
Lima Tahun setelah pernikahan Bayu dan Ajeng
Doogie hanya menggelengkan kepalanya mendengar keributan antara Bayu dan Duncan. Sekarang usia Duncan tiga tahun tapi sifat dan kelakuannya benar-benar mini me Bayu. Tukang ngeyel, panasan, kalau sudah punya argumen tidak mau kalah.
Makan apa sih batita itu ? Apa kebanyakan dikasih Klepon sama Ajeng? Kacau ... Doogie membereskan semua berkas siang ini karena hendak makan siang. Hunter, partnernya, sedang ke Dubai karena adiknya Izzy baru saja dikaruniai seorang putri cantik bernama Shaera Blair.
Dan karena Ajeng juga baru melahirkan Scarlett, otomatis Bayu yang mengasuh Duncan agar tidak mereog di rumah karena batita cakep itu merasa jealous dengan kehadiran adiknya.
"No D. Papa tidak akan membawa kamu ke Central Park!" ucap Bayu gemas.
"D mau ke centlal palk !" jerit Duncan dengan wajah judes.
"Papa say No means No !"
Duncan pun mulai aksi menahan nafas macam merajuk sambil bersedekap. Bayu mengacuhkan pose merajuk Duncan yang sudah dihapalnya dan kata Gandari, mengingatkan pada dirinya. Bayu menghela nafas panjang. Definisi mini me yang sebenarnya ! Salah doa aku !
"Aaahhhh... D ga bisa belnafas..." Batita itu menarik nafas sedikit terengah-engah.
"Baru sadar D?" balas Bayu judes sambil terus bekerja.
"Nggak. Tadi D pingsan!" sahut Duncan tidak mau kalah dan akhirnya Bayu menatap tajam ke Duncan yang juga membalas papanya sama judesnya.
"Kok udah bangun kalau tadi pingsan?" ejek Bayu.
"Nanti Papa bingung D nggak bangun."
Bayu tertawa kecil. "Dasar !"
Duncan memajukan bibirnya dan Bayu gemas melihat putra sulungnya yang sangat-sangat mirip dirinya membuat Ajeng muring-muring karena tidak mendapatkan sedikit pun kemiripan darinya.
__ADS_1
Suara ketukan di pintu membuat ayah dan anakitu menoleh. Doogie masuk dan tersenyum ke arah Duncan.
"Kenapa D? Kok marah-marah sama papa?" tanya Doogie ke batita yang masih manyun itu.
"Papa tidak mau antal D ke Centlal palk... Katanya papa sibuk ... " adu Duncan.
"Apa mau sama Oom Doogie? Kita piknik sambil makan es krim? Soalnya papamu harus bertemu dengan Oma Moon habis ini. Gimana?" tawar Doogie.
Duncan menatap ke arah Bayu. "Papa mau beltemu dengan Oma Moon?"
"Yes D."
"D boleh pelgi sama Oom Doogie. Piknik dan makan es klim?"
Bayu menoleh ke arah Doogie dengan tatapan terima kasih karena dia dan Jang Geun-moon akan membicarakan hal yang sangat penting. "Boleh D. Kamu nanti sama Oom Doogie beli makanan di cafetaria dan es krim lalu pergi ke Central Park. Oke?" Bayu kembali menatap putra sulungnya.
"Oke Papa." Duncan tampak senang lalu berlari ke arah Doogie dan bertos ria dengan asisten papanya.
***
Doogie menggandeng tangan Duncan sambil membawa keranjang piknik menuju hamparan rumput hijau tidak jauh dari gedung PRC Group.
Kedua pria berbeda usia itu pun menggelar alas piknik dan mulai menyusun makanan yang mereka bawa dari cafetaria kantor.
"Aaahhhh D sangat suka disini Oom. Bisa melihat banyak olang..." ucap Duncan sambil menikmati bentonya.
"Kenapa D?"
"Entah ! D sangat suka obselvasi ..."
Doogie tertawa kecil. "Kamu macam papamu yang suka mengobservasi dan mengamati segala sesuatu dengan teliti."
__ADS_1
"Aku kan anak papa !" jawab Duncan dengan wajah jumawa membuat Doogie tertawa dan mengacak acak rambut hitam Duncan.
"D, kamu kalau besar, ikutilah bagaimana papa dan mamamu mendidik kamu karena kedua orang tua D itu sangat awesome. Paham D?" nasehat Doogie.
"Paham Oom..."
"Douglas?"
Doogie dan Duncan mendongak ke arah suara. Tampak seorang wanita cantik dengan rambut merahnya, menatap Doogie sambil tersenyum.
"Ternyata benar ! Ini kamu !" seru gadis itu.
"Kimberly?" bisik Doogie dengan wajah tidak percaya. Duncan hanya bergantian melihat kedua orang dewasa di hadapannya dengan perasaan penasaran.
***
Introducing Kimberly Wyatt
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Bonchap duo pengawal jomkut ( jomblo akut ) nongol tergantung mood dan wangsit ya.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1