My 100th Secretary

My 100th Secretary
Apa Salahku?


__ADS_3

Mansion Blair di Staten Island New York


Bayu hendak mencium bibir Ajeng tapi sebuah bantal melayang di kepalanya membuat Bayu mengurungkan niatnya.


"Jangan macam-macam kamu, Bay ! Opa usir kamu sekarang !"


Bayu dan Ajeng melihat Rhett O'Grady berdiri dengan wajah marah dan Bayu hanya bisa menghela nafas panjang. Sabar cumiii... Daripada ditendang pulang ...


"Ayo masuk ! kita minum teh !" Rhett berjalan tapi berbalik saat Bayu hendak mencium pelipis Ajeng. "BAYUUU! PULANG KAMU SEKARANG! Atau Opa telpon mommymu !"


"Haaaiissshhh!" umpat Bayu sebal sedangkan Ajeng cekikikan geli melihat Bossnya dimarahi opanya.


***


Nadya dan Omar tampak menikmati acara minum teh sedangkan Bayu manyun karena Ajeng lebih asyik mengobrol dengan Kaia apalagi soal Solo.


"Jadi pembunuh berantai itu belum tertangkap Omar?" tanya Rhett.


"Belum Mr O'Grady. Ada kemungkinan akan beraksi disini... jika dilihat dari modus operandi nya."


Rhett mengusap dagunya. "Aku tidak habis pikir kenapa orang seperti itu tidak mati saja !"


"Sedang kami upayakan... " Suara ponsel Omar berbunyi dan pria itu mengambilnya dari balik jaketnya. "Excuse me. Yes Maggie..." Omar menatap Nadya dan Rhett. "Aku akan kesana."


"Ada apa sayang?" tanya Nadya.


"Gregorius mendapatkan korban baru. Aku harus pergi Nadya... " Omar pun berdiri. "Maaf Mr O'Grady, Mrs O'Grady, saya harus pergi. Bayu, Ajeng... Duty calls."


"Hati-hati Omar. Semoga orang gila itu bisa segera tertangkap!" ucap Kaia.


"Aamiin Mrs O'Grady." Omar mengangguk hormat ke semua orang lalu mencium bibir Nadya. "Permisi" ucapnya usai mencium Nadya dan pergi meninggalkan mansion Giandra.


"Nadya, apa kamu yakin bisa betah ditinggal Omar bekerja?" tanya Rhett.


"Sudah siap Opa."


"Kamu belajar dari Nadira dan Pedro ya Nadya?" Kaia menatap cucu cantiknya.


"Iya Oma. Mbak Dira dan mas Pedro bisa, kenapa aku nggak."

__ADS_1


Bayu dan Ajeng melihat bagaimana wajah Nadya tampak sangat yakin dan tegas akan hubungan nya dengan Omar kedepannya.


"Dan kamu angin ribut, habis makan malam, kamu pulang ! Dan besok kamu tidak boleh kemari !" Kaia menatap tajam ke Bayu.


"Lha Omaaaa..." protes Bayu.


"Kamu pilih ditendang Oma atau Ajeng dibawa pergi Gandari?"


Bayu menatap melas ke Omanya. Mending ditendang Oma deh daripada Ajeng dibawa mommy.


***


Tepat pukul sembilan malam, Bayu keluar dari mansion Blair dan tidak ada acara cium bibir macam Omar dan Nadya karena Kaia sangat ketat mengawasi pria yang memiliki tubuh mirip Duncan Blair.


Setelah Bayu pulang, Kaia mengobrol bersama Ajeng dan Nadya.


"Kalian tahu, Bayu itu mengingatkan Oma sama Daddy Duncan badannya termasuk mata birunya tapi kelakuan dan sifatnya mirip Opa Edward dan Ogan Abi yang super ngeyel dan keras kepala."


"Bukankah semua keturunan Blair tukang ngeyel dan keras kepala?" kekeh Nadya.


"Yup ! Macam kamu dan Bayu !"


Nadya terbahak melihat Omanya mendelik judes. "Ah omaku yang cantik. Macam tak paham masa muda saja."


***


Ajeng baru saja memakai masker malamnya saat Bayu meneleponnya. Ajeng hanya mendengus kecil saat melihat panggilan video. Gadis itu pun menggeser tombol hijau.


"Ya Pak Bayu."


"Astaghfirullah Al Adzim ! Kamu pakai apaan itu!" seru Bayu yang terkejut melihat wajah Ajeng yang memakai masker dengan gambar kucing.


"Masker pak."


"Copot lah Jeng. Bikin males lihatnya tahu nggak!"


"Sengaja biar pak Bayu matiin telponnya, sikat gigi, cuci kaki dan tangan terus bobok. Bukankah jadi anak pintar itu menyenangkan?" kekeh Ajeng.


Bayu melongo. "Ajeennggg... kamu njelehi!"

__ADS_1


"Selamat malam pak Bayu. Nanti kurang maksimal saya perawatannya. Assalamualaikum." Ajeng mematikan panggilannya karena tidak mau maskernya rusak.


***


Meanwhile di kamar Bayu penthouse orang tuanya.


Bayu menatap ponselnya yang sudah berganti wallpaper Ajeng dengan perasaan dongkol.


"Katanya pacaran cuma weekend... Tapi ini aku dikacangi gara-gara masker... Tabahkan hatimu Bayu. Punya pacar Membagongkan..."


Suara ponselnya berbunyi membuat Bayu menoleh dan wajahnya tampak tersenyum.


"Ya Ajeng..." Bayu semakin lebar tersenyum saat melihat wajah Ajeng yang sudah bebas dari masker tidak jelas bentuknya.


"Gimana pak Bayu? Sudah gosok gigi?" goda Ajeng membuat Bayu melongo.


"Astaghfirullah Ajeennggg... Kamu kok lama-lama makin menggemaskan?" senyum Bayu gemas.


"Lho yang benar mana pak? Katanya tadi saya njelehi, sekarang menggemaskan. Kok tidak konsisten pak?" kekeh Ajeng.


"Dua-duanya..." senyum Bayu. "Jeng, besok kamu ngapain?"


"Belum tahu pak."


"Sayang aku lebih memilih untuk tidak datang ke mansion daripada nanti kamu dibawa pergi mommy... Ditendang oma masih nggak papa...Laporan ke mommy... Tobat deh..."


Ajeng tersenyum. "Pak Bayu, bobok ya..."


"Hah ? Diboboki? Yuk !" Wajah Bayu berubah menjadi super jahil membuat Ajeng melengos kesal.


"Good night pak Bayu. Selamat beristirahat." Ajeng segera mematikan panggilannya.


"Lha dimatiin lagi?! Memang aku salah apa?" gumam Bayu sambil menggaruk kepalanya.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2