
Ruang Kerja Bayu O'Grady
"Jeng, soal pengganti kamu kan bisa pakai duo pengawal aku. Sementara..." ucap Bayu.
"Tapi pak, kan tetap saja saya harus mencari penggantinya yang bisa mengikuti ritme kerja bapak. Gak mudah lho menghadapi bapak..."
"Hunter dan Doogie sudah lama ikut aku jadi, mereka berdua saja yang jadi sekretaris aku. Oke?"
"Bapak nggak mau punya sekretaris lain?"
"Jeng, selama kamu disita mommy, mereka berdua bisa kok menggantikan kamu. Jadi buat apa jauh-jauh cari kalau ada yang dekat dan bisa dipercaya juga."
Ajeng menyipitkan matanya. "Pak Bayu malas dapat yang masih gelagapan yaaa..."
"Iyalah ! Terbiasa sama kamu, Gemma dan DeeDee yang tidak banyak ribut tapi efisien bekerja tuh dah nyaman. Lagipula Jeng, aku tidak mau punya sekretaris perempuan lagi."
"Kenapa pak?" tanya Ajeng.
"Karena cukup kamu menjadi sekretaris perempuan aku dan aku juga menghormati kamu Jeng. Kalau kita sudah menikah, aku tidak mau kamu kepikiran macam-macam."
Ajeng tertawa kecil. "Kalau bapak berani macam-macam, cukup minta Bu Gandari sunat bapak terus saya cari yang lain..."
"Jeeenggg... Kamu kok gitu..."
"Lha bapak juga begitu jadi saya begini lah !"
Bayu menyentuh pipi Ajeng. "Jangan khawatir Jeng, aku selalu sama kamu apalagi opa Duncan pernah bilang ke Opa Rhett. 'Jika saat kamu mendapatkan pasangan kamu susah payah dan kamu berhasil mendapatkannya menjadi pasangan kamu, janganlah kamu mengkhianatinya karena dalam sekejap mata dia akan meninggalkan kamu dan tidak akan menoleh ke belakang.' Dan aku susah meyakinkan dirimu Jeng..."
"Opa Duncan benar. Duh kalau Opa Duncan masih ada, mau lah saya mengobrol banyak hal karena pasti Opa sangat bijaksana tidak seperti cicitnya yang main modus tingkat dewa Zeus !" Ajeng menatap judes ke Bayu.
"Hei, aku keturunan Blair dan Opa Edward Blair adalah orang paling termodus di dunia. Jadi jangan salahkan kalau aku macam dia. Tapi aku kan modus cuma sama kamu Jeng, nggak sama yang lain..." Bayu memainkan rambut Ajeng dengan jarinya.
"Ohya pak, saya nanti pulang bersama dengan pak Radeva ya? Dik Aya pengen ngobrol dengan saya dan dik Moru."
"Kamu nggak ajak saya Jeng?"
"Maaf pak, hanya pertemuan empatteral antara kami..." cengir Ajeng
"Jeng, mana ada kata empatteral! Yang ada bilateral!"
"Lha kalau bilateral kan berdua. Kalau berempat tuh berarti empatteral lah !" jawab Ajeng cuek membuat Bayu menepuk jidatnya.
"Wis mbuh lah Jeng, sak karepmu ( entahlah Jeng, terserah kamu )."
***
Ajeng akhirnya keluar dari ruang kerja Bayu dengan membawa iPad dan berkas pertemuan tadi. Setelahnya seperti biasa, Ajeng memasukkan semua laporan pertemuan tadi dan mengarsipkannya.
"Ajeng!"
Ajeng menoleh. "Hai Alesha. Makan siang?"
"Yuk ! Aku sudah lapar" ajak Alesha.
__ADS_1
"Oke sebentar." Ajeng menyimpan semua data-datanya dan tas nya di lemari bawah kakinya lalu menguncinya.
Suara lift khusus membuat kedua gadis itu menoleh dan mereka melihat sepasang pria dan wanita keluar dari sana. Ajeng mencoba mengingat - ingat wajah mereka tapi kali ini otaknya blank. Keduanya pun menghampiri meja Ajeng.
"Selamat siang" sapa wanita dengan mata biru itu ke arah Ajeng dan Alesha. "Mas Bayu ada?"
"Ada. Maaf jika boleh tahu anda..."
"Gemini Lexington de Luca dan Michel de Luca" jawab wanita berambut pirang dan bermata biru terang mirip mata Bayu.
"Oh sebentar Mr dan Mrs de Luca." Ajeng mengambil gagang telepon nya. "Maaf Mr O'Grady, ada Mr dan Mrs de Luca... Baik Sir."
Ajeng meletakkan gagang telepon itu dan tersenyum ke arah Gemini dan Michel. Dia tahu kalau keduanya adalah saudara Bayu karena memanggil dengan kata 'Mas Bayu'.
