mas Bayu itu bapak paling egois deh, Kabeh dikasih ke Duncan" gelak Ganiya.


"Lha iya tho dik Aya. Kesannya kan mbak Ajeng mung nggowo thok Ning weteng ( bawa saja dalam perut ) tapi ora Ono kontribusinya at all. Mirip aku pun tidak ! Kan super njelehi ... "


"Wis mbak, gawe siji maning Ben mbak Ajeng ada kontribusinya ( sudah mbak, bikin satu lagi biar mbak Ajeng ada kontribusinya )" gelak Ganiya.


"Nunggu Duncan usia dua tahun, baru mbak Ajeng nambah lagi..." senyum Ajeng sambil mencium pipi Duncan yang terlelap dalam gendongannya.


"Semoga cewek ya mbak. Apa sudah menyiapkan nama ?" tanya Ganiya.


"Sudah dong."


"Siapa ?"


"Scarlett !"


*** END ***


Bayu dan Ajeng selesai Yaaaa


Cerita anak-anaknya nanti akan ada novel sendiri.



***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


***


__ADS_1


Happy Birthday mas Abi...


__ADS_2