My 100th Secretary

My 100th Secretary
Mbati Kowe Mas!


__ADS_3

Apartemen Ajeng di Soho New York


Ajeng membalikkan tubuhnya dan reflek tangannya memeluk sesuatu. Dan di dalam tidurnya, dia merasa memeluk Teddy Bear tapi kemudian otaknya pun mulai bangun dan mengolah sesuatu yang salah. Hidung Ajeng mencium harum parfum yang sangat dihapalnya dan tangannya pun mulai menyentuh sosok yang dianggapnya Teddy Bear.


Please ini cuma mimpi yang salah jadi kenyataan. Ajeng lalu perlahan membuka matanya dan baru menyadari kalau ini benar kenyataan. Dirinya memeluk Bayu diatas tempat tidurnya. Ajeng mengerjapkan matanya. Kok mas Kal-el bisa tidur disini? Aku gimana bisa sampai ke apartemen?


Ajeng menarik tangannya perlahan tapi Bayu memegangnya seolah tidak mau lepas membuat gadis itu mendelik. Dia tidur atau pura-pura sih? Ajeng menatap wajah Bayu sambil otaknya terus mencerna apa yang terjadi sebelumnya.


Aku dibangunin mas Kal-el sampai di apartemen terus aku jalan tapi antara sadar dan tidak karena ngantuk banget... Terus mas Kal-el kayaknya pegang aku deh... Terus masuk ke apartemen, aku ke kamar mandi nggak ingat mas Kal-el langsung pulang, keluar kamar mandi, ganti baju...Mata Ajeng terbelalak. Ya Allah Gusti nyuwun ngapuro! Ajeng menatap Bayu lekat. Berarti pas aku ganti baju... mas Kal-el lihat?


Wajah Ajeng langsung merah padam. Mbati Kowe ya mas ( dapat untung kamu ya mas )! Gadis itu lalu menarik tangannya dan mendorong Bayu kuat-kuat hingga jatuh dari tempat tidur membuat suara bedebum diatas lantai kayunya yang beruntung dilapisi karpet tebal.


"Addduuuhhh! AJENG! Tega banget ih!" bentak Bayu yang masih terkapar di lantai. Badannya sakit semua akibat diterjunkan bebas dari atas kasur.


"Bapak juga tega sama saya! Main lihat saya ganti baju!" bentak Ajeng.


Bayu pun berusaha duduk dan menatap gadisnya yang mode marah. "Kok ya ingat sih?" gumamnya.


BUGH!


Sebuah bantal mendarat di wajah Bayu. "Ya jelas ingat lha pak! Kan aku sudah tidur jadi otakku sudah bener! Bapak itu pelecehan!"


"Jeng, nggak pelecehan namanya. Wong kamu buka baju di depan aku... Kamu nggak sadar kalau aku..."


BUGH!


Ajeng memukul wajah Bayu dengan bantal lagi yang membuat Bayu terbahak.


"Anggap saja satu sama Jeng. Kan kamu sudah lihat saya tanpa baju waktu di Jakarta. Jadi tidak masalah kan?" Bayu beringsut lalu meletakkan kepalanya di atas tempat tidur dimana Ajeng masih duduk disana dengan wajah judes. "Untung kamu tidak bisa bela diri ya Jeng..."

__ADS_1


"Memang kenapa Pak?"


"Sudah pasti babak belur aku kamu hajar."


Ajeng memicingkan matanya. "Bapak mau babak belur?"


"Eh... jangan Jeng. Namanya itu nggak sopan sama boss."


"Lha bapak itu apaan?"


"Mana aku tahu kamu bakalan buka baju di depan lemari? Tapi badan kamu bagus juga..."


BUGH!


Kali ini bukan bantal yang mendarat di wajah Bayu, melainkan tinju dari Ajeng yang sudah kesal hingga ke ubun-ubun.


"Aduh! Pukulan kamu lumayan juga..." Bayu mengusap rahang kirinya yang kena bogem lalu berdiri dan menghampiri Ajeng yang menatap Bayu panik.


"Enaknya ngapain?" goda Bayu usil dan gemas melihat wajah panik Ajeng.


"Bapak jangan macam-macam deh!"


"Memangnya kamu mau ngapain kalau saya macam-macam?" Wajah Bayu semakin mendekati wajah panik Ajeng.


Ajeng menelan salivanya susah payah. Tiba-tiba suara adzan terdengar di Alexa, Amazon Echo dot, salah satu gadget yang bertugas mengingatkan time schedule gadis itu. Bayu lalu menghentikan kejahilannya dan turun dari tempat tidur.


"Maaf Ajeng, sudah membuat kamu takut..." Bayu mengusap rambutnya dan jujur tadi dia sangat ingin mencium Ajeng.


"Bapak pulang saja deh. Bahaya kalau bapak disini. Nggak bakalan selamat!" jawab Ajeng dengan nada sedikit bergetar.

__ADS_1


"Memang kamu mau apain saya Jeng?" tanya Bayu bingung.


"Bikin kempes badan bapak!"


***


Ajeng menyesap hot choconya usai tadi Bayu mengeyel untuk mengajak dirinya ibadah Maghrib berjamaah. Harusnya belum boleh ya ? Tapi mas Kal-el memang pria paling tukang ngeyel sedunia! Ajeng menolak mencium punggung tangan Bayu karena belum menjadi muhrimnya meskipun sudah kena cium bolak balik. Setelahnya Ajeng ngotot agar Bayu harus pulang dan akhirnya pria itu pun mau menuruti permintaan gadis itu.


Duh, ya apa aku kuat dan tabah menghadapi manusia Lisus satu itu? Ajeng menatap pemandangan kota New York. Sabar Ajeng, yang penting kamu selesaikan kontrak dan pekerjaan kamu baru setelahnya urusan dengan mas Kal-el dipertimbangkan masak-masak!


Ajeng sendiri sangat senang berada di keluarga Bayu yang begitu welcome dengan dirinya apalagi para sepupunya. Mereka semua satu server dengan dirinya apalagi Arkananta, Valentino dan Arabella yang begitu receh


Kita lihat saja nanti mas Kal-el !


***



Duo Kacau


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Nanti aku lanjutkan lagi


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2