"Mari saya antar." Ajeng berbisik ke arah temannya. "Alesha, kamu ke cafetaria dulu, nanti aku susul."
"Oke. Excuse me" pamit Alesha yang berjalan menuju lift.
"Maaf, kami menbuat kamu agak terlambat makan siang ya Ajeng..." senyum Gemini membuat Ajeng yang hendak membuka pintu ruang kerja Bayu tertegun.
"Bagaimana..."
"Well cerita kalian kan kami juga tahu" kekeh Michel. "Sayang kita tidak melihat saat Radeva harus lari dari amukan Lisus ya, Gem."
Ajeng menatap bingung ke pasangan itu. "Pak Radeva? Harus lari?"
"Kamu tanya saja sama Deva" senyum Gemini.
Ajeng membukakan pintu ruang kerja Bayu dan mempersilahkan keduanya masuk.
Ajeng hanya mengangguk. Duh pak, cacing aku udah megap-megap, bengek kena asma, kelaparan... kalau pada tewas gimana?
"Apa kabarnya mas Bayu" tanya Gemini sambil memeluk Bayu.
"Alhamdulillah baik" jawab Bayu sambil mencium pelipis Gemini.
"Bayu..."
"Michel.." Keduanya saling berpelukan. "Mana Lachlan? Ayo duduk. Jeng, perkenalkan ini Gemini, saudara kembar Gemintang yang menikah di Brussels dan ini suaminya Michel de Luca."
Gemini bersalaman dengan Ajeng lalu memeluknya. "Lachlan di rumah Opa dan Oma. Harusnya aku manggil mbak Ajeng ya? kan pacaran sama dirimu mas..."
"Eh? Ajeng aja..." sergah Ajeng tidak enak.
"Besok aja kalau aku sudah menikah sama Ajeng" sahut Bayu membuat Ajeng melotot. Mulai deh mas Kal-el main ngadi-ngadi.
"Ini Michel de Luca dan kalau kamu mau tahu mafia macam apa? Nih kamu baru ketemu salah satu dari iparku yang mafia."
Michel dan Ajeng saling bersalaman.
"Pak Bayu..." bisik Ajeng.
"Apa Jeng?"
__ADS_1
"Kalau mafianya model pak Michel, Yaaaa bubar filmnya The Godfather..."
Gemini dan Michel melongo lalu tertawa terbahak-bahak. "Kamu kira mafia itu macam Marlon Brando?" gelak Michel. "Sorry Ajeng, kami lebih mirip Andy Garcia."
"Kamu baru melihat Michel, Jeng. Belum melihat bang Dante, bang Antonio dan Alessandro" kekeh Gemini.
"Yuk duduk." Bayu mempersilahkan adik dan iparnya.
Keempatnya pun duduk dan Bayu meminta Ajeng memesankan makan siang di cafetaria.
"Kalian belum makan siang kan? Aku dan Ajeng juga lapar. Mau pesan apa?" Bayu menunjukkan menu di iPadnya.
"Wuuuiiiihhhh, lengkap sekali mas. Pantas Arka betah disini karena menunya lebih banyak dari yang di Jakarta" kekeh Gemini sambil melihat menu bersama dengan Michel.
Ajeng pun mengirimkan pesan ke Alesha karena harus mendampingi Bayu dan temannya itu hanya menjawab. 'No problemo. Masih ada hari esok'.
"kamu kirim pesan ke siapa Jeng?" tanya Bayu.
"Alesha. Kan tadi rencananya mau makan siang barengan."
Bayu mengangguk. "Besok kan bisa."
"Mas, aku dan Michel pesan ini." Gemini menunjukkan makanan yang dipesannya.
"Jeng, minta tolong dipesankan ya. Kamu mau makan apa rencananya tadi?" Bayu menatap gadisnya.
"Bento dan paket sushi."
"Pesankan sama dengan kamu ya..." pinta Bayu. "Nih pakai ponsel aku buat pesan." Pria itu memberikan ponsel nya yang sudah terbuka aplikasi cafetaria perusahaan.
Ajeng mengangguk lalu memasukkan pesanan mereka berempat. Interaksi Bayu dan Ajeng tidak lepas dari perhatian Gemini dan Michel.
"Apakah kalian berdua bisa profesional?" tanya Michel sambil tersenyum.
"Saya bisa, pak Bayu nggak" jawab Ajeng sambil masih memasukkan pesanan.
Gemini tertawa. "Pasti kamu dimodusin terus ya Jeng?"
"Puoolll!"
Pasangan suami-isteri itu tertawa sedangkan Bayu menatap judes ke Ajeng yang memberikan senyum manis.
"Lho? Benar kan pak?" ucap Ajeng polos.
***
Siapa kangen Gemini dan Michel?
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa gaaaeeessss
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️